Kini Keenan sudah berada di depan mansion nya setelah mengantar putri dia langsung pulang karna sudah di telpon sang mamah..
Dia ingin menghabis kan waktu bersama gadis nya tapi keinginan itu harus dia urung kan, mengingat mamah nya menyuruh pulang dengan cepat...
Dia masuk ke rumah dengan wajah datar milik nya di ruang tamu sudah ada orang tua nya dan juga afril yg sedang menangis di samping mamah nya...
"Keenan kamu sudah pulang.?" Tanya mamah nya lembut
Keenan hanya mengangguk pelan dia melihat afril dengan datar...
"Keen apa benar kalau kamu tidak memperhati kan afril.?" Sang papah bertanya pada Keenan dengan hati-hati.
"Itu benar om. Keenan tidak perhatian pada ku, dia tidak ingin mengantar ku pulang dia lebih memilih gadis lain... Hiks... Hiks... Padahal aku kan calon tunangan nya.!!!" Afril menjelas kan nya dengan masih terisak...
Baru juga calon.!!! Batin papah Keenan.
"Benar begitu.??" Tanya mamah Keenan dewita Merlin adinata
"Aku mengantar pulang kekasihku.. memang salah.??" Keenan menatap afril dengan mata dingin
"Tuh kan Tante lihat... Dia sudah punya tunangan tapi dia juga punya kekasih."
Ucap afril mengadukan ke mamah Keenan.
Orang tua Keenan tidak bisa apa² karna mereka tidak mau mencampuri asmara anak nya, mereka memang membebas kan anak nya untuk memilih pasangan.
Keenan menatap afril tajam dia tidak suka terhadap gadis itu, waktu SD dia memang menyukai gadis ini tapi tidak dengan sekarang dia melihat gadis itu merasa jijik..
"Baru calon belum resmi, dan itu tidak akan terjadi."
Setelah mengata kan itu Keenan melangkah pergi ke kamar nya meninggal kan afril yg menangis....
"Sudah-sudah mungkin Keenan butuh waktu." Mamah Keenan menghiburnya
"Aku tidak mau tau pokok nya Keenan harus menjadi tunangan afril" ucap nya mutlak
Orang tua Keenan saling melirik dengan wajah tertekan nya, mereka bisa saja meresmi kan mereka tapi melihat Keenan tidak menyukai gadis itu mana bisa mereka memaksa nya...
Setelah dari ruang tamu Keenan masuk ke kamar mandi membersih kan tubuh nya, 15 menit dia keluar dengan baju putih polos dan celana pendek berwarna hitam.
Dia menuju balkon kamar nya berdiri melihat bintang yang bertaburan di langit malam.
Cekleek
Pintu kamar nya terbuka dan masuk lah pria paru baya menghampiri nya dan berdiri di samping nya ikut melihat langit.
"Langit nya cantik." Ujar pria itu
"Hhmm." Keenan menjawab singkat
"Aku rasa afrilia tidak buruk.!!"
"Aku tidak menyukai nya" jawab Keenan rendah
"Kenapa tidak mencoba mencintai nya.?"
"Aku mencintai gadis lain."
Pria itu terdiam tidak bisa menjawab nya umur Keenan sudah 17 tahun jadi menurut nya usia itu adalah masa pemberontakan, jika di paksa sudah di pasti kan Keenan akan memberontak.
"Dengar boys... Papah tidak akan memaksa mu dan papah juga tidak menuntut mu menikah dengan pilihan papah. Papah akan mendukung pilihan mu asal dia bisa membuat mu bahagia.!!" Ujar nya
Keenan menatap papah nya penuh rasa haru dan bahagia, dia beruntung memiliki orang tua seperti mereka.
"Masalah perjodohan papah akan bicara dengan pak agung,"
KAMU SEDANG MEMBACA
Syakila Putri P. (END)
FantasyKarya pertama... Kalo suka terima kasih kalau gak suka ya sudah😁😂
