Chapter 10

475 72 20
                                        

"Eherm" Julian mendehem memasuki tengah-tengah Arsen dan Caleb. "Udah bisa pulang, kan?"

Arsen berdecak malas, "Baru juga beberapa menit"

"Kamu maunya berapa menit? Seharian???" tanya Julian seketika.

Caleb mengambil alih, "Julian bener, Sen. Kamu harus pulang. Istirahat. Apalagi kan kondisi kamu belum pulih betul"

Julian menatap mata Caleb tajam. "Dah, cukup! Lo gak inget apa aja yang udah lo lakuin ke keluarga gue sama Arsen? So please, jangan banyak drama!"

Caleb menunduk, mengangguk.

"Eh, ini apa-apaan sih, ungkit-ungkit masa lalu orang?" cetus Arsen seketika. "Caleb udah minta maaf. Aku juga udah maafin. Jadi gak perlu lagi ungkit-ungkit yang dulu-dulu"

Caleb berusaha menyudahi, "Sen..."

"Udah, Cal" Arsen menegas.

Julian membuang napasnya sambil mendorong kursi roda Arsen, "Kita pulang"

"Eh, aku belum pamitan sama Caleb!" kata Arsen kelimpungan di kursi rodanya yang berjalan di bawa Julian. Lalu dia berteriak pada Caleb, "Caleb, aku pulaaang!"

Caleb berteriak sambil menaruh kedua tangan di sela mulutnya, "Hati-hati, Sen"

Caleb membuang napas, meratapi keadaan. Meratapi Arsen yang bukan miliknya. Meratapi segalanya.

Sampai datanglah Robert di hadapannya. Caleb menoleh, menatap Robert. Robert membuang napas dan membuka suara, "Saya gak tau rencana kamu apalagi setelah ini, Caleb. Tapi saya hafal dan gak pernah lupa siapa kamu! Jangan kamu pikir saya akan tinggal diam dan membiarkan kamu kembali menjalankan rencana busuk kamu, Caleb!"

Caleb mengernyitkan keningnya, bingung. Dia tersenyum heran, "Maksud Mas Robert apa ya? Saya gak ngerti"

"Kamu tau jelas maksud saya apa! Jangan coba-coba kamu menjadikan niat busuk kamu, Caleb! Apapun itu! Saya pastikan dengan tegas, kamu akan membusuk di neraka kalau sampai kamu ganggu kehidupan Arsen lagi" tegas Robert.

Caleb tersenyum ambigu, "Mas Robert tenang aja. Saya sama sekali gak ada niat apapun yang Mas Robert tuduhkan barusan ke saya"

Mata Robert bergerak jurus pada mata Caleb. Ditatapnya dengan tajam wajah lelaki itu. "I hope so!"

Caleb mengangguk dan tersenyum.

"Inget aja peringatan saya barusan!" tegas Robert.

"Siap, Mas Robert" jawab Caleb dengan bermartabat.

Seiring Robert pun pergi menghampiri mobilnya disana yang sudah ada Hema dan juga Dali, sedang menunggu dengan bingung.

"Kamu ngomongin apa sih sama Caleb? Kayaknya serius banget?" tanya Hema, heran.

"Di rumah saya cerita ya, Mas. Kita pulang dulu. Kasian kamu sama Dali udah capek tuh"

Hema tersenyum, mengusap-usap rambut Robert dengan mesra lalu menjalankan mesin mobilnya.

Robert membalas tersenyum, lelaki itu sejak dulu memang selalu memberikan kelembutan.

~

"Aku gak suka kami deket banget sama Caleb" ujar Julian pada Arsen sambil menyetir mobilnya.

Arsen diam dengan wajah ketusnya. "Emangnya aku ngapain? Selingkuh?"

"Kamu lupa apa yang udah dilakuin Caleb ke keluarga kita dulu?" pungkas Julian, "Aku gak masalah kamu deket sama siapapun kecuali Caleb.

"Oh ya?"

"Iya!"

"Lupa terakhir kali kamu tau Junior suka sama aku, kamu gimana?"

STUCK ON YOU 5 (FINAL 21+)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang