Hujan yang turun selama tiga hari berturut-turut ini menemani seorang gadis yang merenung menatap jendela. Setelah pulang apartemen Jungkook kemarin, Jaehyun mengajaknya berbicara dan menanyakan hal yang tak terduga.
Flashback.
Mobilnya sudah terparkir sempurna di pekarangan. Kaki mungilnya keluar dan berjalan masuk, tak lupa di tangannya tergenggam tas ranselnya. Akhirnya setelah berpusing-pusing mengajari keempat pria yang ternyata belum paham, dia bisa pulang untuk beristirahat.
Lelah sekali rasanya.
Eunha memasuki rumahnya yang terlihat sangat sepi. Tak sengaja dia melihat sepupunya sedang duduk di sofa sambil menatapnya tajam. Terkejut? Jelas,
"Jaehyun? Kak Hoseok sama Kak Yerin kemana?"
"Keluar." Jaehyun menatap Eunha intens dan itu membuat Eunha merinding.
"J-Jaehyun, lu ngapain natep gua kaya gitu?" tanyanya was-was.
"Inget rumah juga lu ternyata," desis Jaehyun dingin membuat Eunha semakin gemetar.
"Ganti baju lu, terus temuin gua di rooftop, ada yang mau gua bicarain sama lu," Eunha menatap kepergian Jaehyun dengan takut. Ada apa lagi ini? Perasaan dirinya tak membuat kesalahan apapun. Apakah Dokyeom dan Yugyeom bercerita pada teman-temannya jika dia memanggil mereka dengan nama Ivy?
Pikirannya berkecamuk. Tak ingin terlalu lama ketakutan seperti ini, Eunha mengarahkan kakinya menuju kamar dan bergegas berganti pakaian.
Usai berganti pakaian, dia segera menemui Jaehyun dengan perasaan tak karuan.
'Semoga gua gak dibully di rumah, kalau Kak Yerin sama Kak Hoseok tau, bisa gawat.'
***
Jaehyun menunggu kedatangan Eunha yang hampir lima menit tak kunjung datang. Rasa kecewa, marah, frustasi, sudah jelas ada dalam dirinya.
Bugh.
Ia meninju tembok di depannya dengan kuat. Dadanya kembang kempis. Deru napasnya tak beraturan. "Lu gak bisa sembunyiin ini semua dari gua, entah udah berapa banyak kebohongan yang lu buat, lu gak akan bisa lari dari gua," ujarnya penuh kekecewaan.
"Jaehyun.."
Jaehyun menoleh ke sumber suara yang mengintrupsinya. Terlihat gadis mungil dengan dress rumahnya berdiri di depannya. Dengan cepat Jaehyun menarik lengan gadis tersebut dan memojokannya. Jaehyun menguncinya sehingga gadis tersebut tak bisa lari kemana-mana.
Sungguh demi apapun Eunha merasa sangat takut dengan sepupunya sekarang. Tubuhnya bergetar hebat. Apa lagi ini.
"Jaehyun, lu kenap-"
Bugh.
Kembali. Jaehyun meninju tembok di depannya dengan tangannya tak kalah keras dengan yang tadi. Seolah tak peduli dengan rasa sakit yang terasa, telapaknya mencengkram pipi chubby sang sepupu dengan kuat.
"Akhh.." ringis Eunha saat merasa kuku tajam Jaehyun menekan sudut bibirnya.
"Berapa banyak kebohongan yang udah lu buat?" tanya Jaehyun dingin.
"A-apa ma-maksud lu? I can't understand," jawab Eunha merintih.
"Lu gak pernah cerita hal ini ke gua."
"W-what? Cerita? A-about? What's you-r me-mean?"
"Gak usah pura-pura gak paham. Lu sakit kan?" tanya Jaehyun berteriak tepat di depan muka Eunha. Merasa sangat ketakutan, air menetes dari pelipis matanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Devil Boy's vs Angel Girl's | 97L [END]
FanfictionAwalnya mereka bersatu sebagai Ivy, karena ada perselisihan mereka berpisah sebagai Devil Boy's dan Angel Girl's. Meski terlihat saling benci, sebenarnya ada rindu yang dalam di hati mereka masing-masing. Start : 24 Agustus 2021 End : 29 Juni 2022...
![Devil Boy's vs Angel Girl's | 97L [END]](https://img.wattpad.com/cover/282294016-64-k704504.jpg)