BRUSSHHH!!! Ciiiiittttt!!!
Mobil tiba-tiba berhenti mendadak membuat Adrial hampir terjedut dashboard mobil.
Stefan menganga seketika dengan hal mendadak yang tak pernah disangkanya.
"Lo tuh bisa bawa mobil gak sih? Bego banget!" Adrial langsung sungut.
"Bisa, Bang! Tapi ini gak tau kenapa" jawab Stefan kebingungan.
"Yaudah lo cek sana!" suruh Adrial.
"Tapi ujannya keras banget. Mending kita tunggu reda dikit, abis itu-"
"Lama! Gue mau cepet pulang!"
"Iya iya, sebentar" Stefan nekat keluar dari mobil dan berbasah-basah ditengah derasnya hujan di jalanan yang sangat sunyi tersebut.
Adrial memerhatikan Stefan dari dalam mobil. Terlihat Stefan sedikit menggigil memeriksa mobilnya. Nyatanya benar saja dugaan Adrial barusan.
"Bannya bocor, Bang!" teriak Stefan dari luar mobil.
Adrial menyuruh Stefan masuk dengan mengibaskan tangannya.
Stefan masuk ke dalam mobil dan mengecilkan suhu AC mobil.
"Kenapa?"
"Bocor!"
"Bocor???"
Stefan mengangguk.
"Gila!"
"Ada ban serep kok di belakang" Stefan memberikan sedikit solusi dengan badan yang menggigil kedinginan.
"Yaudah lo ganti sono buru!" suruh Adrial.
Stefan dalam keadaan menggigil turut menjawab, "Tapi tunggu ujannya redaan dikit ya, Bang. Epan juga gak bisa ganti sendiri. Mungkin Epan mau coba telpon bengkel"
Adrial berdecak malas lalu membuka ponselnya.
"Tunggu ya, Bang" kata Stefan lagi.
Bahkan Adrial tak peduli dengan Stefan yang kebasahan dan kedinginan seperti itu. "Udah, gue udah nelpon taksi online! Biar gue pulang naik itu aja"
"Terus Epan?"
"Ya kan lo diem di mobil, apa masalahnya?"
"Tapi masa Epan sendirian?"
"Lo kan bisa nelpon bengkel, gimana sih?"
Stefan terdiam, menatap penuh ratap pada Adrial yang terlihat biasa saja. Bahkan sama sekali tak peduli padanya.
"Nyesel banget gua ikut sama lo!" cetus Adrial.
"Maaf ya, Bang Iyal" lirih Stefan.
Adrial hanya diam sampai akhirnya taksi pesanannya tiba. Adrial langsung siap-siap.
"Bang Iyal, beneran mau ninggalin Epan?" tanya Stefan.
"Makasih deh!" Adrial turun dari mobil lalu pindah masuk ke dalam taksi online pesanannya. Dia benar-benar pergi meninggalkan Stefan sendirian di dalam mobilnya.
Stefan menghela napas dengan berat, matanya berkaca-kaca. Dia berkata pelan, "Kamar kenapa udah berubah banget, ya Tuhaaan?"
~
"Lo tinggalin???" Aidan tak percaya dengan cerita Adrial barusan.
"Iya" jawab Adrial yang sehabis membilas rambutnya yang sedikit basah.
"Parah lo! Lo kok ninggalin dia gitu aja sih, Yal?" tanya Aidan.
"Lu kemana gua tanya? Gak ngasih kabar, gak ngapain. Gue nunggu kelamaan!"
KAMU SEDANG MEMBACA
STUCK ON YOU 5 (FINAL 21+)
Ficção AdolescenteLGBT 21+ CONTENT!!! homophobic, DONT!!! Akankah utuh??? ~~~ Thank you, selamat membaca. Lara & Husband First Chapter : 6 April 2020 Final Chapter : 28 Agustus 2022
