Bagaimana Rasanya Memiliki Abang Seorang Psikopat dan Seorang Ketua Gangster?
Setiap harinya Bahkan Aila Harus Siap Sedia Mengobati dan membersihkan Luka Luka Ditubuh Abangnya Akibat Berkelahi.
Tetapi, Kehadiran Aila itu Justru Membuat Ashraff dan A...
Hari ini Aldi memutuskan untuk menjemput Vanila dan berangkat sekolah bersama. Sedangkan Aila, gadis itu masih betah didalam apartemen, ia tidak ingin pergi ke sekolah dan mendapatkan perlakuan seperti waktu itu.
"Pagi Vanila," sapa Aldi tersenyum, kecil.
"Pagi Aldi," Balas Vanila ikut tersenyum, Cewek itu naik keatas motor Aldi.
"Tumben banget, mau berangkat bareng, biasanya juga bareng sama Anak Calveras yang lain," Ucap Vanila Diperjalanan.
"Lah, Emang kenapa? Enggak boleh berangkat bareng Vanila?"
"Enggak gitu, Al."
"Ya Al pengen aja gitu, Tau Vanila lebih dalam."
Vanila terdiam. "Kenapa?"
"Enggak Papa, Vanila udah makan?" Tanya Aldi mengalihkan pembicaraan.
"Udah dong, Al udah?"
"Nanti, disekolah aja."
Seperti biasa, Aldi memarkirkan motornya dan menghantarkan Vanila Lebih Dulu sampai kedepan kelasnya.
"Nanti Pulang, bareng sama Al lagi, oke?"
Vanila tersenyum, "Oke,"
"Bye, Al kekelas dulu! Belajar yang bener!"
"Iya Aldiano."
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Waduh, Pulang sekolah udah liat yang panas-panas aja," celetuk Rio memakai helmnya.
Hari ini ada yang berbeda, Anak calveras bersama cewek-ceweknya yang sepertinya akan pulang bareng.
Seperti Radit dengan Amanda.
Adam dengan Acha.
Galang dengan Kila.
Samuel dengan Elsa.
Rio dengan Suci.
Dan Aldi dengan Vanila.
Raga yang melihat itu memasang wajah datar, ia merotasikan bola matanya, malas. Dasar. "Iya tau Gua jomblo, tapi manas-manasin nya enggak usah gini juga, bro."
Inti Calveras terkekeh, "makanya cari cewek, Ga! Jangan mau kalah sama Bos!"
"Buang-buang waktu pacaran, mending langsung nikah,"