Pemakaman baru saja selesai. Kini, rumah yang biasa diisi oleh keceriaan, kebahagiaan, seketika berubah menjadi mendung. Tawa yang biasa terdengar, berganti dengan tangis kesedihan.
Kehilangan bukanlah hal yang diinginkan setiap orang. Namun mau tidak mau itu harus terjadi. Kehilangan sosok yang sangat berarti untuk kita adalah hal yang berat. Seolah itu adalah kematian kita sendiri. Selalu kita cegah bagaimanapun caranya. Yah, meski kehendak Tuhan akan tentu berbeda.
Sejak tadi air mata tak berhenti mengalir dari perempuan paruh baya. Hari ini seolah mimpi buruk baginya. Tidak-tidak. Bukan bagi hanya dia saja tetapi bagi semuanya. Mereka harus menerima fakta bahwa salah satu sosok tersayang sudah pergi terlebih dahulu.
"Sor..."
Soraya mendongakan wajahnya. Menatap mantan calon besan dengan mata sembab. Matanya sudah bengkak dan merah. Air matanya bahkan sudah berhenti, namun hatinya tetap menangis. Isakannya tak kunjung berhenti. Atau tepatnya menangis tanpa air mata.
Vandra Alendra-ibu Jungkook, memeluk sang sahabat dari samping dan menepuk-nepuk Perasaannya ikut sedih. Eunha sudah dia anggap sebagai anak kandungnya. Ketika Jungkook memberitahu kalau Eunha adalah pacarnya, hari itu seolah menjadi hari terbaik bagi Vandra.
"Sor.. Aku, Mas Ricky, sama Jungkook turut berduka ya... Aku tau ini berat buat kalian tapi aku yakin kalian kuat, tabah, ya..." Soraya mengangguk sebagai jawaban. Rasanya mengeluarkan satu kata saja sulit.
"Makasih, Van..." Hanya itu. Hanya kata terimakasih yang berhasil keluar dari bibirnya.
"Boleh aku ketemu Yerin dan Hoseok?" Soraya mengangguk.
"Jef, aku turut berduka. Semoga Eunha tenang."
"Thanks, Rick."
"Tante Vandraaa, hiks.. Tan-hiks, Eunha Tante... Eunhaaaa. Huaaaaa hiks Tanteee Eunhaaaa." Histeris Yerin begitu Vandra memeluknya. Meskipun Vandra adalah ibu-nya Jungkook, namun Yerin, Hoseok, dan Jaehyun sudah menganggapnya sebagai tante kandung.
"Yerin Sayang, tenang ya... Eunha udah engga sakit lagi. Eunha udah bahagia sekarang."
Yerin menggeleng dalam dekapan Vandra. "Tan-hiks ini mimpi hiks kan, Tan, ini cuma mimpi kan? Bangunin Yerin hiks Tante bangunin Yerinnn.. Yerin mau Eunha hiks huaaa."
"Yerin, kalau Yerin mau nangis, nangis sepuasnya. Gapapa, asal Yerin janji sama Tante besok engga ada air mata lagi, okay?" Vandra menghapus kristal bening Yerin dengan penuh sayang.
Baik Yerin maupun Eunha sudah ia anggap sebagai anak kandungnya.
Yerin tetap menangis. Mengingat sang adik yang tadi terbujur kaku dengan kain yang menutupi wajahnya. Sekarang, adiknya ada di gundukan tanah itu. Bahkan alam pun seakan mendukung mereka dengan meneteskan air nya deras. Yerin yakin, Eunha pasti kedinginan di sana.
Tangisannya kian mengencang kala segala kenangan manis dengan Eunha terlintas.
Untuk kesekian kalinya, Yerin merasa gagal menjaga Eunha.
"Eunha... Hiks.. Hiks..."
Jaehyun, pria itu memandang kosong ke depan. Ia berusaha menyangkal ini semua. Sepupu—adiknya tak mungkin meninggal. Jaehyun yakin jika Eunha masih hidup. Dulu, dia memang menginginkan Eunha tak ada, tapi bukan seperti ini yang dia inginkan. Menyesal. Jaehyun menyesal.
Tak ada yang bisa ia jadikan sandaran sekarang. Faresya dan Gibran—kedua orang tuanya? Mereka tak datang. Ada hal penting yang harus mereka urus.
Mingyu, ia sibuk menenangkan Mina yang histeris. Kenangan-kenangannya dengan Eunha sangat banyak. Mina menyesal karena tak dapat mengucap kan selamat tinggal untuk Eunha. Menyesal tak membuat hal manis sebelum Eunha pergi.
Lisa. Gadis ceria itu sedang menangis dalam diam. Mencoba merelakan kepergian sang sahabat, tetapi sangat sulit untuk sekarang. Bambam Mervino mendekati dan memeluknya. Mengucapkan kata penenang.
Bambam pun sama seperti Lisa dan yang lainnya. Sangat terpukul. Rasa bersalah semakin ia rasakan. Ini menjadi kesalahan terbesar yang pernah ia perbuat. Jika saja Bambam tak ikut serta membully Eunha mau pun Angel Girl's dulu, mungkin ini semua tak akan terjadi.
Dari semua yang ada, dapat dihitung dengan jari. Siapa saja yang sudah mengikhlaskan kepergian Eunha.
Rose, Jihyo, Yuju, Chaeyeon, Jiho, Junhoe, Winwin, dan Yugyeom. Hanya mereka berenam yang sudah merelakan Eunha. Meski terkadang air mata menetes dari kedua netra, dengan cepat mereka menghapusnya.
Dokyeom. Siapa kira pria berjulukan kuda itu mudah mengikhlaskan kepergian Eunha? Sejak tadi air mata tak kunjung berhenti dari kedua matanya. Mengingat perkataan Eunha yang mengidap kanker, saat di rumah Jungkook lalu. Yuju terus menenangkan nya.
Eunwoo Aristo. Pria albino itu sedang berperang dengan pikirannya. Andai saja dulu ia mengikuti hati nurani pasti kenangannya dengan Eunha akan banyak. Balik lagi, hanya ada andai saja sekarang. Semua sudah terlambat. 'Eunha, maafin gua, Nha. Bahagia dalam istirahat lu.'
Naeyeon. Gadis yang terus menangis tanpa henti. Ia ingin berhenti menangis, namun air mata nya seolah tak mengizinkan itu. Berkali-kali ia menghapus air matanya hingga terasa perih. Berkali-kali pula ia menggelengkan kepala tanda tak percaya. Rasanya baru kemarin ia dan Eunha bertemu, mengobrol, dan tertawa. Sekarang, dirinya menangis. Karena kepergian sang sahabat. 'Eunha, gua yang akan memenuhi janji lu. Mungkin gua banyak salah selama ini, maafin gua ya, Nha. Bahagia selalu.'
Jujur saja, bukan hanya keluarga kandung yang merasa kehilangan anaknya. Tetapi juga dengan Angel Girl's mau pun Devil Boy's. Bagaimana pun, Eunha tetap lah sahabat mereka. Walau ada pertengkaran.
"Tante, Om, maafin Jungkook. Ini semua salah saya."
Jefrian, mendekati Jungkook dan meyakinkan bahwa ini bukan kesalahannya. Walau ia dan Soraya mengetahui apa yang telah terjadi, namun ia tak akan menyalahkan siapa pun. Ini semua sudah takdir. Tak akan ada yang bisa mengelaknya.
Rasanya, menyalah kan seseorang akan suatu hal yang sudah terjadi juga tak akan merubah apa pun.
"Ini bukan kesalahan mu, Nak. Ini semua sudah menjadi takdir Eunha. Doa kan Eunha ya, Nak."
Jungkook mengangguk sambil meneteskan air matanya deras. Ia menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan. Berkali-kali mengucapkan kata maaf.
Menyesal? Tentu saja.
Terlambat. Semua terlambat. Penyesalan ini tak akan merubah segalanya.
*
*
*
Tbc.
KAMU SEDANG MEMBACA
Devil Boy's vs Angel Girl's | 97L [END]
FanfictionAwalnya mereka bersatu sebagai Ivy, karena ada perselisihan mereka berpisah sebagai Devil Boy's dan Angel Girl's. Meski terlihat saling benci, sebenarnya ada rindu yang dalam di hati mereka masing-masing. Start : 24 Agustus 2021 End : 29 Juni 2022...
![Devil Boy's vs Angel Girl's | 97L [END]](https://img.wattpad.com/cover/282294016-64-k704504.jpg)