Stefan menutup mulutnya, bingung harus memulai darimana untuk melakukan sesuatu. Dia yakin sekali bahwa di dalam mobil itu adalah Adrial. Dia sama sekali sedang tidak berhalusinasi. Itu Adrial. Itu Mario.
Stefan langsung kembali ke dalam mobil, lalu hendak menelpon Aidan. Namun begitu melihat kontak Aidan di ponselnya, ia malah pikir lagi untuk menelpon Aidan.
Lalu dia kembali scrolling down layar ponselnya dan menemukan nama kontak Aldo yang tak jauh dari nama kontak Aidan. Tanpa pikir panjang, Stefan pun langsung menelpon Aldo dengan cepat.
Tak di jawab, Stefan gemas sendiri. "Kak Aldoooo plis dooong. I've really need you!!!"
"Halo?" suara di ujung telon terdenger serak. Aldo sepertinya sudah tidur.
"Kak Aldo! Ini aku Stefan kak"
Aldo mencoba mengencangkan darahnya, nyawanya belum ngumpul, "Hmm iyaah, kenapa Fan?"
"Kak! Aku minta tolong sama kakak, penting! Plis!"
"Apa tuh?" tanya Aldo setengah sadar.
"Oli mobil aku abis, mogok di jalan Kenanga. Terus..."
"Terus apa?" Aldo menyeka wajahnya agar cepat fit.
"Aku abis liat Adrial di mobil orang tadi kak!"
Bukannya fit, Aldo malah tertawa. "Fan, please! Gue tuh gak mau jadi kayak anak-anak lain yang pengen bully lo! Tapi setelah lo ngomong ini, gue malah jadi ragu"
"Kak, serius, kak! Aku berani sumpah demi Tuhan! Aku gak boong! Kamar tadi ada di dalem mobil dari arah Jalan Kenari. Ayo dong, kak" Stefan berusaha sekuat tenaga untuk meyakinkan Aldo.
"Yaudah yaudah, gini aja. Gue otw kesana bawa oli ya. Lo shareloc. Lo tunggu situ!"
"Iya, kak! Makasih ya"
Aldo langsung menutup telpon, buru-buru. Celana pendek dan jaket cokelat menjadi pelindung tubuhnya kini menuju luar.
~
"Gimana keadaan anak saya, Dok?" tanya lelaki itu setelah akhirnya Adrial ditangani oleh seorang Dokter di rumah sakit yang jauh dari Platinum.
"Pasien hanya mengalami panas dingin biasa. Hal ini murni dan biasa untuk orang yang baru sadar dari komanya" ujar Dokter.
Lelaki itu melotot seketika, "J-jadi... anak saya ini udah sadar dari komanya, Dok?"
"Iya. Ia sudah pulih, seperti sedia kala. Hanya saja, saat ini putra bapak memerlukan istirahat yang cukup dengan asupan gizi yang lebih" jelas Dokter.
"Sial!" cetus lelaki itu seketika, mengutuk keadaan.
Dokter yang mendengarnya turut terheran-heran, "Sial kenapa, Pak?"
Lelaki itu terengah, salah tingkah, "Oh, enggak. Sial, Dok! Kenapa saya gak memerhatikan lebih gizi anak saya. Makanya saya kesel sama diri saya sendiri. Gak ada perhatian lebih untuk anak saya"
Dokter pun mengangguk, "Oohh... makanya mulai sekarang, tolong di perhatikan Putranya ya, Pak"
"Siap, Dokter!"
"Kalau gitu saya permisi dulu"
"Baik, Dok. Terima kasih"
Setelah Dokter pergi, barulah lelaki itu kembali mengutuk diri. Dia panik dan harus menyusun rencana baru. "Aduh, bahaya nih kalo sampe Adrial sadar dan tanya-tanya soal gue, soal orang tuanya, soal keluarganya. Bisa-bisa gagal rencana gue"
Lelaki itu pun terus memutar otaknya agar semua rencananya dapat terjadi.
~
Setibanya di tempat, Aldo langsung saja membantu Stefan untuk memasang oli barunya pada mesin mobil Stefan.
KAMU SEDANG MEMBACA
STUCK ON YOU 5 (FINAL 21+)
Novela JuvenilLGBT 21+ CONTENT!!! homophobic, DONT!!! Akankah utuh??? ~~~ Thank you, selamat membaca. Lara & Husband First Chapter : 6 April 2020 Final Chapter : 28 Agustus 2022
