Hola Amigos! Apa kabarnya nih? Semoga semuanya baik-baik aja ya, Dear. Tanpa berlama-lama lagi, langsung aja kita lanjutkan kisah Killa dan Abi. Semoga kalian suka❣
🌺Happy Reading🌺
Killa tiba-tiba saja terbangun dari tidurnya. Tidak biasanya ia bangun di tengah malam seperti ini. Perempuan itu melihat suaminya tengah terlelap dengan wajah yang begitu damai. Ada rasa tidak tega, tapi ia juga tidak bisa menahan dirinya untuk tidak membangunkan suaminya.
"Mas," ucap Killa sembari mengguncang pelan tubuh Abi.
"Kenapa, Sayang?" tanya Abi tanpa membuka matanya.
"Aku mau sesuatu," jawab Killa membuat Abi mau tidak mau membuka matanya.
"Mau apa?" tanya Abi sembari duduk bersandar di kepala ranjang.
"Nasi goreng pelangi," jawab Killa.
"Nasi goreng pelangi gimana?" tanya Abi tak mengerti.
"Itu loh, Mas, nasi goreng yang warna warni. Ada warna merah, kuning, hijau, ungu, biru, gitu." terang Killa dengan nada manjanya.
"Memangnya ada?" tanya Abi yang baru pertama kali mendengar nasi goreng seperti itu.
"Ada, Mas." jawab Killa.
"Baiklah, Mas akan carikan nasi goreng pelangi untuk kamu." ucap Abi sembari beranjak menuju kamar mandi.
Tak lama kemudian, Abi keluar dengan wajah yang basah sehabis cuci muka. Ia tak lupa mengganti pakaiannya dengan kaos dan celana santai. Setelah berpamitan, ia pergi mencari nasi goreng yang diinginkan oleh Killa. Setelah kepergian Abi, Killa keluar dari kamar untuk mengambil minum dan cemilan. Ternyata di dapur ada Syasya yang sedang mengisi botol minumnya juga.
"Kebangun juga, Mom?" tanya Syasya yang dijawab dengan anggukan oleh Killa. "Tadi Syasya denger suara pintu utama kebuka, Daddy pergi?" tanyanya lagi.
"Iya, Daddy kamu nyari nasi goreng pelangi," jawab Killa.
"Oh, gitu. Mommy mau aku temenin?" tawar Syasya.
"Boleh, temenin nonton di ruang keluarga aja," jawab Killa.
"Kalo gitu, aku siapin dulu sofabednya biar Mommy nyaman." ucap Syasya.
"Makasih, ya. Maaf ngerepotin kamu terus." ujar Killa.
"Mommy sama sekali nggak ngerepotin," jawab Syasya lalu pergi ke ruang keluarga.
Setelah semuanya siap, barulah Killa bergabung. Mereka memilih film secara acak dan menontonnya sembari sesekali berbincang mengenai berbagai hal. Sejak dulu, Syasya memang sering bercerita pada Killa. Apalagi mengenai Daddynya yang super duper protektif. Meskipun terlihat sangat mandiri, nyatanya Syasya memiliki sisi manja yang hanya bisa ia perlihatkan di depan Killa selaku teman terdekat sekaligus ibu sambungnya.
"Kamu gak pernah kangen sama Mommy kamu?" tanya Killa tiba-tiba.
"Kami tidak pernah menganggapnya sebagai ibu. Bukan karena kami tidak sopan, tapi memang dia tidak layak menyandang gelar itu. Ibu mana yang tega berniat menggugurkan calon anaknya demi pria lain yang lebih tampan dan kaya." terang Syasya dengan menggebu-gebu.
"Bagaimanapun juga, surga kalian ada padanya." ucap Killa.
"Nggak, Mom! Surga kami ada pada Mommy. Dia memang perempuan yang telah melahirkan kami tapi tidak dengan merawat, mendidik, apalagi menyayangi. Kami tidak akan pernah bisa menganggapnya sebagai seorang ibu." jelas Syasya.
"Kalau suatu saat nanti, Mommy kalian datang dengan niat baik, apakah kalian tetap akan membencinya?" tanya Killa penasaran.
"Dia tidak akan pernah datang, Mom. Kami sudah menunggu niat baik itu selama lima tahun, tapi sampai detik ini tidak pernah ada kabar apapun tentangnya." jawab Syasya.
"Kita tidak pernah tau apa yang akan terjadi besok, Sya. Kalau memang Mommy kalian datang dengan niat baik, seharusnya kalian menerima dengan tangan terbuka. Mommy kamu juga pasti punya alasan tentang kepergiannya. Mungkin dia terpaksa dan bisa saja kan dia akan berubah." terang Killa.
"Aku nggak yakin, Mom. Dia terlalu jahat untuk bisa kita terima." ucap Syasya.
"Sepertinya ada yang sedang asik berbincang." ucap Abi yang baru saja kembali dari mencari nasi goreng pelangi. "Apa yang sangat asik itu?" tanyanya.
"Ini urusan perempuan." sahut Syasya.
"Dapet nasi gorengnya, Mas?" tanya Killa dengan berbinar.
"Tentu saja." jawab Abi sembari memamerkan makanan yang dibawanya kepada Killa.
"Makasih, Mas." ucap Killa lalu memeluk Abi.
"Aduh, males deh liat adegan mesra gini. Hargain jomblo kayak Syasya ini kek." celetuk Syasya membuat Abi dan Killa terkekeh.
"Gak usah manyun gitu! Sekarang mending kita makan sama-sama." ajak Killa.
"Kalo bagian makan, Syasya gak akan nolak." jawab Syasya membuat sepasang suami istri dihadapannya kembali terkekeh.
"Sebentar, Daddy ambil dulu peralatan makannya." ucap Abi sembari bangkit dari duduknya.
Tak lama kemudian, Abi kembali dengan peralatan makan dan langsung menata nasi goreng yang tadi dibelinya. Killa yang melihat nasi goreng yang sesuai dengan harapannya pun tak sabar untuk segera menyantapnya. Begitu juga Syasya yang tergoda oleh aroma nasi goreng di hadapannya.
"Mas mau?" tawa Killa setelah mencicipi rasa dari masing-masing nasi goreng yang berbeda warna.
"Kalian saja dulu." jawab Abi.
"Ini enak, Dad, dimana belinya?" tanya Syasya ditengah kegiatan makannya.
"Daddy lupa nama tempatnya." jawab Abi.
"Daerahnya gak inget juga?" tanya Syasya lagi.
"Ingat." jawab Abi.
"Kapan-kapan kita makan di sana langsung ya." pinta Syasya.
"Boleh." jawab Abi.
Syasya kembali asik dengan makanannya begitu juga dengan Killa yang sedari tadi sudah fokus dengan nasi goreng berwarna biru. Abi juga mulai mengambil nasi goreng putih yang nampak lebih normal di matanya. Ia tidak bisa memakan makanan yang terlihat tidak normal. Meskipun sebelumnya ia telah memastikan keamanan dari semua makanan itu. Tentu saja hal itu ia lakukan demi Killa dan calon buah hatinya.
"Sudah kenyang?" tanya Abi ketika Killa menghentikan kegiatan makannya.
"Iya, Mas, Killa kenyang banget. Makasih, ya, Mas." ucap Killa.
"Sama-sama, Sayang." jawab Abi lalu kembali melanjutkan kegiatan makannya.
🔆TBC🔆
Gimana nih part ini? Masih pada mau liat Killa ngidam? Udah siap buat ketemu Mommy Twins dan Ale belum? Dia ngerusuh gak ya kira-kira?
Lagi-lagi aku minta maaf karena menghilang begitu saja tanpa kabar. Alasannya tidak lain dan tidak bukan karena aku harus kembali ke asrama sekolah dan menjalankan ujian susulan juga mengerjakan tugas-tugas yang tertinggal selama aku sakit. Akhirnya, cerita ini terbengkalai. Padahal saat itu aku sedang memiliki banyak ide untuk cerita ini. Semoga aja ide-ide yang belum sempat aku tulis itu akan segera kembali untuk aku tuangkan dalam part-part berikutnya. Terimakasih untuk kalian yang masih setia menunggu kelanjutan kisah ini dan semoga penantian kalian tidak berakhir dengan kekecewaan. Big love untuk kalian semua dan sampai jumpa di part berikutnya💙
KAMU SEDANG MEMBACA
Love You, Mommy!
RomanceApa yang terlintas dalam pikiranmu ketika mendengar seorang siswi SMA hamil? Apa yang akan kamu lakukan jika itu terjadi pada sahabat baikmu? Bagaimana jika kamulah yang menjadi salah satu penyebab kehamilannya? Apakah kamu akan bertanggungjawab?
