DBvsAG - 1.

870 27 0
                                        

"Eunha... Hosh.. Hoshh.."

Eunha yang sedang membaca novel di kelasnya mengalihkan pandangannya ke arah gadis tinggi, berambut panjang sepinggang, dan berponi.

"Yuju, ada apa? Kenapa kau panik?"

"Mina...Mina... Hoshhh.."

"Mina kenapa?"

"Mina dibully oleh anggota Devil Boy's, di gudang."

Eunha meletakan novelnya di laci meja. Kakinya berlari ke arah gudang sekolah.

***

"Gyu, lu bawa tepung ama telur kan?" tanya salah satu anggota Devil Boy's. Eunwoo.

"Bawa."

"Bagus. Kasih ke gua."

"Ini. Mau buat apa?"

"Mau gua tumpahin semua itu ke orang pengikut cewek rendah itu." jawab Eunwoo menekan kata cewek rendah.

"EUNHA BUKAN CEWEK RENDAH!" teriak gadis yang diikat di kursi dengan berani. Sebut saja Mina.

"DIEM LU PENGIKUT CEWEK RENDAH!"

"JANGAN SEBUT EUNHA CEWEK RENDAH!"

"BERISIK LU!"

Eunwoo hampir melayangkan tangannya ke pipi Mina. Namun Mingyu menahannya. Entah apa yang membuat Mingyu seperti itu.

"Jangan kasar sama perempuan."

Eunwoo menahan amarahnya. Menghempaskan tangan Mingyu kasar. Dalam benaknya banyak pertanyaan muncul.

"Lu ngga usah ikut campur Mingyu!"

Eunwoo dengan cepat melemparkan tepung dan telur ke Mina. Mina sudah menutup matanya pasrah.

Brak.

Dengan keras Eunha menendang pintu gudang, dan menggantikan posisi Mina dengannya.

Mina membuka matanya perlahan dan melihat Eunha yang melindunginya.

"Hahaha... Bagus akhirnya muncul juga lu cewek munafik."

Eunwoo tersenyum iblis. Puas dihatinya karena melihat Eunha yang terkena tepung dan telur.

"Masalah lu ada sama gua. Jangan jadikan teman gua sebagai bahan bully lu semua. Bully gua. Jangan teman gua." ujar Eunha datar dan dingin.

"Terserah gua mau bully lu atau teman lu itu." jawab Eunwoo tak kalah datar dan dingin.

"Yuju, lepaskan Mina." perintah Eunha membuat Eunwoo menatapnya tajam.

"Maju selangkah, gua pastiin hidup ketua geng lu ngga akan tenang!" tegas Eunwoo. Yuju memundurkan langkahnya.

"Yuju! Lepaskan Mina. Jangan pikirin gua."

"Tapi Na-"

"Gua bilang lepasin Mina dan bawa Mina pergi dari sini!"

Yuju menuruti kata Eunha. Melepas tali yang terbalut kencang ditubuh Mina. Setelah berhasil terlepas, Yuju membawa Mina pergi. Seperti yang diperintahkan Eunha.

"Wah... Ternyata lu berani banget cewek rendah."

"Selagi itu sahabat gua, gua bakal kasih apapun untuk mereka. Termasuk nyawa gua sendiri."

Mingyu menatap Eunha sendu. Dari tatapan matanya dapat terlihat jika dia sangat merindukan Eunha dan yang lainnya.

"Na, gua rindu."

"Dari dulu prinsip lu tentang persahabatan masih sama. Cih sayangnya itu semua basi."

"Terserah lu mau anggap gua apa Eunwoo. Gua ngga peduli."

Eunha hendak meninggalkan tempat, hanya saja dua matanya tak sengaja bertemu dengan mata Mingyu yang menatapnya rindu. Eunha berjalan ke arah Mingyu.

Memegang kedua bahunya lalu menepuknya. Eunha mendekatkan bibirnya ke telinga Mingyu dan berbisik.

"Gua rindu kalian."

Setelah itu Eunha pergi meninggalkan gudang.

Eunwoo memukul meja dan melempar kursi ke sembarang arah. Untung saja tidak mengenai Mingyu.

"EUNHA ALEA LU MEMANG CEWEK RENDAH! GUA PASTIIN HIDUP LU NGGA AKAN TENANG SETELAH INI!"

Eunwoo berteriak seperti orang gila.
Mingyu hanya membiarkan Eunwoo saja. Pikirannya terisi oleh ucapan Eunha barusan. Jauh dalam lubuk hatinya, Mingyu merindukan mereka sebagai Ivy. Namun egonya mengalahkan semuanya.

***

"Eunha, terimakasih banyak kau sudah menolongku untuk sekian kalinya." ucap Mina. Saat ini Eunha dan Mina ada di uks SMA Galaxy. Eunha sudah mengganti seragamnya yang kotor dengan yang bersih, juga sudah membersihkan wajah dan rambutnya yang terkena tepung dan telur.

"Kau tidak usah bicara seperti itu Mina. Kau ini sahabatku. Aku rela mengorbankan apun untuk sahabatku. Tidak hanya kau, tetapi juga Rose, Naeyeon, Chaeyeon, Yuju, Lisa, Jihyo, dan Jiho."

"Aku sangat beruntung memiliki sahabat sepertimu, Eunha."

"Aku juga sangat bersyukur memiliki sahabat seperti kalian dan-"

Eunha menggantung ucapannya.

"Dan siapa, Eunha?"

"Ah, bukan siapa-siapa. Aku sangat bersyukur memiliki sahabat seperti kalian."

Mina mengerti siapa yang Eunha maksud. Sama seperti Eunha, dia juga sangat merindukan mereka.

"Eunha, kau  merindukan Devil Boy's?"

Eunha tak menjawab, melainkan tersenyum sendu. Tatapannya mulai berkaca.

Mina memeluk Eunha. Perlahan air mata Eunha jatuh satu demi satu. Mina ikut menangis bersama Eunha.

"Aku hiks.. Tak me-hiks...rindukan Devil Boy's ataupun hiks...Angel Girl's Mina... Hiks... Aku hanya merindukan.. Hiks.. Ivy."

Mina mengerti perasaan Eunha. Dirinya pun sama. Merindukan Ivy. Jika boleh meminta ingin rasanya kembali seperti sedia kala. Namun, waktu belum mengizinkan.

"Aku pun Eunha. Namun sekarang kita kudu bersabar. Biar waktu yang menentukan semuanya."

"Aku tau Mina. Tapi kapan? Hiks..."

"Bersabarlah Eunha, perlahan semuanya kan membaik."

"Gua ngga yakin kita bisa balik kaya dulu lagi Min. Terlebih lu taukan gua sakit. Umur gua udah ngga panjang Min."

"LU NGGA BOLEH NGOMONG BEGITU EUNHA! Kita pasti bisa Eunha. Kita bisa."

Tanpa sepengetahuan mereka, ada dua orang yang memperhatikan mereka sejak tadi. Mereka mendengar semua ucapan antara Eunha dengan Mina.

"Gua rindu kita."

"Gua ngga mau pilih antara Devil Boy's ataupun Angel Girl's. Gua mau Ivy."


*
*
*
Tbc.

Devil Boy's vs Angel Girl's | 97L [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang