Chapter 34

379 66 21
                                        

"Lo nanti gak mau ikut, Yal?" tanya Sabtu yang akhirnya memilih duduk bersama Rabu di kursi makan Adrial di kantin.

Adrial yang menyantap bakso gunung itu bertanya dengan bibir merah dan wajah cerahnya. "Kemana?"

"Ngentotin Bu Nita!" cetus Rabu.

TLAK!!! Sabtu menggaplok bibir Rabu. "Mulutnya! Mulutnyaaa! Kasar!!!"

Rabu meringis ngilu sambil memegang bibirnya. "Lagian, udah tau kita semua mau jenguk si Epan! Pake nanya pula"

Adrial sambil mengunyah, matanya menatap kosong ke lantai kantin. Dia berpikir sejenak. Apa benar Stefan sakit karenanya. Sampai tak masuk sekolah begini. Adrial jadi tak enak hati.

"Tengok kali, Yal! Barang sebentar!" ujar Sabtu seketika.

Adrial berdecak, "Ogah ah! Males banget! Tar dia kegeeran lagi"

"Jangan gituuuu" ujar Sabtu.

"Padahal dulu aja, kecintaan banget sama si Stefan! Sayang parah! Sampe suka cemburu liat Stefan sama Tori. Cemburu liat Stefan ngejar-ngejar Aidan! Gimana sih!" tukas Rabu.

Sabtu melotot dan langsung menggaplok pipi Rabu dengan kencang.

Adrial mengernyitkan keningnya, memikirkan kalimat Rabu barusan.

"Aduuuhhh!!!" Rabu meringis sakit.

"Jangan ngomong yang enggak-enggaaaaakkk depan Iyaaaaall! B e be, g o go, Bego!!!" omel Sabtu.

"Siapa yang ngomong enggak-enggak? Kan emang bener!" Rabu berkata polos.

Sabtu makin geregetan, "Lo gak inget kata dokternya apa, hah? Adrial jangan diingetin yang berat-berat dulu! Nanti dia bisa collapse, dongo!"

"Aaaawhhh!!!" Adrial meringis memegang kepalanya, sakit di kepalanya mengerang seketika.

"Yal! Yal! Lo gapapa, Yal?" tanya Sabtu panik.

"Adrial, sorry! Gue barusan becanda kok! Boongan, boongan! Gak serius!" tukas Rabu.

"Gue bilang juga apa kan! Makanya!" omel Sabtu pada Rabu.

Rabu mengoyo, tak terima di omel seperti itu oleh saudara kembarnya sendiri.

"Yal, minum dulu, minum dulu!" Sabtu menyodorkan segelas air mineral ke arah Adrial.

Adrial pun turut meminum air mineral tersebut.

"Apa mau ke UKS aja?" tanya Sabtu.

"Atau ke rumah sakit? Ya mau ya, ke rumah sakit, Yal?" ujar Rabu yang paling panik.

"Udah gapapa gapapa. Kepala gue cuma sakit banget tadi" kata Adrial.

"Udah jangan dipikirin omongan si bekantan tuh! Gak bener kok itu!" ujar Sabtu.

Adrial terdiam, menghela napas. Menghilangkan segala pikiran beratnya meski mencoba.

~

"Payah banget sih lu, baru gitu aja udah masuk rumah sakit" cetus Rabu pada Stefan yang terbaring lemah di atas ranjang tidurnya di rumah sakit.

Stefan tersenyum pelan.

Yang lain malah sewot pada Rabu.

"Fan... cepet sembuh ya. Kita semua berdoa supaya lo bisa sembuh dan keluar dari rumah sakit ini" ujar Dali.

Stefan tersenyum pada Dali, "Makasih ya Dali"

"Sama-sama, Fan!" jawab Dali.

Lalu mata Stefan teralih ke arah Aidan yang sejak tadi terus memandanginya.

STUCK ON YOU 5 (FINAL 21+)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang