"Arsen!" panggil Julian seketika. Disana Robert juga tengah menunggunya bersama Hema.
Arsen pura-pura tak menggubris suaminya. Dia terus berbasa-basi dengan Caleb.
"Hey!!!" Julian refleks memegang keras tangan Arsen.
"Aaahh!!! Sakit!" Arsen melepas tangannya dari genggaman Julian.
"Kamu benar-benar keterlaluan, Sen!" tukas Julian.
"Apa sih"
"Sen, please! Kenapa sih kamu jadi kekanak-kanakan kayak gini?" tanya Julian.
"Kekanak-kanakan gimana maksud kamu?" tukas Arsen. "Hanya karena aku mencabut tuntutanku terhadap Miska dan Tori, itu artinya aku kekanak-kanakan???"
"Iya, Sen!" cetus Julian.
"Lebih kekanak-kanakan mana hah, yang kadar cemburunya udah gak tau batas???" timpal Arsen.
Julian terdiam menelan ludahnya. Matanya masih melotot.
Caleb berusaha mengambil alih, "Julian, kalau kamu keberatan soal-"
"Eh lo diem ya lo ya! Gue gak lagi ngomong sama lo, anjing!" tegas Julian.
Caleb terdiam mundur.
"Aku gak ngerti lagi sama Papa!" tukas Aidan pada Arsen seketika. "Ngapain Papa cabut tuntutan itu, hah? Mereka jelas-jelas udah buat Adik aku celaka, Pah!"
"Aidan, please! Kalo kamu belum punya waktu untuk berpikir rasional, jangan coba-coba salahin Papa, oke?" cetus Arsen.
Miska dalam hati bergumam, "Makin rame aja nih drama. Ayo dong, bantai-bantaian. Biar makin seruuu!"
Robert hanya diam, memperhatikan tiap gelagat dari orang-orang ini. Begitu pun dengan Hema.
Julian menghela napas, pasrah. "Udah, Nak. Gak ada gunanya kita disini. Ayo kita pergi dari sini"
Aidan menurut seketika. Dia pergi bersama Daddy-nya, meninggalkan ruangan itu.
Tinggalah Robert yang berdiam diri menghadap Arsen.
"Buper mau salahin aku juga?" tanya Arsen. "Apa aku salah, Buper?"
"Gak ada yang perlu disalahkan. Kamu juga gak salah. Itu keputusan kamu, Sen. Tapi ingat, waspada itu tetap perlu ya" ujar Robert seketika.
Arsen menelaah baik-baik ucapan Robert barusan.
"Kalau ada apa-apa, tolong jadikan Buper sebagai orang yang pertama kali kamu hubungi" ujar Robert.
Arsen mengangguk, paham. "Makasih, Buper"
Robert seketika pergi dengan tatapan yang tak lepas dari Caleb. Disusul Hema di belakangnya.
~
"Aidan gak ngerti lagi sama jalan pikiran Papah, Dad! Sebenarnya ada apa sih sama kalian berdua?" tanya Aidan dengan kacamata hitamnya. Duduk tak tenang di kursi depan mobil.
"Daddy juga gak ngerti, Nak. Seakan semua yang Daddy lakuin terasa salah dimata Papa kamu" ujar Julian seketika.
Aidan seketika menoleh ke arah Daddy-nya. Ditatapnya Julian lamat-lamat. "Dad! Please... sebenernya ada apa sama kalian berdua?"
Julian membeku, menelan ludahnya. Berusaha menyimpan baik-baik segala masalahnya dengan Arsen dari Aidan.
Aidan menggenggam tangan kiri Julian seketika, "Daddy, please! Did you two okay? Kalian baik-baik aja kan? Kalian gak ada masalah kan?"
Julian kemudian menyunggingkan senyumannya. Aidan tak tahu bahwa senyuman itu begitu munafik menyembunyikan dukanya. "Yeah, I'm fine! We're okay" jawab Julian.
KAMU SEDANG MEMBACA
STUCK ON YOU 5 (FINAL 21+)
Teen FictionLGBT 21+ CONTENT!!! homophobic, DONT!!! Akankah utuh??? ~~~ Thank you, selamat membaca. Lara & Husband First Chapter : 6 April 2020 Final Chapter : 28 Agustus 2022
