DBvsAG - 11

172 21 10
                                        

Eunha dikagetkan dengan Lisa yang memeluknya erat secara tiba-tiba. Untung saja ia tak tersedak. Dirinya merasa bahunya basah. Ingin sekali bertanya kenapa sahabat toa ini menangis. Hanya saja timing nya sedang tidak pas.

"Dia ngga sengaja nabrak dadanya Dokyeom. Mereka sempat adu mulut cuma Lisa langsung sadar."

Jiho yang duduk disamping Naeyeon, mencoba memberi penjelasan kepada semua mata yang menatapnya heran.

Mereka sudah bisa menebak. Lisa rindu Ivy. Yuju yang duduk disamping Lisa mengelus punggungnya. Bukan hanya Lisa atau Eunha, dirinya juga merindukan Ivy. Merindukan segala-galanya akan Ivy.

Eunha mencoba untuk tidak menangis. Ia tak mau membuat sahabat-sahabatnya makin sedih.

"Gu-hiks...gua kangen hiks.." ungkapnya disela-sela tangisannya.

"Lisa kangen siapa?" tanya Chaeyeon lembut.

"Ivy hiks... Gua kangen Ivyyyyy."

Semua menghela napas kasar. Tak munafik. Mereka merindukan Ivy. Meski mulut mereka berkata benci, akan tetapi hati mereka berkata rindu.

"Maaf. Ini semua salah gua."

Semua mata tertuju pada Eunha. Sementara Lisa sendiri merasa bersalah. Karena dirinya, rasa bersalah Eunha kembali.

"Ini bukan salah lu Nha. Lu korban dari fitnah ini."

Lisa mengangkat kepalanya dan melihatkan wajah sembabnya.

"Iya, sabar ya. Selagi waktu gua masih gua bakal balikin Ivy. I'm promise."

Tak ingin memperpanjang, semua hanya menjawab dengan mengangguk.

"Udah Lis ngga usah nangis. Liat wajah lu. Jelek banget anjir."

Lisa menatap tajam Yuju. Teman sesama toanya itu baru saja mengatainya. Tak terima akan itu, Lisa meminta cermin pada Mina. Biasanya cewek itu selalu membawanya.

"Min Plus pinjem kaca."

"Min Plus Min Plus, gua bukan bilangan bulat!" ujar Mina kesal. Bisakah si toa itu tak menyebutnya Min Plus? Nama dia itu Mina Aresta. Mama papanya susah payah memberikannya nama, eh cewek toa ini dengan seenaknya mengubahnya.

"Ah udah sama aja! Mana kaca gua mau pinjem."

Mina mengeluarkan kaca saku seragamnya dan menyerahkannya pada temannya itu.

"AAAA!!!! SETANNN!!!"

Suara  toanya kembali kala melihat wajahnya yang begitu mengerikan. Mata yang sembab dan merah, serta jejak air mata yang tercetak jelas. Jangan lupakan rambutnya yang ikut berantakan.

Padahal tadi rasa-rasanya sudah nangis cantik. Tapi, kenapa malah begini?

Seisi kantin menengok ke arah mereka. Lisa sendiri tak peduli akan itu. Ia malah asyik mengambil gambarnya lewat handphone. Ratu selfie. Tak peduli dirinya sedang mode cantik atau jelek yang terpenting ia mengabadikan itu semua lewat foto.

Sementara Angel Girls minus Lisa merasa malu. Namun mereka mencoba untuk tidak peduli.

"Apa yang terjadi dengan Kak Lisa? Mengapa ia seperti itu?" tanya seorang adik kelas mereka, Yein Radeska.

"Oh my ghost! Why i feel so scared?" celetuk adik kelas mereka juga, Yeri Revera.

"Lisaaa mengapa seperti itu?"

"Apakah Lisa sedang patah hati?"

"Omo! Mana masih muda."

"Ada apa dengannya?"

Devil Boy's vs Angel Girl's | 97L [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang