DBvsAG - 27

121 13 14
                                        

Mentari yang menampakkan sinarnya cerah seolah menjadi semangat bagi seluruh siswa siswi XI MIPA-3, SMA Galaxy. Yaps, benar sekali. Setelah selama dua minggu mereka menunggu, dan disela seminggu PTS, akhirnya class tour yang mereka harapkan terjadi. 

Ini adalah hari dimana selama lima hari ke depan mereka tidak ada pelajaran. Meski mereka tahu setelah ini akan ada tugas pembuatan laporan. Dan itu adalah hal yang paling mereka benci. 

Mereka hanya menyewa mini bus, dikarenakan jumlah murid yang hanya berjumlah dua puluh perkelasnya dan ditambah satu wali kelas, dan 4 guru pendamping. 

Seluruh siswa maupun siswi SMA Galaxy memandang kelas XI MIPA - 3 iri. Walaupun semua kelas XI juga mengadakan Class Tour, namun tetap saja mereka iri. Semua guru yang berada di XI MIPA - 3 termasuk golongan guru yang seru dan asyik untuk diajak bercanda. Juga guru yang perhatian. Selain itu, siswa siswi XI MIPA - 3 juga menyenangkan, ditambah tujuannya ke puncak.

"Bu, mengapa kita tidak gabung saja dengan kelas XI MIPA - 3?" tanya salah satu siswa XI MIPA - 2 yang bernama Reyhan. 

"Jika anda tidak suka dengan kelas anda, silahkan pindah saja," jawab salah satu guru yang terkenal judes dan killer.

Sontak murid yang bernama Reyhan tersebut diam. Sepertinya belajar bersama Bu Lala selama kurang lebih hampir satu tahun ini membuatnya terkena mental. 

Junhoe yang mendengar percakapan antara siswa XI MIPA - 2 dan gurunya memandangnya sombong. Untung aja gua MIPA - 3, gak bayang deh kalau MIPA - 2 ditambah walasnya Bu Lala, sabisa kena mental gua, batinnya.

"Baik semuanya sebelum kita memulai perjalanan pada hari ini mari kita hening dan  menundukkan kepala sejenak, supaya kita semua selamat dari perjalanan ini, semoga kita have fun di tempat kita berkunjung nanti, dan kita bisa selamat saat perjalanan pulang," pandu Pak Surya sebagai pemandu sebelum perjalanan.

"Berdoa menurut keyakinan dan kepercayaan masing-masing dimulai."

Semua murid menundukkan kepala dan berdoa dalam hati mereka masing-masing agar selamat dari tujuan hingga tujuan.

"Berdoa selesai."

"Untuk kelas XI MIPA - 1 kalian akan dipandu oleh walas kalian, Bu Riska, dan empat guru pendamping, Mam Aulia, Pak Vero, Pak Deno, dan Bu Chantika, untuk tujuan kalian pasti sudah diberi tahu oleh Bu Riska, ke Semarang," ujar Bu Nita selaku kepala sekolah.

"Untuk XI MIPA - 2 kalian akan dipandu oleh walas kalian, Bu Lala, dan empat guru pendamping juga, Mam Keren, Pak Didi, Pak Putra, dan Bu Anissa, tujuan kalian juga pasti sudah diberi tahu oleh walas kalian jika ke Yogyakarta."

"Dan untuk XI MIPA - 3 tentu kalian akan dipandu oleh Pak Surya, dan empat guru pendamping, Mam Aryn, Pak Cakra, Mam Meyra, dan Bu Ara, tujuan kalian Pak Surya pasti sudah memberitahu untuk ke puncak."

"Maka dari itu, saya berpesan pada kalian untuk bisa menjaga diri kalian baik-baik. Kalian juga sudah kelas sebelas yang saya percaya kalian dapat bekerja sama. Untuk agenda kegiatan kalian, bisa bertanya kepada walas atau guru pendamping kalian. Mungkin ini saja yang bisa saya ucapkan, silahkan kalian menuju bus masing-masing dan take a care and have fun." 

Seluruh siswa menuju bus masing-masing yang sudah ditempel kertas sebagai penanda. Bus XI MIPA - 3 berada diujung. 

Sejak tadi Mina melihat heran bawaan Yuju Juwita dan Lalisa Ayra. "Lu berdua mau class tour, atau pindahan?" Yuju yang memang sudah berjanji sebangku dengan Lisa menoleh ke arah Mina yang sedang menaruh kopernya di bagasi, "perasaan gak cuma gua ma Lisa aja deh yang bawaannya banyak. Kelas lain juga banyak. Liat noh Berva kelas XI MIPA - 2, bawaannya lebih banyak dari gua ma Lisa." 

Devil Boy's vs Angel Girl's | 97L [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang