DBvsAG - 13

171 19 10
                                        

Setelah acara makan makan di apartemen, Jaehyun, Eunwoo, dan Bambam duduk di ruang tengah.

"Heh, tadi tuh makanan dari sapa?" tanya Bambam yang merebahkan dirinya di sofa mahal sambil main handphone.

"Hah heh hah heh, gua ada nama!" kesal Jaehyun yang duduk di karpet, sembari membuka medsos.

"Ck! Jaehyun Elleno makanan tadi dari siapa?" tanya Bambam mengulang pertanyaannya dengan kesal.

Jaehyun menghentikan aktivitas nya yang membuka medsos. Menaruh ponselnya dan mengubah posisi duduknya menghadap Bambam dan Eunwoo, lalu berkata, "yakin lu pada mau tau?"

Bambam menoleh menengok Jaehyun yang mentapnya serius. Begitupun Eunwoo yang meninggalkan aktivitas rebahan di samping Jaehyun.

"Sapa memang?" tanya Eunwoo penasaran.

"Cewek rendah."

Sontak Bambam dan Eunwoo membeku. Pantas saja saat makan tadi, rasanya tidak asing. Meski makanan itu dari Eunha, tidak munafik jika mereka menyukainya.

'Sejak dulu masakan lu selalu sama, ngga pernah berubah sedikit pun, Eunha.'

"O-oh."

"Lu kok ngga bilang si Jae?" tanya Bambam dengan perasaan campur aduk.

"Kalau gua bilang, memang Lu berdua bakal tetep ngga mau?" tanya Jaehyun balik.

"Y-ya tetep mau sih, masakan dia memang enak tapi," lirih Bambam malu.

"Bener, seandainya gua dulu ngga mutusin dia pasti semua ngga akan gini," ujar Eunwoo sambil memelankan suaranya. Namun sayang, Jaehyun dan Bambam masih bisa mendengar itu.

"Maksud Lu apa Eunwoo?!" tanya Bambam terkejut.

"Bukan apa-apa."

Eunwoo membuka handphonenya yang pertama kali memperlihatkan lock screen antara dirinya dengan Eunha. Dia ingat betul kapan foto itu diambil.

Tepat pada hari ulang tahun Eunha, saat itu statusnya masih menyandang sebagai kekasih Eunha. Dia mengajak Eunha untuk jalan keluar, karena memang dia menyiapkan sebuah surprise untuk gadis mungil itu. Eunwoo awalnya menutup kedua mata Eunha dengan kain hitam. Pria albino itu sengaja meninggalkan Eunha sendirian agar Eunha panik. Dan ternyata itu terjadi. Karena tak tega akhirnya ia membuka penutup mata Eunha. Tepat setelah kain hitam itu dibuka, Eunha melihat dirinya berada di taman. Namun kali ini dengan taman yang didekor dengan indah. Nuansa galaksi. Ia membalikan tubuh mungilnya dan melihat Eunwoo yang berdiri dengan kue ditangannya. Memang bukan kue mahal, akan tetapi itu justru membuat Eunha semakin senang dan bahagia. Baginya saat itu adalah hari ulang tahun terbaik selama dia hidup. "Make a wish for all your dreams," ucap Eunwoo sebelum Eunha meniup lilinnya. Eunha mengangguk dan berdoa, "Tuhan semoga di hari bertambahnya aku usia ini, aku semakin bahagia, Ivy tetap bertahan hingga kami semua menua, mama dan papa diberi kesehatan, dan untuk kekasih yang kini berada di hadapan ku, berikanlah dia kebahagiaan selalu, buatlah hubungan kami awet hingga akhirnya kami bisa melanjutkan ke jenjang yang lebih serius." Eunwoo terkejut. Pasalnya Eunha mengucapkan doanya dengan suara yang terdengar oleh siapapun. "Sayang kok doanya engga dalam hati aja?" tanyanya. Eunha menatap manik indah penuh kelembutan dari Eunwoo sebelum menjawab, "Kalau aku berdoa dalam hati, nanti sama saja aku menyimpan rahasia dari mu." Eunwoo tersenyum hingga akhirnya mengecup kening Eunha lembut. "I love you, Eunha Alea," ujarnya. "I love you too, Eunwoo Aristo."

"WOY! EUNWOO ARISTO!!!" teriakan toa dari Bambam Mervino seolah menyadarkannya dari ingatan masa lalu itu. Masa yang indah untuk dikenang.

"Ck! Apaan sih Lu Bam?" tanyanya kesal.

Devil Boy's vs Angel Girl's | 97L [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang