DBvsAG - 26

112 11 23
                                        

"EUNHA!" baru saja kakinya melangkah memasuki kelas sudah disambut saja oleh Angel Girl's. 

"Akhiryaaa Eunha abis tiga hari lu kagak masuk, hampa banget kelas tanpa luuu." Yuju memeluk tubuh Eunha erat. Eunha sendiri hanya bisa bersabar saja. 

"AKHIRNYA TEMEN SEBANGKU GUA IS BACK! SETELAH DARI KEMARIN-KEMARIN GUA JOMBLO TERUSSS!" susul Lisa  memeluk teman sebangkunya tak kalah erat. Lagi dan lagi Eunha hanya bisa bersabar dan terus bersabar.

"Kasian Eunha nya, dua toa!" seru Jihyo sambil menarik Eunha pelan dan menuntunnya hingga ke bangkunya. Disusul oleh Lisa dan Yuju yang mengekor. 

"Makasih," ujar Eunha lembut.

"Yoi!"

Eunha mengeluarkan buku pelajaran untuk hari ini. Tak lupa juga ponselnya. Mina menatap Eunha heran. "Lho, Nha, hari ini gak ada pelajaran. Cuma buat melengkapi tugas-tugas aja."

Eunha menatap Mina penuh binar. Benarkah? Ini adalah waktu yang sangat ia tunggu. "Buat mapel lain, juga sama?" Mina mengangguk. 

Eunha yang tadinya masih merasa lemah, letih, lesu, lelah kini berubah menjadi semangat. "Iya, Eunha. Dua minggu  lagi kan kita ada class tour, jadi Pak Surya sama guru mapel lain suruh kita buat nyelesein tugas-tugas aja." Jelas Naeyeon.

"Yesh! Bisa santaiii."

"Bener. Gua ya bahkan lebih pilih free time daripada libur." - Chaeyeon.

"Sama gua jugaa." - Jiho.

"Gua juga. Free time lebih seru daripada libur!" -  Mina.

"Guys, ada yang mau gua omongin sama kalian," Eunha menyuruh Angel Girl mendekat ke arahnya. 

"Ada apa?" tanya Lisa yang kali ini sedikit berbisik. 

"Gua kan kemarin sakit, entah kenapa gua semakin ngrasa kalau waktu gua semakin sedikit sama kalian. Pokoknya gua mohon banget sama kalian, seandainya pun gua memang harus pergi, gua minta tolong kalian balikin Ivy. Masalah utama Ivy ada di gua, seandainya gua pergi, gua yakin kemungkinan besar Ivy bakal kembali."

"Nha, stop bilang kaya gitu," ujar Chaeyeon berbisik.

"Gua cuma menduga-duga aja Chae."

"Ivy bakal balik kalau ada lu, Nha."

Tak ingin berujung adu mulut, Eunha mengangguk sambil tersenyum. 

"Eunha, bisa tolong ajarin gua lagi?" tanya Junhoe membuat Eunha mau tidak mau bilang iya.

"Ini soalnya, gua masih bingung, jujur."

Eunha melihat soal dari Junhoe. Oh my ghost! Ini bahkan masih tentang SPLDV, materi kelas 8 SMP. 

Eunha dengan sabar menjelaskan langkah demi langkah dengan sabar. Penjelasan yang seharusnya sudah cukup jelas, namun tidak bagi Junhoe. Bahkan sampai penjelasan ketiga saja, Junhoe masih kurang paham. 

"Jun, coba lu belajar sama Rose. Siapa tau lu paham," ucap Eunha pada akhirnya. 

"Kok Rose sih, Nha?" tanya Junhoe bingung.

"Rose pasti lebih bisa ngajarin lu daripada gua." Junhoe nampak mempertimbangkan saran Eunha. Bisa juga siapa tau kalau dia yang ngajarin gua bisa lebih paham, batinnya.

"Okey deh, Nha. Ntar gua coba tanya dia."

Kelegaan seketika datang dari Eunha. Akhirnya. Jika akan begini, seharusnya dari kemarin saja.

"Junhoe napa lu gak pindah kelas IPS aja?" 

"Wah, Seokmin! Doi lu ngusir gua dari MIPA!" Yuju membulatkan matanya hebat. Sungguh ini teman yang halal untuk di jual. 

Devil Boy's vs Angel Girl's | 97L [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang