15

4.7K 555 35
                                        

Naruto telah berjanji pada istrinya akan memberikan persalinan yang nyaman dan minim rasa sakit saat awal kehamilan wanita itu dulu. Jadi selama beberapa bulan terakhir Naruto mencari tempat yang tepat dan dia mendapatkannya di kota Fujisawa.

Sebetulnya Ibu sudah memberitahunya soal tempat ini, tapi dia menginginkan tempat di Tokyo agar dia tak perlu meninggalkan pekerjaan di kantor dan bisa berpegian menemani istrinya di rumah sakit namun karena beberapa alasan dia berakhir tetap memilih tempat ini.

"Kurasa kita salah alamat." Hinata menoleh ke arah luar kaca mobil dan bicara pada suaminya.

"Tidak, ini benar tempatnya." Naruto lalu membuka seatbelt dan membantu istrinya untuk bersiap turun.

"Naruto, kurasa ini penginapan bukan rumah bersalin." Hinata masih memegang pinggulnya yang terasa sangat pegal setelah lebih dari satu jam duduk di dalam mobil.

Naruto membawa tas besar milik istrinya dan sebuah koper dari dalam bagasi mobil. "Lihat bangunan yang di sana, itu adalah rumah bersalinnya." Sedangkan bangunan di depan mereka ini memang penginapan untuk persiapan persalinan. Dia sudah kemari seminggu yang lalu untuk memeriksa tempatnya, tentu saja dia lakukan ini untuk istrinya.

"Jadi rumah bersalinnya terpisah dengan tempat kita akan menginap?" Hinata tidak tahu kalau ada tempat seperti ini. Awalnya dia ragu saat Naruto mengatakan ingin membawanya ke rumah bersalin dan bukan rumah sakit. Namun Ibu Naruto telah meyakinkannya bahwa tempat ini benar-benar bagus, hanya kalangan atas yang bisa mendaftar di sini, karena tiap satu bulan mereka hanya akan menerima tujuh orang pasien saja.

"Ya, kau akan beristirahat di sini beberapa hari sampai waktu persalinan tiba." Naruto lalu membawa istrinya melangkah masuk ke rumah penginapan satu lantai itu. Tempatnya nampak mewah namun tradisional di saat yang bersamaan. Bangunan kaca itu nampak indah dari luar dan jauh lebih luar biasa dari dalam.

Langit-langit bangunan yang tinggi membuat tempat ini nampak luas, meski ada aksen kayu-kayu jati yang kokoh membuat kesan tradisional, tapi semua furniture di dalam tempat ini nampak modern dan jelas sangat mewah.

Sepasang suami-istri itu melangkah masuk dan dua orang wanita telah menyambut mereka di tempat semacam meja reservasi. "Selamat datang, Tuan dan Nyonya Uzumaki."

Naruto lalu mengurus reservasinya di meja, sedangkan pembayarannya sudah dia lakukan sejak seminggu yang lalu.

"Dokter juga sudah menunggu anda datang sejak pagi, itu dia." Seorang wanita penjaga reservasi memberitahu Naruto seraya menunjuk ke arah sudut kiri tempat ini.

"Naruto, kau terlambat datang!" Wanita bernama Tsunade itu melangkah cepat untuk menyapa tamunya tersebut. Dia jelas mengenal pria muda Uzumaki itu.

"Lama tak bertemu, Nek." Naruto lalu memeluk singkat wanita itu untuk menyapa.

"Sial, kau masih memanggilku Nenek!" Hardik Tsunade dengan tatapan memicing.

Naruto hanya tertawa, ayolah wanita itu seumuran dengan Kakeknya. Dia telah mengenal Tsunade sejak lama karena wamita itu kerabat kakeknya dan juga dulu pernah menetap di Tokyo sebelum berhasil mengembangkan rumah bersalin ini dan menetap di Fujisawa. "kenalkan ini istriku, Hinata." Dia lalu merangkul pinggil istrinya dan membawa wanita itu untuk diperkenalkan.

Hinata tersenyum tipis dan menyambut uluran tangan wanita berambut pirang di hadapannya.

"Kenalkan aku Tsunade, Dokter yang akan menangani persalinanmu sekaligus ya pemilik tempat ini." Tsunade lalu menyapa istri Naruto dan tersenyum hangat untuk menyambut keduanya secara resmi.

"Mohon bantuannya." Hinata berujar tulus, dia tak menyangka kalau wanita pemilik tempat ini sampai menyambut mereka berdua. "tempat ini luar biasa."

AgreementTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang