Bagaimana Rasanya Memiliki Abang Seorang Psikopat dan Seorang Ketua Gangster?
Setiap harinya Bahkan Aila Harus Siap Sedia Mengobati dan membersihkan Luka Luka Ditubuh Abangnya Akibat Berkelahi.
Tetapi, Kehadiran Aila itu Justru Membuat Ashraff dan A...
Mwehehe, Gamau basa basi Jangan Lupa Follow, Vote, Komennya 💘💘
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
08. Buku Novel Aila
Seperti saat berangkat sekolah waktu itu, Aldi menurunkan Aila di perempatan SMA GALAKSI.
"Kenapa diturunin disini lagi sih?"
"Lo Lupa?"
"Enggak boleh ada Anak SMA GALAKSI yang tau Lo Ada hubungan darah sama Gua!" Lanjut Aldi.
"Segitunya? Aila kan capek jalan bang,"
"Bodo. Itukan Derita Lo!"
Aila memajukan bibirnya, kesal.
"Ya kalo elo bareng Gua, nanti Kalo Gua ditanya, jawab apa? Lo babu Gua? Temen Gua? Pacar Gua?" Tanya Aldi, menggeleng heran. Cowok itu berlalu meninggalkan Aila yang menatap nanar kepergian motornya.
Sepanjang jalan, Aila terus mengumpat kesal, harusnya lebih baik ia meminta diantarkan oleh Ashraff daripada Aldi.
"Aila? diturunin di perempatan lagi?"
Aila mengangkat kepalanya, ia mengangguk, sebagai jawaban. "Ayo Bareng Gua aja!" Ajaknya.
"Enggak usah, Aila jalan aja gapapa."
"Sekalian Ai!"
"Hm,"
"Udah Ayo, gapapa! Serius." Alvaro memberikan helm, namun ditolak oleh Aila. "Udah Deket, nanggung, kak." Aila terkekeh sambil naik keatas motor Alvaro. Percuma ia memakai helm.
Alvaro tersenyum, Ia menunggu Aila yang sedang naik keatas motornya. "Biar kayak di film-film romantis, dipeluk dong!" Suruh Alvaro Seperti menggoda.
"Lah kenapa? Kan gua pengen nyoba aja gitu, Dipeluk sama Lo diatas motor." Goda Alvaro.
Pipi Aila memerah, entahlah Aila tidak tahu mengapa itu bisa membuatnya tersenyum. "Lama banget, ditungguin juga." Alvaro menarik tangan Aila, dan langsung melingkarkan di pinggangnya.
"Kalo gini, Lo enggak bakal terbang pas gua ngebut."
"Ih, jangan ngebut. Awas aja!" Sentak Aila.
"Iya enggak, Aila."
"Ohiya, Abang Lo anak kelas dua belas kan?" Tanya Alvaro.
"Kok tahu?"
"Nebak aja," jawabnya cepat. "Emang bener?"
"Iya bener," Aila tersenyum.
Sepersekian menit kemudian, mereka sampai di SMA GALAKSI. Aila turun dari motor Alvaro, membuatnya langsung menjadi perhatian sekitar.