Bagaimana Rasanya Memiliki Abang Seorang Psikopat dan Seorang Ketua Gangster?
Setiap harinya Bahkan Aila Harus Siap Sedia Mengobati dan membersihkan Luka Luka Ditubuh Abangnya Akibat Berkelahi.
Tetapi, Kehadiran Aila itu Justru Membuat Ashraff dan A...
Ashraff memarkirkan mobilnya di SMA Galaksi. Cowok itu turun dengan tatapan yang sulit diartikan. Beberapa siswa siswi melirik seorang Ashraff Sagara dengan takut.
Ashraff berjalan menyusuri koridor sekolah. SMA GALAKSI juga Adalah sekolahnya dulu. Ashraff menatap gerombolan bujang tanggung sedang bercengkrama di koridor.
"RAGA?!" Teriak Ashraff, berlari menghampiri.
Raga membalikkan tubuhnya, ia menatap Abangnya Aldi tengah berlari kearah gerombolan mereka. "Iya Bang?"
Ashraff menghentikan langkahnya. Ia melirik satu satu teman Aldi yang juga meliriknya. "Ala Mana? Udah berangkat?"
Raga menyenggol lengan temannya satu sama lain. Ia juga tidak tahu akan hal ini. "Kayaknya Belum Bang, Kenapa?"
Ashraff menghela nafasnya, "Udah Tiga hari dia Ngilang, Enggak balik ke apartemen lagi. Gua Enggak tau dia Dimana, Gua udah cari dia dan belum ketemu juga." Jujur Ashraff.
Inti Calveras menatap Ashraff, kasihan. "Nanti kalo dia sekolah, Kita Bilangin Bang" Sahut Rio.
"Atau mungkin kita sama Anak Anak Calveras lainnya juga, bakal turun tangan buat nyari Aila." Jawab Raga.
Ashraff mengangguk, "Siapapun Kalo ada Yang Nemuin Aila, Telpon Gua!"
"Gua Pamit Duluan, Al Sendirian dirumah sakit soalnya."
Seseorang diam diam mendengarkan pembicaraan Ashraff dan Anak Calveras. Cowok itu tersenyum miring menanggapinya. Kita tunggu saja tanggal mainnya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Pagi pagi begini Aila sudah disibukkan dengan berbagai Tugas untuk Membersihkan Rumah. Setelah kepergian Alvaro yang berangkat sekolah dan Bram yang kembali bekerja. Aila dituntut paksa oleh Liona untuk menyelesaikan semua pekerjaan Rumah.
Hari ini Aila masih memilih untuk tidak sekolah. Mungkin, besok. Alvaro dan Bram memaklumi itu. Mereka mengira, Aila masih perlu banyak istirahat.
"NYAPU ITU YANG BERSIH!"
"Iya Tante."
"BISA NGEPEL ENGGAK SIH?"
"Bisa Tante."
"INI APA-APAAN, PIRING KOK MASIH KOTOR PINGGIR-PINGGIR NYA?!"
"tadi Aila udah cuci sampai bersih kok, Tante."
"AILA, RESE BANGET KAMU YA! CIUM NIH, BAJU YANG KAMU CUCI APEK SEMUA BAUNYA!"