DBvsAG - 2

396 18 0
                                        

Brak.

Eunwoo menggebrak meja kantin. Membuat Jungkook, si ketua menatapnya tajam.

"Gimana tadi?" tanya Jungkook datar.

"Hancur." jawab Eunwoo singkat.

"Kok bisa?" tanya Jungkook dengan menaikan nada bicaranya.

"Tiba - tiba cewek rendah itu dateng, ternyata dia masih sama kaya dulu. Ngga pernah takut sama ancaman jika itu menyangkut sahabatnya."

"Yang kita lakuin ini, apa engga kelewatan?" tanya Junhoe.

"Lu kok bisa mikir gitu, udah terpengaruh oleh ucapan geng cewek rendah?"

"Bukan gitu Bam. Cuma apa kita ngga cari tahu dulu kebenarannya? Mungkin selama ini kita salah paham."

"Bener yang Junhoe bilang. Lebih baik cari tau dulu."

"Yugyeom! Lu udah terpengaruh sama ucapan cewek rendah itu?"

"Enggak Win. Cuma lebih baik kita cari -"

"NGGAK PERLU!"

Jungkook membuka suaranya lantang. Apa sih yang membuat Junhoe dan Yugyeom berpikir bahwa semua ini salah paham? Semua sudah jelas. Eunha bersalah.

"Tapi Jung-"

"GUA BILANG NGGA PERLU! SEMUA UDAH JELAS! CEWEK RENDAH ITU BERSALAH! LU BERDUA KALAU NGGA SUKA SAMA CARA KITA, SILAHKAN KELUAR!"

Untung saja saat ini kantin sudah sepi. Hanya ada ibu kantin. Sebenarnya ini sudah bukan jam istirahat. Yaps. Mereka membolos. Toh, tidak ada seorang pun yang berani menegur mereka jika tidak ingin dipecat setelah ini.

Suasana sangat dingin. Semua hanyut dengan pikiran masing-masing.

"Mingyu sama Dokyeom kemana?" tanya Jaehyun yang baru saja datang, karena tadi ada beberapa urusan.

"Mingyu tadi ke toilet dulu, si Dokyeom ngga tau tu kemana." jawab Eunwoo.

"Dokyeom tadi ke perpustakaan, males gabung katanya." lanjut Junhoe.

"Males?" - Jaehyun.

"Ya, gitu deh." - Junhoe.

"Oiya, Eunwoo gimana tadi? Berhasil?" tanya Jaehyun.

"Iya berhasil, kalau cewek rendah itu ngga dateng." ketus Eunwoo.

"Maksud lu Eunha-"

"GUA NGGA SUDI DENGER NAMANYA!"

"Jungkook. Lu tenang dulu."

"LU HARUS SEBUT DIA CEWEK RENDAH! NAMA EUNHA TERLALU BAGUS UNTUK ORANG KAYA DIA!"

"Oh gitu."

Suara lembut itu membuat semua menegang. Suara itu berasal dari gadis yang selalu mereka bilang 'cewek rendah.'

Eunha berjalan mengarah Jungkook berada. Sebenarnya Eunha sangat tidak takut dengan anggota Devil Boy's. Hanya saja Eunha tak ingin menambah masalah.

"Bisa kau ulang perkataanmu sekali lagi?"

Jungkook terdiam mendengar suara lembut itu. Ah tidak. Bukan suara lembut. Tetapi suara dingin nan datar. Suara yang baru pertama kali ia dengar.

"Jungkook Alendra, kenapa kau diam?"

"Jung-"

"LU CEWEK RENDAH! LU BUKAN SIAPA SIAPA GUA! KAYANYA ORANG TUA LU SALAH KASIH LU NAMA! NAMA EUNHA TERLALU BAGUS BUAT CEWEK RENDAH KAYA LU! GUA NYESEL PERNAH KENAL DAN KETEMU MA LU! LU CEWEK RENDAH! LU PEMBUNUH"

"Iya, lu semua bener. Gua cewek rendah. Gua pembunuh. Iya. Hahaha.. Iya bener. Gua cuma cewek rendah yang hadir di hidup kalian."

"Bagus lu nyadar. Lebih baik lu musnah dari dunia ini." - Bambam.

"Gua bakal turutin kemauan lu semua. Cuma bukan sekarang."

"Maksud lu apa?" - Junhoe.

"Bukan apa-apa. Suatu saat lu semua bakal tau apa maksud gua."

"Lu bakal pergi ninggalin kita Eunha?" - Yugyeom.

Bodo amat dengan Jungkook dan yang lainnya yang menatap dirinya tajam. Tak bisa dipungkiri bahwa ia sangat khawatir dengan Eunha.

"Gua ngga bisa jawab itu sekarang. Tapi semua akan terjawab. Bukan gua atau yang lainnya yang jawab. Tapi waktu."

Eunha mendekat ke Yugyeom dan Junhoe. Dapat Eunha rasakan bahwa ada kerinduan mendalam di hati mereka. Eunha menatap mata kedua mantan sahabatnya. Terlihat jelas bahwa mereka merindukan Ivy.

"Makasih Yugyeom, Junhoe. Gua tau lu semua rindu kita. Gua bakal buat kita balik lagi. Tapi gua ngga janji itu kapan. Biar waktu yang jawab semua. Selama gua masih gua bakal buat kita balik."

Yugyeom menatap Eunha dengan tatapan rindu. Begitupun dengan Junhoe. Mereka sebenarnya tak suka dengan Devil Boy's ataupun Angel Girl's. Mereka hanya menyukai Ivy. Yugyeom dan Junhoe sebenarnya bisa saja langsung keluar dari Devil Boy's. Hanya saja mereka tak bisa melakukan itu.

"Gua rindu." - Junhoe.

"Semua bakal kembali pada waktunya." - Eunha.

Eunha beralih ke arah Jungkook yang sedari tadi menatapnya tajam. Tiba-tiba saja Eunha memeluk Jungkook hangat. Persetan dengan setelah ini ia akan dibully habis-habisan. Yang terpenting Eunha bisa menyalurkan rindu ini untuk orang yang selalu ada di hatinya.

"I still love you."

***

Mingyu dan Dokyeom kini berada rooftop sekolah. Setelah mendengar percakapan antara Eunha dengan Mina tadi, keduanya kembali bergelut dengan pemikiran masing-masing.

"Gyu, gua rindu kita."

"Sama Kyeom, gua ngga mau ada di Devil Boy's ataupun Angel Girl's. Gua maunya ada di Ivy."

"Apa bener Eunha bersalah?"

"Gua rasa engga Kyeom. Semua ini keliatan seperti direncana."

"Lu sepemikiran sama gua Gyu. Ngga mungkin Eunha yang menyebabkan Nenek Jungkook meninggal. Jelas-jelas pas itu Eunha lagi sama kita."

"Bener Kyeom, kalau bener Eunha adalah penyebab kematian Nenek Jungkook, pasti waktu itu Eunha ngga ada sama kita."

"Bener Gyu. Kita harus selidiki ini."

"Lu bener Kyeom. Kita mesti selidiki ini. Supaya kesalahpahaman cepat selesai."

Setelah itu keadaan hening. Tak ada yang membuka suara. Dokyeom dan Mingyu sibuk mengenang masa-masa indah bersama Ivy.

"Gyu, seandainya waktu itu kita ngga keburu memilih Devil Boy's pasti ngga akan kaya gini."

"Mau gimana lagi Kyeom? Nasi sudah menjadi bubur."

"Lu bener Gyu."

"Kyeom, besok kita mulai selidiki ini semua. Tapi gua mohon lu jangan bocorin ini ke anak Devil Boy's ataupun Angel Girl's. Cukup kita bertiga yang tau."

"Bertiga?"

"Lu, gua, dan Eunha."










*
*
*
Tbc.

Devil Boy's vs Angel Girl's | 97L [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang