26. A3; Surat Cinta?

526 57 34
                                        

26. Surat Cinta?

Shinta keluar dari ruangan Guru, wanita itu mengedarkan pandangannya ke sekeliling koridor sekolah. "Alvaro?"

"Iya Bu Shinta, Kenapa?" Tanya Alvaro, mendekat.

"Kamu tolong Kasih Surat Ini Buat Aila, Dia sudah cukup lama Absen dan tidak masuk sekolah. Sekolah sudah cukup sabar menanggapinya! Apakah dia sudah pindah sekolah?"

"Sepertinya Belum, Bu."

Shinta mengangguk lalu menyodorkan sebuah surat kepada Alvaro. "Tolong nanti sampaikan kepada Aila, terimakasih!" Shinta melenggang pergi.

"Iya Bu!"

Alvaro menatap surat itu, membolak-balikkan nya, ia tidak tahu dimana Aila sekarang berada. Alvaro merogoh handphonenya, ia akan menanyakan alamat gadis itu agar pulang sekolah bisa langsung ia Hantarkan.

Shet'

Alvaro mengangkat kepalanya, melihat seseorang yang mengambil dengan kasar kertas ditangannya. "Gua denger ini buat Adik Gua!"

"Balikin Al, biar Gua yang kasih ke Aila!" Sentak Alvaro mencoba mengambil Surat itu lagi dari tangan Aldi, Aldi menahan tangan Alvaro dan menggeleng.

"Gua kan Abangnya, jadi Gua yang kasih! Lo Enggak usah sok baik Didepan Adek Gua deh, Ro!" Sewot Aldi.

Alvaro berdecih, "Lah, Emang Lo Punya Hak apa Ngatur Ngatur Gua? Buktinya Aila aja senang kalo Deket Gua!"

"Masa?" Aldi menautkan sebelah alisnya. Alvaro menatap Aldi, benci. "Mau Lo Apa sih, Al?"

"Harusnya Gua yang tanya mau Lo apa, Ro!" Sentak Aldi menunjuk Alvaro.

Aurora yang melihat raut wajah Aldi seperti ingin berkelahi, menahan tangan cowok itu. "Ganteng Udah!"

Aldi menggeleng, ia menatap Aurora dan melepaskan tangan gadis yang menahannya itu dengan pelan. "Al harus tanya mau dia Apa deketin Adeknya Al!"

"Al ini masih disekolah!"

"Biarin!"

"Al jangan Aneh-aneh,"

Aldi tetep kekeuh, ingin Berantem.

"Yaudah berantem aja, sebunuh-bunuhan kalo bisa!" Nyalang Aurora, berlari pergi. Aldi menatap kepergian gadisnya. Ia melirik Alvaro sinis, lalu mengejar Aurora.

Alvaro tersenyum miring.




"Cantik, Kamu marah sama Ganteng?" Tanya Aldi, masih mengejar Aurora.

"Enggak!" Jawab Aurora, cuek.

"Masa? Itu mukanya jutek gitu!"

"Suka suka Aurora!"

"Cantik kalo marah lucu banget, jadi pengen gigit."

"Kenapa enggak jadi berantem?"

"Nanti aja, Cantiknya Aku lagi marah Soalnya."

"Serah," Aurora duduk di kursi yang tersedia di koridor sekolah.

Aldi berjongkok, ia menatap wajah Aurora dari bawah. Aurora membuang wajahnya, jangan sampai ia luluh hanya dengan melihat tatapan Aldi.

Aurora berdecak, "Ck, ngapain sih ngeliatin kayak gitu?"

"Mau aja, Soalnya Cantiknya Aku kalo marah bukannya serem malah gemesin."

Aurora menye-menye. Aldi memegang kedua tangan Aurora, lalu menggenggamnya.

"Maaf ya cantik. Ganteng Nakal, Ganteng suka Berantem, Buat masalah."

ASHALA; A3 [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang