Chapter 38

345 59 11
                                        

"Gue seneng banget, kemaren Bang Iyal jenguk gue sampe malem di rumah sakit, Min" ujar Stefan antusias.

"Bagus dong. Jadi udah gak bete kan?" tanya Yasmin.

"Iya dong. Tinggal tunggu aja, Bang Iyal nembak gue, terus gue terima, terus kita jadian, terus kita ngentot bareng sambil makan seblak di semak-semak! Aaaaaaaa seruuuuu!" Stefan gemas membayangkan.

Yasmin bergidik dengan tatapan ngeri pada Stefan. "Seru lo kali ini emang beda ya, Pan!"

"Iya dooong. Terus terus, Mimin sama Rama gimana??? Udah baikaaan belum??? Udah jadian beluum? Apaaa... jangan-jangan... udaaah..."

"Gue gaplok nih mulutnya!" potong Yasmin, tak mau mendengar penuturan Stefan yang menggelikan.

"Terus gimana, ceritain dooong!" ujar Stefan.

Namun seketika ucapan Yasmin yang hendak dilontarkan menjadi urung ketika dia melihat seseorang di ambang pintu kelasnya. "Si anying! Mau ngapain tuh anak?"

Stefan ikut melirik dan menjuruskan pandangan matanya ke arah pintu kelas. "Tori?"

Tori datang menghampiri kelas Stefan, diikuti dengan beberapa pasang mata yang menjurus ke arahnya.

Meski terlihat gugup dan takut, Tori memberanikan diri sekuat tenaga. Buang malu untuk menemui Stefan.

"Wiiiihhh, masih berani lo dateng kesini! Minta dikeroyok lo?" tanya Yasmin dengan gahar.

Stefan hanya diam memerhatikan Tori. Sementara Tori terlihat gugup. "Gue kesini... mau ngomong sama lo, Fan!"

Stefan mengernyitkan keningnya, "Soal apa?"

Tori menghela napas, lalu berujar, "Gue mau minta maaf untuk semua kejahatan gue sama lo. Gue udah nipu dan hianatin lo. Tapi sumpah, Fan! Dari semua itu, gue cuma terhasut sama Miska. Gue butuh uang, Fan. Gue-"

"Stop, Tor!" potong Stefan seketika. "Semua sifat busuk lo itu gue udah tau. Gak perlu gue jelasin pake kata-kata juga gue bisa ngebaca! Keliatan!"

"Eh, kunyuk!" Yasmin menoyor kepala Tori, "Apa lagi rencana busuk lo itu, hah? Apaaan cepet? Gue udah gak sabar pengen tau! Apalagi yang disuruh si Miska dan Bokap bejatnya dia tuh untuk ngancurin keluarga Januar lewat Stefan, hah?"

"Sumpah demi apapun, gue udah gak berurusan lagi sama mereka, Yas! Gue sungguh-sungguh kesini mau minta maaf sama Stefan!" ungkap Tori.

Yasmin mendelik, masih tak percaya. "Jangan percaya, Fan!"

Stefan mengumpulkan keyakinan dan pembenaran di hatinya bahwa Yasmin benar. Tori hanya berpura-pura.

"Terserah, lo mau anggep ini boongan apa becanda, Fan! Tapi yang jelas. Gue tulus mau minta maaf sama lo! Dan satu lagi, soal perasaan gue ke elo waktu itu, gue gak pernah pura-pura. Sejujurnya gue beneran suka sama lo. Mungkin itu adalah titik disaat gue jatuh cinta sama lo, Fan!" aku Tori panjang lebar. "Gue sayang sama lo, Stefan!"

"Oooooohhh... jadi lu sayang sama Stefan???" teriak suara seorang lelaki dari ujung pintu kelas.

Semua mata turut menjurus ke arah lelaki itu, teralihkan.

Stefan terperangah dan melotot, "Bang Iyal"

"Mampus lu, Fan!" Yasmin menoyor kepala Stefan.

"Adrial..." Tori mendadak ciut ketika melihat sosok Adrial disana.

"Bang Iyal ngapain kesini? Bukannya hari ini ada jadwal bola?" tanya Stefan setelah tiba di hadapan Adrial yang bersandar di bilah pintu.

"Kenapa? Gak suka lo?" tanya Adrial ketus.

STUCK ON YOU 5 (FINAL 21+)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang