36. A3; Koma dan sebuah pengakuan

519 49 2
                                        

36. Koma dan sebuah pengakuan.

Aila terbangun dari tidur, ia membenarkan posisinya menjadi duduk. Cewek itu mengedarkan pandangannya, ia lupa jika sekarang tinggal disini. Aila meraih handphonenya dan melihat jam, sudah jam delapan malam. Aila tertidur cukup lama.

Aila bangkit, ia berjalan kearah kamar mandi dan mencuci wajahnya dengan Air. Setelah selesai Aila keluar dan melirik sebuah makanan yang diletakkan diatas nakas, samping tempat tidurnya.

Aila Segera memakannya, ia benar-benar sangat lapar. Aila makan dengan lahap, ini adalah makanan kesukaan Ashraff. Aila tersenyum tipis, ia merindukan cowok jangkung itu.

Aila keluar kamarnya sambil membawa bekas piring makanannya tadi. Pandangannya langsung bertemu dengan seorang wanita paruh baya. Aila tersenyum hangat kearahnya, sepertinya itu adalah istri pertama Papanya.

"Malem Tante," sapa Aila, sopan.

Perempuan itu menatap Aila dengan tatapan tidak suka. "Kamu sekalian cuci piring bekas makan kamu itu ya!" Suruh Liona.

"Iya Tante, Aila cuci piringnya" jawab Aila. Setelah menanyakan kepada Liona dimana Dapur berada, Aila berjalan kearah Dapur dan mulai mencuci piring.

"Mi, Apa-apaan sih? Kok Aila disuruh nyuci piring gitu? Bi Surti Kemana emang?" Sentak seseorang menatap Liona tidak terima.

"Bi Surti mami suruh cuti sebentar. Sekarang kan ada Anak Papi kamu itu, Biar dia yang urus Semua pekerjaan Rumah."

"Tapi mi..."

"Udahlah, Ro. Kamu Lupa, kita dulu susah karena siapa?"

Alvaro terdiam. Liona berjalan meninggalkan Alvaro, perempuan paruh baya itu masuk kedalam kamarnya.

Alvaro menatap Aila dari jauh dengan wajah datar. Iya benar, Alvaro sebenarnya Adalah Kakak Aila juga. Namun, berbeda Ibu. Dulu, Bram meninggalkan Liona dan seorang anak lelaki berumur dua tahun. hanya karena ingin menikah dengan Asyie, Mommy Ashraff dan Aldi. Dan Dari pernikahan itu lahirlah seorang Aila Aletta Sanjaya.

Setelah selesai mencuci piring, Aila kembali masuk kedalam kamarnya. Cewek itu berdiri di balkon kamar sambil melamun. Sekarang bagaimana dengan keadaan Aldi? Apakah sudah lebih membaik?

Alvaro membuka pintu kamar Aila pelan, ia menyapu pandangannya. Alvaro Lantas tersenyum mendapati Aila berdiri di Balkon. Cowok itu berjalan mendekat.

"Aila?"

Aila masih diam. Sepertinya ia tidak mendengar suara Alvaro. Alvaro menepuk pundak Aila, membuat cewek itu langsung tersentak kaget.

Aila menoleh, menatap cowok yang menjadi kekasihnya ini. "Kak Varo disini? Kok tau Aila ada disini?"

Aila langsung memeluk Alvaro, erat. "kak Varo, Bang Al gimana ya keadaannya? Bang Ashraff juga. Aila boleh minta tolong sama kak Varo Enggak?"

Alvaro melepaskan pelukan dari Aila. "Ehem, Ini Rumah Gua!"

"Ma-maksudnya?"

Alvaro mendekat, ia mencondongkan tubuhnya, mendekatkan wajahnya dengan wajah Aila. "Yang Lo tempati sekarang ini, Rumah keluarga Gua!" Ucap Alvaro pelan, tetapi berhasil membuat Aila merinding.

"Kata Papanya Aila, ini Rumah mantan istrinya." Tutur Aila menunduk.

Alvaro tertawa, terdengar jahat di telinga Aila. "Ya, Papa Lo adalah Papi Gua"

"Lo, Adek Gua!" Lanjut Alvaro, mencium Bibir Ranum Aila.

Aila memundurkan langkahnya, ia menatap Alvaro takut sekaligus tidak percaya. "Lantas hubungan yang kemarin itu apa?" Lirih Aila, Air matanya tanpa aba-aba berjatuhan.

ASHALA; A3 [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang