"Hoammm..." Eunha meregangkan otot-ototnya begitu sampai di tempat yang sangat ditunggu. Posisinya sekarang dia sudah tidak di dalam bus.
Eunha melihat Mina yang menurunkan kopernya. Eunha mendekati Mina.
"Nha, udah bangun lu." Eunha mengangguk menjawab Mina. Sama seperti yang Mina Aresta lakukan, Eunha Alea menurunkan koper dari bagasi.
Jantung Eunha berdebar takut. Saat dia bangun tadi, sungguh terkejut karena dia tidur di bahu mantan pertamanya. Apalagi saat mendapati tangan Eunwoo yang merangkulnya.
"Min, gua mau cerita," putus Eunha untuk menceritakannya pada Mina. Dia tak ingin menyembunyikan sesuatu dari sahabatnya.
"Boleh, cerita aja, gua siap dengerin." Eunha mengambil napas dalam-dalam.
"Tadi gua bangun kan, gua kaget. Mana posisi gua tidur di bahu Eunwoo, ditambah tangan dia yang ngrangkul gua. Gua ceroboh banget, jujur gua takut dibully, Min," cerita Eunha Alea sambil membanyangkan apabila Eunwoo membullynya.
Jujur saja, jika yang membullynya adalah Jungkook dia tak masalah. Namun jika Eunwoo rasanya dia ingin sekali menghindar.
Mina mengelus lengan Eunha lembut. "Lu kan gak sengaja, lagian nih ya kalau lu dibully lu bilang aja ke gua. Gua siap bantuin lu!" tekad Mina membuat Eunha sedikit lega.
Eunha juga Mina selesai menurunkan koper mereka. Eunha menatap heran dengan barang bawaan yang bertuliskan 'Yuju' dan 'Lisa'.
"Biasa, palingan mereka diusir sama keluarganya," kata Mina seolah mengerti apa yang sahabatnya pikirkan. Tawa Eunha seolah menular untuk Mina.
"Min, nunggu sana kuy," ajak Eunha menggeret kopernya. Mina menyetujui ajakannya.
"EUNHA MINAAA! TEGANYA KALIAN MENINGGALKAN LISA SENDIRIAN," histeris Lisa begitu melihat kedua sahabatnya berduaan. Lisa buru-buru mengambil bawaannya di bagasi dan mendekat ke mereka.
"Ya ilah dateng juga," sabar Mina. Eunha yang mendengarnya tersenyum.
"Tega kamu, Min, berselingkuh dengan Eunha! Kamu pecekor gak tau malu, Eunha," Lisa menjauhkan Mina dari Eunha dan menghalangi Mina seolah Mina akan berpaling ke Eunha.
"Kamu sudah dengan Yuju Juwita, Eunha Alea! Belum cukupkah Yuju untuk mu sehingga kau merebut Mina dariku??" marah Lisa alay. Eunha dan Mina merotasi bola matanya malas.
"Lis, gua gak pernah ada hubungan lebih sama lu selain pertemanan aja ye!" tegas Mina pada Lisa yang dengan santainya mengatakan hal tersebut. Hellow, gini-gini Mina masih normal buat gak cinta sama Lisa.
"Teganya kamu padaku, Mina. Dan kamu juga sudah menyebut lu-gua? Ini pasti karena pecekor ini!" Lisa menunjuk Eunha dengan telunjuknya. Eunha hanya memasang wajah datar, sambil dalam hati membacakan doa-doa.
"Sakit hati Lica, Min. Teganya kamu tidak menganggap aku. Sungguh sakit! Tak bisakah kamu memikirkan bagaimana perasaan Lica?" seolah sekarang Lalisa Ayra adalah sosok yang tersakiti.
Yuju melihat Lisa, Eunha, dan Mina yang sedang bertigaan. "Orang bilang kalau bertigaan yang ketiga setan, mending gua genepin jadi berempatan biar gak ada setannya." Yuju mengambil koper beserta bawaannya yang tak kalah banyak dengan Lisa dan menuju ke arah tiga sahabatnya.
"Lis, kenapa?" tanya Yuju begitu mendapati Lisa yang bersedih. Hati Yuju juga ikut sakit.
"Yuju, lihatlah Eunha berselingkuh dengan Mina!" Yuju menoleh ke arah Eunha dengan tatapan tak percaya.
"Eunha apa maksudmu? Kau menyelingkuhi ku? Begitu? Tega kamu Eunha tegaaaa!" Eunha dan Mina hanya bisa mengusap dadanya sabar. Cobaan apa pula ini.
"Kau lihat, Ju, karena Eunha mu ini, Mimi jadi tidak menganggapku. Dia mengatakan jika dia tak pernah memiliki hubungan yang lebih dari pertemanan denganku." Adu Lisa membuat Yuju semakin sakit hati.
"Ini adalah suara hati Lisa, tolong dengerin Minaa." Lisa mencoba meyakinkan Mina yang hanya diam saja.
"Mina, lu bisa baca ayat kursi kan? Bacain," pinta Eunha tak tahan. Mina mengangguk dan mulai membacakan ayat kursi agar setan yang menempeli Yuju juga Lisa menghilang.
"Mimi apa maksud Mimi? Mimi tega menganggap Lica ini syaiton?" ucap Lisa dengan suara yang menyedihkan. Mina tak menggubrisnya dan terus membacakan ayat kursi.
Yuju melihat ke Eunha yang terus merapalkan doa-doa dalam hati. Yuju semakin melihat Eunha tak percaya. Setelah Eunha mengkhianatinya kini Eunha merapalkan doa-doa pengusir setan. "Hati Juju sackcit Eunha! Kurangkah Eunha mengchianaci Juju hingga cini Eunha menganggap Juju setcan?"
"Yuju, gua panggilin Mam Meyra ya biar lu dibawa ke tempat khusus," saran Mina.
"Lisa! Tolong Mina mu jika bicara dijaga. Dia menganggap ku gila!"
"Mimi sudah tidak mau mendengarkan kata Lica, Ju. Lica lelah seperti ini. Lica tuh gak bisa diginiin." Lirih Lisa seolah dialah hati yang tersakiti. Yuju menatap iba Lisa. Dia merasakan apa yang Lisa rasakan.
"Rose! Naeyeon! Chaeyeon! Jihyo! Jiho! Sini!" panggil Eunha dan Mina bersamaan. Rose, Naeyeon, Chaeyeon, Jihyo, dan Jiho bergegas menuju ke arah empat sahabatnya. Tak lupa juga dengan barang bawaan mereka.
"Lica, kau liat, sekarang bahkan Eunha dan Mimi sudah berpaling ke Rose, Naeyeon, Chaeyeon, Jihyo, dan Jiho. Mereka berlima pecekor Licaaa," panik Yuju. Lisa memeluk Yuju dan menenangkannya.
"Juju, Lica mengerti apa yang Juju rasakan, lebih baik sekarang kita berdua saja," Lisa mengusap rambut panjang Yuju Juwita. Yuju tersenyum dan mengangguki.
Yuju melepas pelukan Lisa. "Iya, Juju mau. Biar mereka merasakan apa yang kita rasakan."
"Biasa, kumatnya kembali," ucap Mina sebelum kelima sahabatnya bertanya. "Mana masih subuh, pasti setan-setan pada keluar," prihatin Rose.
"Lihatlah mereka bahkan tidak merasakan kesedihan sama sekali,"lirih Lisa sedih.
"Dua toa! Lu berdua kalau mau tebar UwU jangan disini. Banyak kaum GeLaY," ketus Jihyo.
"Mendingan kita foto aja yuk. Lumayan buat nambah postingan gua." Chaeyeon mengeluarkan ponselnya dan membuka kamera. Dia menggantinya menjadi kamera depan.
"Gua jelek disini. Ulangg," ujar Jiho membuat Chaeyeon dan yang lainnya mau tak mau mengulangnya. "Dingin banget," ujar Eunha.
"Namanya juga di puncak ya pasti dingin lah, Nha. Kalau lu di tengah lapangan baru panas," jelas Naeyeon membuat Eunha tertawa kecil.
"1..2..3.."
Ckrek!
Foto selesai diambil dan tak ada yang aib sedikit pun. Chaeyeon ingin mempostingnya, namun besok saja begitu pulang. Supaya lebih banyak pula foto yang dia dapat.
Eunha sibuk merekam ini semua dalam ingatannya. Dia rekam semuanya dalam-dalam tak ada yang terlewat sedikitpun.
"Kita gak pernah tau kapan semua akan pergi dan berakhir, seandainya hal itu terjadi, setidaknya ada kenangan yang membuat kalian tak akan melupakannya."
*
*
*
Tbc.
KAMU SEDANG MEMBACA
Devil Boy's vs Angel Girl's | 97L [END]
FanfictionAwalnya mereka bersatu sebagai Ivy, karena ada perselisihan mereka berpisah sebagai Devil Boy's dan Angel Girl's. Meski terlihat saling benci, sebenarnya ada rindu yang dalam di hati mereka masing-masing. Start : 24 Agustus 2021 End : 29 Juni 2022...
![Devil Boy's vs Angel Girl's | 97L [END]](https://img.wattpad.com/cover/282294016-64-k704504.jpg)