Bagaimana Rasanya Memiliki Abang Seorang Psikopat dan Seorang Ketua Gangster?
Setiap harinya Bahkan Aila Harus Siap Sedia Mengobati dan membersihkan Luka Luka Ditubuh Abangnya Akibat Berkelahi.
Tetapi, Kehadiran Aila itu Justru Membuat Ashraff dan A...
Rian menoleh, ia ikut menatap Ashraff. Cowok itu saling lirik dengan Ghina, mereka bergidik satu sama lain.
"Kenapa Sih Lo, Ash?" Tanya Rian.
Masih belum ada jawaban, Ghina menggeser bangkunya, mendekat kearah Ashraff. Ashraff menoleh, memandangi Ghina dan tersenyum.
"Kenapa?"
"Adekku." Ucap Ashraff, pelan.
Rian yang penasaran, ikut menggeser kursinya dan mendekat. Hari ini Dosen mereka telat masuk karena ada Sedikit urusan katanya.
"Adekmu? Siapa?"
"AL,"
"Kenapa dia? Buat Ulah lagi?" Tebak Rian.
"Dia Hamilin Anak Orang."
Ghina dan Rian melotot. "Hah? Serius?"
Ashraff mengangguk kecil. "Enggak Habis pikir Gua sama Dia. Dia mau Nikah sah secara hukum dan Agama tapi...." Ashraff menjeda ucapannya.
"Kenapa? Lo iyain?"
Ashraff menggeleng, "Gua nyuruh dia buat nikah siri aja, Gimana menurut kalian?" Ashraff bergantian melirik keduanya.
Tak ada Balasan, ketiganya masih bergelayut di dalam pikiran masing-masing. "Bukannya di Agama Kamu Nikah siri itu haram?"
Rian mengiyakan. "Iya, Ash. Perasaan Gua Pernah Denger Juga katanya Haram,"
"Ini Yang Gua pusingin, Sat." Ashraff Berdecak, "Ck, Masa Al Enggak Nikah, Padahal dia udah mau bertanggungjawab atas perbuatannya."
"Al Aneh-aneh aja sih." Tambah Rian diangguki oleh Ashraff.
"Gua bisa aja bawa dia ke Gereja terus dinikahi, umur udah mantep lah, KTP juga Udah punya. tapi Masalahnya, Gua Enggak mau ngerusak Nama baik Keluarga SAGARA. Apa nanti kata omongan orang, Su?!"
Ashraff menidurkan kepalanya di lengan Ghina, Ghina mengelus rambut Ashraff dengan lembut. "Udah enggak usah terlalu dipikirin, Sayang."
"Aku Ngantukkk, Numpang Tidur Sebentar, Ya?"
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Bang, tadi Al udah ngomongin tentang hal ini sama Aurora, dia setuju kita nikah siri." Ucap Aldi mendatangi Ashraff yang sedang Asik bermain PS.
"Darimana Lo? Jam Segini Baru pulang!" Omel Ashraff menggeleng heran, pasalnya sekarang sudah jam dua dini hari.