23. Siapa Michael?
Siang ini, Aldi berniat menemani Aurora untuk cuci darah Seperti biasa. Aurora tampak senang, karena ini untuk pertama kalinya ada seseorang yang menemaninya.
Dan orang itu adalah Aldiano, kekasihnya.
Disepanjang koridor rumah sakit, Aldi terus menggenggam erat tangan Aurora. Tidak Sedikit pun Membiar kan Gadis itu Lepas Dari Genggamannya. Aurora menatap Aldi yang kebetulan menatapnya juga.
Aurora terkekeh. "Aurora Enggak papa, Udah biasa Ganteng."
"Enggak Papa kan? Serius?"
"Iya Ganteng, Cantik senang ditemenin Sama ganteng,"
"Maaf ya, Ganteng Baru temenin Cantik sekarang."
"Enggak papa, Ganteng. Ganteng Kan taunya Cantik udah Enggak ada,"
"Tapi, Ganteng Enggak pernah percaya itu, Ganteng selalu yakin Cantiknya Ganteng masih hidup dan surat itu Bohong."
"Masa?"
Aldi memutar bola matanya, lalu terkekeh. "Cantik, Kalo kita sering mimpiin seseorang itu Tandanya apa?"
Aurora mengetuk bibirnya, berfikir. "Orang yang Ganteng mimpiin itu kangen atau Enggak Ganteng yang terlalu banyak mikirin dia, makanya sampai kebawa mimpi."
"Gitu ya?"
"Emang siapa orang dimimpi itu?"
"Vanila Aurora."
Aurora terkekeh kecil, "Bohong Banget,"
"Enggak, Kalo Enggak percaya tanya sama Bang Ashraff,"
Aurora masih Terkekeh, "Yaudah. Ganteng, Cantik cuci darah dulu ya?" Pamit Aurora.
Aldi tersenyum, manis. "Iya, Semangat ya Cantikku Aurora." Aldi duduk di kursi tunggu yang tersedia dirumah sakit. Sambil menunggu, Aldi mengeluarkan handphonenya dan bermain game.
Beberapa jam kemudian, saat Aurora sudah selesai mencuci Darah. Aldi Masuk dan Duduk di sisi Ranjang Aurora.
"Gimana?"
"Biasa aja,"
"Berarti Besok kalo Cantik Cuci Darah lagi, Ganteng mau ikut Cuci Darah juga. Biar darah Ganteng bersih,"
Aurora tertawa, kecil. "Enggak usah aneh-aneh, Ganteng."
Aldi berdecak, "Ck, Iya cantik."
"Ayo Pulang!"
"Ih nanti, kan Baru selesai cuci Darah juga. Masa mau langsung Pulang?"
"Iyalah, Kan Cantik Kuat."
"Vanila, Kamu Harus Banyak istirahat." Sahut seorang dokter. "Vanila udah sembuh dokter Bella!"
Aldi yang mendengar itu tersenyum tipis, bukan hanya dirinya saja, tapi ternyata Aurora menggunakan Nama Vanila kepada semuanya.
"Al, Pacarnya dikasih tau ya, Biar enggak bandel!"
"Kok Dokter tau nama Saya?" Kaget Aldi.
Dokter Bella, menggerakkan dagunya kearah Aurora. "Itu tuh si Vanila suka banget ceritain kamu ke saya!"
Aurora menunduk malu. lihat saja, sehabis ini ia tidak akan menceritakan siapapun lagi kepada dokter Bella. Sedangkan Aldi yang melihat itu tersenyum, sesekali melirik Aurora.
"Ceritain apa aja, Dok?"
"Banyak, Kalo dokter ceritain sekarang, pasien dokter kasihan nanti terlalaikan," dokter Bella terkekeh.
KAMU SEDANG MEMBACA
ASHALA; A3 [END]
Teen FictionBagaimana Rasanya Memiliki Abang Seorang Psikopat dan Seorang Ketua Gangster? Setiap harinya Bahkan Aila Harus Siap Sedia Mengobati dan membersihkan Luka Luka Ditubuh Abangnya Akibat Berkelahi. Tetapi, Kehadiran Aila itu Justru Membuat Ashraff dan A...
![ASHALA; A3 [END]](https://img.wattpad.com/cover/286933182-64-k681604.jpg)