DBvsAG - 43

107 6 17
                                        

Dua Tahun Kemudian...

Ini sudah tahun semenjak kepergiannya. Banyak yang berubah, mulai dari suasana hingga kedekatan Angel Girl's dan Devil Boy's.

Mereka tak lagi saling membenci dan menjatuhkan. Justru sebaliknya. Saling menyayangi dan mendukung satu sama lain. Seperti saat ini, mereka berkumpul di apartemen yang sengaja mereka beli dulu.

"Lis, mau kemana?" tanya gadis berambut pirang, Mina.

"Gua mau ziarah dulu, Min. Lagi kangen sama Eunha. Lu mau ikut?"

"Ngga deh, Lis. Lu aja, gua udah kemarin ke makam, hehe..."

"Ya udah, gua berangkat dulu, ya!"

"Iya, hati-hati, ya, jangan meninggalkan hati di jalan!"

Lisa terkekeh dan berjalan keluar apartemen. Ia menuju basement dan menyalakan mobil nya. Dengan lincah ia membelah jalanan yang ramai ini.

Semenjak dua tahun ini, ada kebahagiaan dan juga kesedihan. Bahagia karena Ivy sudah kembali. Dan sedih karena tak ada Eunha dan juga...







Jungkook.

Entah mengapa semenjak kepergian Eunha, pria itu selalu menyendiri. Jika ada anggota Ivy yang mengajak untuk bertemu, ia selalu tak ikut. Dengan berbagai alasan. Tak hanya itu, sikapnya sekarang menjadi dingin, sedingin-dinginnya. Entah mungkin karena dia merasa bersalah atau bagaimana.

Tak hanya Jungkook, kepergian Eunha membuat Jaehyun pun ikut menghilang. Sudah berkali-kali Ivy mencoba menghubunginya tapi tak aktif. Melalui sosial media? Tak ada tanda-tanda. Terakhir Jaehyun aktif pada tahun 2030. Ah, tidak hanya dirinya namun juga keluarga Eunha seolah di telan bumi.

Setelah mobil terparkir sempurna, gadis berdarah Indo-Thailand itu turun dengan bunga tabur di tangannya. Kakinya melangkah menuju pintu pemakaman, tak lupa dalam hati ia mengucap salam terlebih dahulu. Ia sempat mencari dimana makam Eunha. Setelah menemukannya, ia dengan senyum melangkah menuju makam Eunha.

Ketika hampir sampai, ia terkejut kala melihat mantan kedua Eunha. Lisa mengurungkan niat nya sejenak. Membiarkan pria Alendra untuk berbicara kepada sahabatnya.

"Eunha, kenapa lu pergi secepat ini? Ini bahkan sudah dua tahun, tapi kenapa gua masih belum relain lu? Nha, maafin gua. Ini semua salah gua, Eunha. Kalau aja gua gak bertindak gegabah pasti lu masih disini. Gua cinta sama lu. Gua sayang sama lu. Kenapa lu pergi, Eunha?! Hiks... Balik, Eunha! Hiks... Balik dan gua bakal nikahin lu. Hiks... Hiks..."

Jujur saja Lisa iba akan ini. Ia menahan air matanya agar tak jatuh. Dengan penuh keberanian Lisa memanggil Jungkook.

"Jungkook..."

Jungkook menoleh dan menghapus air matanya dengan kasar. Menatap gadis Indo-Thailand dengan dingin. Meski dapat Lisa lihat gurat kesedihan.

Lisa tersenyum dan menepuk pundaknya sambil menganggukan kepala. "Gua mau ziarah dulu, habis ini lu jangan langsung pergi, ya. Asa yang mau gua omongin."

Lisa duduk di samping makam dan mengelus nisan Eunha lembut. Pandangannya berubah menjadi sendu nan rindu. Berdoa sejenak sebelum mengobrol dengan sahabatnya.

"Maaf gua baru bisa dateng sekarang, abisnya tugas banyak banget. Tau gak, Nha? Gua kuliah Jurusan Fashion kayanya keputusan yang salah. Tiap hari ada aja tugasnya. Cape gua, Nha. Tapi gua inget kata-kata lu, kalau kita gak boleh merasa menyesal akan keputusan yang telah kita perbuat. Makasih ya, udah bikin gua kembali semangat dengan kata-kata bijak itu.

Gua kangen sama lu, Eunha. Kangen jailin lu, kangen traktiran lu, kangen ngobrol sama lu. Kangen bikin lu kesel sih yang pasti, hahaha.

Banyak yang berubah selama dua tahun ini. Dan lu tau, Nha? Sepupu lu, Jaehyun itu sekarang ngilang. Gatau kemana. Digondol kucing mungkin ya. Terus Jungkook, dia juga gak tau kenapa berubah. Ya dulu emang udah dingin, tapi sekarang dinginnya tuh kaya Kutub Utara dan Kutub Selatan dijadiin satu.

Nha, maaf ya, gua gak bisa lama-lama. Lu bahagia di sana ya. Baik-baik. Gua bakal selalu rindu sama lu. Gua balik ya, Nha. Besok gua bakal dateng lagi. Rest in peace, Eunha."

Lisa mencium nisan yang bertuliskan "Eunha Alea" dan menabur bunga setelahnya. Setelah selesai, ia menoleh ke samping yang ternyata Jungkook menunggunya. Hanya bisa tersenyum.

"Yuk." Jungkook mengangguk. Ketika akan melangkah tiba-tiba saja ponsel Lisa berdering. Segera saja ia melihat nama pemanggil yang bertulis kan, "Bambeng."

"Halo..." terdengar suara keramaian dari seberang telepon. Lisa mengernyit heran. Apa yang terjadi disana? Ada yang menangis, ada juga yang terdengar bahagia.

"Bam, kenap-"

"LU DIMANA LIS?!"

"Gua di makam Eunha, kenapa?"

"Buruan ke Cafe XXX. Ada hal yang harus lu tau!"

"Sekarang?"

"Tahun depan, Lisa Ogeb! Ya sekarang lah!"

"Ck! Iya gua kesana sekarang, mumpung ada Jungkook, tadi ketemu."

"GOOD!"

Bambam menutup panggilan sepihak. Lisa dengan cepat menarik tangan Jungkook menuju luar makam. Jungkook yang sudah di tarik seperti itu hanya bisa pasrah saja.

"Lu kesini tadi naik apa?" tanya Lisa begitu sudah sampai di luar makam.

"Jalan."

"Serius?!"

"Gak. Bohong."

"Yang bener, Jungkook!"

"Gua naik motor."

"Buruan ikut gua ke Cafe XXX, Bambam tadi nelpon gua katanya ada hal yang perlu kita tahu."

Jungkook menjawab dengan mengangguk. Lisa segera masuk ke mobilnya dan mencari jalan tercepat dan tidak macet. Ada perasaan yang mengatakan bahwa ia akan mendapat kabar gembira. Penasaran sekaligus takut bercampur menjadi satu. Sesekali juga Lisa melihat ke kaca spion, untuk memastikan bahwa Jungkook masih mengikuti nya.

Sesampainya di Cafe XXX, Lisa segera memarkir dan turun dari mobil. Ia bergerak cepat menuju area parkir motor. Dapat dilihat Jungkook sedang melepas helm nya.

"Buruan, Jungkook!" Jungkook sendiri berdecak kesal. Setelah selesai dengan aktivitas nya mereka segera masuk ke dalam.

Lisa berjalan dengan sangat cepat. Bahkan Jungkook sendiri, yang lebih tinggi darinya susah untuk menyamakan langkahnya dengan Lisa. Ia menuju ruang VVIP karena tadi Bambam mengechatnya untuk menuju ke sana. Membuka pintunya perlahan dan terkejut dengan pemandangan di depannya. Berkali-kali ia menggeleng tak percaya. Langkah nya berhenti. Diikuti oleh Jungkook yang mengikutinya dari belakang.

Lisa menepuk pipinya bahkan sampai sekeras mungkin. Mencoba mencerna semua ini. Bagaimana bisa terjadi? Bahkan ia juga mencubit punggung tangannya dengan kuku. Terasa sakit. Itu berarti dirinya tidak bermimpi.

Gadis itu mendekat ke arahnya. Mencoba untuk menyapa sahabat bobrok nya yang seperti nya tak percaya dengan ini semua.

"Kalian gak lagi berhalusinasi, kok, Jungkook, Lisa..."

Lisa mencoba untuk percaya, namun ada rasa takut. Karena ia sudah meninggal. Tak mungkin bisa bangun lagi kecuali itu hanya rekayasa, dan gadis itu adalah...





























Eunha.









*
*
*
Tbc.

Devil Boy's vs Angel Girl's | 97L [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang