Bagaimana Rasanya Memiliki Abang Seorang Psikopat dan Seorang Ketua Gangster?
Setiap harinya Bahkan Aila Harus Siap Sedia Mengobati dan membersihkan Luka Luka Ditubuh Abangnya Akibat Berkelahi.
Tetapi, Kehadiran Aila itu Justru Membuat Ashraff dan A...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
* * * *
Aila berjalan menyusuri koridor sekolah, bel pulang sekolah sudah berbunyi sejak lima menit yang lalu.
Hari ini ia pulang dijemput oleh pak Budi, pria tua itu sudah kembali dari kampungnya.
Aila masuk kedalam mobil. Aila dapat melihat Aldi dari kejauhan, cowok itu berdiri bersama temannya di lantai tiga. Aila tersenyum, tipis.
"Gimana keadaannya kakinya, non?" Tanya pak Budi menjalankan mobilnya.
Aila tersenyum mengingat hal tadi bersama Alvaro. Bagaimana cowok itu mengurut kakinya, pelan-pelan. "Udah Enakan kok pak, Tadi kan diurut sama Tukang urut Ganteng."
Pak Budi terkekeh mendengarnya. Ia bisa melihat gadis itu bahagia sekarang, entahlah ia pikir karena tukang urut Ganteng yang Aila katakan itu mungkin.
Aila memainkan handphonenya. Sedari tadi ia tidak membuka handphonenya ini, Aila tersenyum ada satu pesan dari Aldi.
Ia mengetikkan sesuatu dihandphone nya dan membalas pesan dari Aldi, Abangnya. Tumben Sekali, Cowok itu menanyakan Keadaannya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.