37. Mulai Luluh

4K 218 10
                                        

Hola, Dear! Como estas? Lama tidak bersua, siapa nih yang udah kangen sama Abi Killa? Atau lagi pada kangen sama babang Dikta? Aku langsung aja kasih kelanjutan mereka biar rindu kalian dibayar habis. Semoga kalian suka💙

🌺Happy Reading🌺

"Kamu jadi pergi sama Gampo, Kak?" tanya Killa saat melihat putri sulungnya berpakaian rapih.

"Iya, Mom. Nanti aku pulang sebelum jam makan malem." jawab Syasya sembari menghampiri Killa untuk menyalaminya.

"Ajak Gampo makan di rumah juga, ya!" pesan Killa yang langsung diangguki oleh Syasya.

"Bawa martabak matcha, Sya!" pinta Caca seperti anak kecil yang merengek pada kakaknya.

"Iya, ntar gue bawain." jawab Syasya lalu pergi setelah mengucap salam.

"Kamu gak pergi sama Deshal?" tanya Killa tiba-tiba.

"Kayak yang diijinin Daddy aja." jawab Caca kembali memposisikan tubuhnya di samping bayi gembul yang baru berusia 10 bulan.

"Makanya ajak Deshal kesini, biar Daddy kamu bisa percayain kamu ke dia. Kalau dianya jarang kesini, Daddy mana bisa tau dia lagi deketin anaknya." Killa memberi nasihat.

"Emangnya Daddy gak akan marah kalau aku sering ajak Deshal kesini?" tanya Caca sembari menegakkan tubuhnya.

"Dicoba dulu aja. Awalnya pasti Daddy gak biasa, tapi kan ada Mommy sama Ayesh yang bisa alihin perhatian Daddy." terang Killa.

"Iya juga sih. Yaudah, kapan-kapan aku ajakin Deshal main kesini sama si gembul." Caca menggelitiki perut adik bayinya. "Kak Caca gemes banget sama kamu, Yesh."

"Kamu nanti bisa jemput Ale gak?" tanya Killa membuat Caca terdiam sejenak. "Kalau gak bisa, gapapa biar Daddy aja yang jemput sekalian." lanjutnya setelah melihat respon Caca.

"Maaf ya, Mom." ucap Caca lirih.

"It's okay, Kak. Gak semua luka bisa sembuh dengan cepat. Pelan-pelan, kakak pasti bisa menerima dan memaafkan semuanya." terang Killa dengan lembut. "Gak usah dipikirin lagi, ya!" lanjutnya sembari mengelus puncak kepala Caca.

"Mommy memang yang terbaik." ucap Caca sembari memeluk Killa membuat sang adik menangis.

Si gembul Naresh memang sangat posesif pada Mommynya. Ia tidak mau sang mommy diambil oleh orang. Bahkan kadang ia juga menangis jika melihat Abi dan Killa terlalu dekat. Si kecil selalu ingin menjadi pusat perhatian Killa. Ketiga kakaknya memaklumi perilaku adik kecilnya. Namun Killa tetap mengajarkan pada si kecil untuk berbagi.

"Ini mommy aku." Caca malah semakin mengeratkan pelukannya membuat si bayi menangis lebih kencang lagi.

🚘 🚘 🚘

"Lo yakin mau masuk, Sya?" tanya Gampo untuk memastikan kembali.

"Yakin, Gam. Seperti yang lo bilang, udah saatnya gue berdamai sama semua yang terjadi di kehidupan gue. Sekarang, gue mau belajar memaafkan orang yang udah nyakitin sebagian dari diri gue. Mommy juga selalu minta gue berdamai dan memaafkan dia karena bagaimanapun, kita tetep sodara." terang Syasya dengan yakin meskipun dalam hatinya masih ada sedikit keraguan.

"Kontrol emosi lo karena di dalem ada banyak petugas." pesan Gampo sebelum akhirnya mereka berdua masuk.

Setelah melewati berbagai pemeriksaan dan menunggu beberapa waktu, akhirnya orang yang ingin mereka temui pun datang. Orang itu sempat tak percaya melihat perempuan yang duduk di samping Gampo. Tiba-tiba saja tangannya gemetar, lidahnya terasa kelu bahkan hanya untuk mengucapkan sapaanpun ia tidak mampu.

"Sesuai janji gue beberapa bulan lalu, gue ajak Syasya ke sini." ucap Gampo memulai pembicaraan.

"Thanks, Gam." ucap Dikta dengan suara bergetar.

"Kita belum sempet kenalan." Syasya mengulurkan tangannya ke arah Dikta yang duduk tepat di hadapannya. "Nasya Abhista Meidiawan." lanjutnya.

"Ah, iya. Gue Dikta Pratham." balas Dikta kaku.

"Eh, gue ke depan bentar, ya. Hp gue kayaknya ketinggalan di mobil." pamit Gampo lalu beranjak dari duduknya.

"Gue mewakili bokap minta maaf sama lo karena udah bikin hidup lo sulit. Gimanapun juga, bokap gue salah karena gak nyari tau latar belakang kehidupan nyokap." Syasya memulai obrolan setelah beberapa saat hanya diam.

"Nggak, Sya! Gue yang harus minta maaf atas perlakuan nyokap ke kalian. Gue juga minta maaf atas apa yang gue lakuin ke keluarga lo terutama nyokap baru lo sama Natasha. Gue terlalu buta akan dendam gue sampe gue gak bisa liat bahwa kalian juga korban keegoisan nyokap. Gue minta maaf yang sebesar-besarnya ke kalian semua." Dikta berucap dengan sungguh-sungguh.

"Gue udah maafin lo, tapi gue gak bisa apa-apa buat bebasin lo. Cuma Caca yang bisa lakuin itu buat lo. Nanti--"

"Lo gak usah bahas pembebasan gue dari sini, Sya. Proses hukum harus terus berlanjut. Ini adalah hukuman buat gue supaya gue gak lakuin kesalahan lagi. Lo dateng ke sini aja udah cukup, Sya. Gue seneng banget bisa liat dan kenalan sama lo." Dikta menyela ucapan Syasya.

"Di dalem ada yang gangguin lo, ya?" tanya Syasya sembari menatap lekat ke arah luka di sudut bibir Dikta.

"Nggak, Sya. Kita sering latihan bela diri di dalem." jawab Dikta tentu saja berbohong.

"Kalau ada yang gangu lo, bilang sama gue. Biar gue--"

"Gak akan ada yang berani ganggu gue, Sya." lagi-lagi Dikta menyela ucapan Syasya.

"Waktu kunjungan sudah habis." ucap petugas.

"Lo hati-hati di jalan, Sya!" pesan Dikta sebelum dibawa oleh petugas.

"Sebentar, Pak!" pinta Syasya pada petugas. "Lo harus sehat terus, Bang." Syasya memeluk Dikta dengan erat.

"Gue bakalan sehat terus buat lo." jawab Dikta sembari tersenyum.

"Lo harus ketemu sama tiga adik kita." ucap Syasya sembari mengurai pelukannya.

"Pasti." Dikta menjawab dengan sangat yakin.

"Gue pulang dulu, Bang." pamit Syasya sebelum akhirnya pergi.

"Gimana?" tanya Gampo setelah Syasya keluar.

"Gue gak pernah selega ini." jawab Syasya. "Thanks, Gam." lanjutnya.

"My pleasure." balas Gampo. "Mau pulang atau mampir kemana dulu?"

"Mampir ke tempat martabak biasa dulu deh, Gam. Si Caca nitip dibawain martabak tadi. Nyokap juga ngajak lo makan di rumah." terang Syasya.

"Kalau ada makan gratis, gas!" kelakar Gampo.

"Bokap kaya raya juga masih aja sok miskin." balas Syasya sembari memasuki mobil.

🌺TBC🌺

Gimana part ini? Ada yang ikutan lega juga atau malah pada kesel karena semudah itu Syasya memaafkan Dikta? Di sini sudah mulai tercium aroma kebucinan ya. Siapa nih couple kesukaan kalian?

Love You, Mommy!Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang