Hari terus berlalu. Tak terasa sekarang sudah malam terakhir mereka di puncak. Banyak yang sudah mereka lalui selama seminggu belakangan ini.
Khususnya Angel Girl's dan Devil Boy's yang perlahan mulai bersatu kembali. Jujur saja mereka sangat senang. Terlebih Eunha, dia merasa usahanya sedikit membuahkan hasil.
Malam ini semua guru meminta mereka untuk berkumpul di halaman belakang vila. Tak butuh waktu lama semuanya sudah berkumpul.
"Karena ini malam terakhir maka kita akan bersenang-senang," ucap Bu Ara.
"Benar, tapi kalian tetap akan kami beri tugas," keluhan mulai terdengar kembali begitu Pak Cakra mengucapkan itu.
"Tugasnya bukan tentang pelajaran. Ringan kok," ujar Mam Meyra menenangkan. Hembusan napas lega dari anak XI MIPA-3 terdengar.
"Apa Mam tugasnya?" tanya Rendra bersemangat. Tanpa tugas hidupnya hampa.
"Cari satu lagu, terserah mau lagu cinta atau apa. Jika sudah kalian cermati liriknya dan kalian ubah lirik tersebut menjadi balasan lagu. Kami hanya akan meminta satu anak untuk menunjukannya."
Tugas seperti ini yang mereka senang. Tentang lagu atau musik. Bukan tentang Bahasa Inggris, Matematika, Matematika Peminatan, Bahasa Inggris peminatan, dan semuanya.
"Waktu kalian hanya lima belas menit." Peringat Mam Aryn.
Riuh terdengar. Semuanya sibuk memikirkan lagu apa yang akan mereka buat balasan.
Ada Lisa yang marah-marah karena Dokyeom mengajaknya ngobrol dan itu membuat ide Lisa hilang begitu saja. Padahal Dokyeom cuma tanya.
Kana dan Rendra yang bingung harus memilih lagu apa. Selama ini kan mereka hanya belajar pelajaran.
Yugyeom yang langsung mendapat ide. Dan masih banyak lagi.
"Waktu habis, saya akan minta Yugyeom Mahendra untuk tampil." Yugyeom maju dengan pede dengan gitar yang dirinya bawa. Semua mata tertuju padanya. Duh jadi orang ganteng banyak fans.
"Ekhem, perkenalkan nama saya Yugyeom Mahendra dari kelas XI MIPA-3 biasa dipanggil Yugyeom. Saya berasal dari Jogja, Indonesia. Disini saya ak-"
"Langsung ke inti, aja kelamaan!" cetus Jaehyun membuat Yugyeom menatapnya sinis.
"Tak kenal maka tak sayang!" Jawab Yugyeom singkat.
"Saya tau saya ganteng jadi saya harap kalian semua akan menyukai perform saya."
"Huek! Amit-amit!!!" geram Lisa sambil berlagak ingin muntah.
"Tingkat pedenya dikurangin dikit, Bang! GeLaY!" - Winwin.
"Sudah, Yugyeom ingin menampilkan apa, Nak?" tanya Mam Aryn lembut.
"Bahaya, Mam." Jawaban darinya membuat Junhoe dengan polos mengatakan, "itu yang lu nyanyiin sama Eunha pas di kelas itu kan?"
Yugyeom mengangguk.
"Cih! Bagusan juga sama gua nyanyinya," astaga. Ingin sekali Dokyeom menutup telinganya memdengar celotehan dari Pak Ketua. Dia menyenggol lengan Eunha di samping.
"Mantan lu cembokur!" cetus Dokyeom pelan. Eunha terkekeh mendengarnya.
"Baik silahkan," Yugyeom memetik gitarnya. Alunan lembut dari bibirnya ditambah suara berat yang membuat semua semakin hanyut.
Sebenarnya aku, ingin dekatmu
Namun ku sadari ku tak bisa
Tak boleh ku di sini
Bahaya ku makin cinta
Pandangannya terus menatap gadis mungil yang berhasil mengunci hatinya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Devil Boy's vs Angel Girl's | 97L [END]
FanfictionAwalnya mereka bersatu sebagai Ivy, karena ada perselisihan mereka berpisah sebagai Devil Boy's dan Angel Girl's. Meski terlihat saling benci, sebenarnya ada rindu yang dalam di hati mereka masing-masing. Start : 24 Agustus 2021 End : 29 Juni 2022...
![Devil Boy's vs Angel Girl's | 97L [END]](https://img.wattpad.com/cover/282294016-64-k704504.jpg)