DBvsAG - 30

113 13 42
                                        

"Kami menyewa dua vila dimana yang satu adalah vila putri dan yang satunya lagi adalah vila putra. Dimasing-masing vila hanya terdapat enam kamar tidur. Perkamar akan diisi oleh dua anak. Pembagiannya, untuk vila putri akan diumumkan oleh Mam Meyra dan untuk vila putra akan diumumkan oleh Pak Cakra, silahkan Mam Meyra dan Pak Cakra."

Mam Meyra menyimpulkan senyum terlebih dahulu sebelum melanjutkan perkataan Bu Ara. Dapat beliau lihat pandangan mata siswa yang masih sayu. "Untuk kamar pertama akan diisi oleh Yuju dan Jihyo, kamar kedua akan diisi oleh Eunha dan Lisa, kamar ketiga akan diisi oleh Rose dan Chaeyeon, kamar keempat akan diisi oleh Jiho dan Naeyeon, kamar kelima akan diisi oleh Mina dan Kana."

"Untuk kamar pertama putra, akan diisi oleh Jaehyun dan Yugyeom, kamar kedua akan diisi oleh Dokyeom dan Jungkook, kamar ketiga akan diisi oleh Junhoe dan Bambam, kamar keempat akan diisi oleh Mingyu dan Eunwoo, dan kamar kelima akan diisi oleh Winwin dan Rendra."

"Untuk kamar sudah ada nomor-nomornya serta kamar mandinya. Dan yang akan menjaga di vila putri adalah saya, Mam Meyra, dan Mam Aryn. Sementara untuk yang vila putra ada Pak Surya juga Pak Cakra."

"Silahkan jika kalian masih ingin melanjutkan tidur kembali, karena kita akan mulai kegiatan pada pukul sepuluh. Sekarang masih pukul lima pagi, masih ada waktu untuk istirahat. Nanti jam sepuluh kita bertemu lagi disini. Selamat istirahat sampai jumpa nanti." 

Seluruh murid berjalan gontai menuju kamar masing-masing. Sungguh lelah rasanya melakukan perjalanan jauh seperti ini. 

***

"Lis, lu mau tidur atau kagak?" tanya Eunha yang sedang membereskan barang bawaannya. Eunha tak mendapat jawaban dari sahabatnya dan menoleh. Astaga. Ternyata Lalisa Ayra sudah tertidur dengan nyenyak, padahal barang bawaanya yang super duper wow banyaknya belum dibereskan. 

Eunha menggelengkan kepalanya melihat sahabatnya ini. "Lisa, Lisa, capek banget pasti lu. Udah tadi lu kesambet, barang bawaan lu sebanyak ini, prihatin gua sama lu, Lis." Eunha berucap miris. 

"Nha, gua denger ya apa lu bilang!" 

Eunha menutup mulutnya dan terkekeh kecil. Menggoda Lisa adalah hobinya. Lisa juga tak pernah memasukkan candaan Eunha ke dalam hatinya. 

"Lu kalau capek tidur aja. Bawaan lu bisa lu beresin nanti. Gua mau ngabarin Kak Hoseok ma Kak Yerin dulu, abis itu nulis diary, baru gua lanjut tidur."

Lisa membuka matanya berat dan membetulkan posisi tidurnya. "Lu gak mau beresin barang gua sekalian, Nha? Lu kan asisten gua."

Asisten katanya. Sejak kapan seorang Eunha Alea menjadi asisten Lalisa Ayra. Yang ada dia terkena mental. "Maaf, Lis. Kalau lu mau barang lu langsung rapi, mending lu suruh Jihyo aja noh."

Lisa berdecak kesal dengan mata yang menutup. "Rapi kagak omelin plus ceramahin iye!" 

***

"YUJU! LU BERESIN BARANG LU. MANA BANYAKNYA PAKE BANGET NGET NGET LAGI! LU TUH CLASS TOUR ATAU DIUSIR MA TANTE NERSYA DAN OM BUNI?!" 

Yuju memandang malas Jihyo Rania. Baru juga merebahkan dirinya ke ranjang, sahabatnya itu langsung mengomel tak jelas. Alasannya hanya karena barang bawaannya belum dibereskan. Padahal itu kan bisa nanti saja. Yang terpenting tidur dulu.

"Hyo, berisik. Iye ah ntar gua beresin. Gua mau bobok dulu."

"Nanti jam berapa? Inget, Ju. Sekarang penyakit semakin banyak. Lu tau itu karena apa? Faktor utamanya karerna lingkungan yang kotor. Ju, lingkungan yang kotor itu gak cuma banyak sampah, kumuh. Tapi lu liat kaya gini, Ju. Ini juga termasuk lingkungan kotor. Atau lebih tepatnya lingkungan yang berantakan. Berantakan merupakan faktor pertama dimana penyakit-penyakit tersebar. Terlebih ini kita ditempat asing, Ju. Nyamuk-nyamuk pasti banyak bertebaran. Gua cuma gak mau lu sakit, Ju."

Devil Boy's vs Angel Girl's | 97L [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang