14

10K 769 4
                                        

"EKHEEMM...

Suara deheman dari seseorang menyadar kan mereka dari acara peluk-pelukan, mereka menoleh ke asal suara yg berasal dari Maura yg menatap mereka dgn mata geram,tak lupa di belakang nya berdiri beberapa pemuda yg menatap mereka dgn tatapan sama seperti maura...

Putri buru-buru melepas pelukan mereka dan langsung menghadap Maura,dia lupa kalo Maura adalah bucin nya samuel putri takut Maura marah dan membenci diri nya.  "Kak ini...."

Belum selesai putri bicara Maura sudah memotong nya "bisa kah mesra²an nya di dalam jgn di depan pintu, maluuu di liat tetangga.." ujar Maura melotot garang

Putri melongok melihat nya,kok kak Maura gak marah.?? Apa dia gak suka sAma Samuel.?? Pikir putri

Samuel menatap Maura dingin dia tidak suka acara pelukan nya di ganggu, Maura hanya menatap nya remeh..

Samuel mendengus kesal dan dia merangkul putri berjalan masuk tapi sebelum itu suara Sania terdengar lembut seperti pantat bayi...

"Sem... Aku gimana.?" Ucap nya dengan nada takut2

Putri sontak saja menoleh ke arah Sania dia mengernyit bingung melihat sania, sejak kapan dia di sini.?.. pikir nya

Putri melihat Samuel dgn wajah bertanya..

"Dia ingin menjenguk mu." Ujar Samuel karna melihat kebingungan di wajah gadis nya..

"Sem... Aku.." suara Sania bergetar seperti ketakutan.

"Dia kenapa.??!!.. kenapa ketakutan gitu.??... Apa Puput menyeram kan Sem.?!" Tanya putri dengan cemberut nya itu sangat menggemas kan di depan Sem...

"Tidak... Kamu sangat menggemas kan." Senyum Sem terbit di bibir merah tua nya.
Itu sangat manis di mata putri...

Sialan  pemeran utama demage nya gak ngotak cuy kalo lagi senyum gini.!!" Batin putri

Dasar buaya betina....

Putri tidak menhirau kan sistem nya dia masih menatap Sem tertegun...

Cup

Sem mencium ujung bibir putri singkat membuat sania geram melihat nya dia mengepal kan tangan nya kuat, mata nya menyalah marah pada putri...
Harus nya aku yg di perlaku kan seperti itu, kenapa gadis sialan ini yg mendapat kan nya.??!!. Geram hati Sania

Putri mendapat kecupan Sem menutup bibir nya.
"Apa yg kamu lakukan sem, kamu gak malu di sini masih ada Sania." Bisik putri, dan itu sukses membuat Sem menegang kala mendengar suara putri...

"Maaf ya Sania." Ucap putri dengan wajah memerah menanda kan dia sedang malu, asli nya pura2 malu agar Sania tambah geram. Dan Sem masih melihat wajah putri yg memerah...

Lucu nya" batin nya

"Gak apa2 ko put." Ucap nya lembut tapi sorot mata benci, putri tau kalo saat ini Sania sudah sangat membenci nya tapi dia tidak peduli...

Mampus kau Sania aku di sini memang mau menghancur kan alur cerita mu jangan harap cerita mu mulus.. ini semua demi hidup ku dan mulai sekarang tidak ada cerita Sania syalsabila yang ada cerita syakila putri..? Ucap putri di dalam hati tersenyum licik

"By.??"  Suara Keenan terdengar begitu berat menanda kan dia sedang menahan cemburu nya, putri melihat Keenan tersenyum manis tapi di mata putri itu senyum menyeram kan...

Putri melihat senyum Keenan menjadi gugup Samuel yg di samping nya menatap Keenan datar...

"Eh... Eemmm... Masuk yuk kita ngobrol di dalam, Sania silah kan masuk." Ajak putri lembut

Syakila Putri P. (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang