65

4.5K 291 13
                                        

Tubuh terbilang mungil itu terpental jauh dengan kepala membentur keras pada aspal,darah mengalir deras di aspal yang dingin melihat itu seakan waktu terhenti,kulit putih sangat kontras dengan darah di sekitar nya orang yang melihat pemandangan itu seakan membuat jantung mereka terhenti.

"ADEK... BANGUN DEK... HIKS... ADEK BANGUN INI MAMAH NAK... BANGUN SAYANG" jerit perempuan hamil itu keras.

"NAK BANGUN NAK..."

"Baby bangun... Jangan tidur sayang ayo bangun.... "

"Puput"

Keempat orang itu bersimpuh di tubuh mungil itu dengan kepala di pangkuan Sem,dengan sigap Sem menggendong putri tanpa menghirau kan darah yang membasahi baju nya,untung mereka masih berada di depan rumah sakit jadi tanpa memakan waktu banyak.

"Baby.  Bertahan ya sayang jangan pejamin mata kamu...." Gumam Sem sambil mendorong brankar.

Mata coklat jernih milik gadis mungil itu menatap sendu kewajah Sem,wajah yang sering datar kini menampilkan wajah putus asa juga khawatir yang mendalam.

"S-se-sem" panggil nya lemah

"I-iya sayang"

"Pu-p-put ba-baik-ba~ik sa-ja" ucap nya pelan seperti gumaman di sertai senyum tipis di bibir penuh darah itu,Sem mengangguk cepat.

"Iya Puput akan baik-baik saja, jadi Puput bertahan ya" ujar Sem menggenggam tangan mungil itu.

Mendengar itu putri jadi ingat penjelasan Ani di malam pesta ultah Sania,mata coklat jernih itu sudah merasa berat dengan perlahan mata nya menutup rapat meninggal kan kekhawatiran mendalam di keempat orang di sana,seorang dokter dan beberapa perawat membawa tubuh gadis itu ke dalam ruang UGD....

Nona bertahan lah

****

Flassback

Malam dimansion putri

"Sebenarnya... Cerita di novel itu semua tidak benar" ucap Ani menatap mata putri.

"Apa maksud mu.??" Tanya putri bingung,ia sama sekali tidak mengerti..

"Kau membaca novel dia milikku, berakhir happy ending kan.??" Tanya Ani balik.

"Iya... Bukan nya akhir dari novel romantis adalah happy ending bagi pemeran utama nya.?"

Ani menggeleng ribut "gak... Novel yang kau baca itu hanya rekayasa oleh author nya,tapi kisah asli nya pemeran utama tidak mendapat kan happy ending tapi akhir yang tragis"

Mata putri melebar mendengar ungkapan Ani,jujur dia tidak percaya tapi apa salah nya kalau di dengar dulu.

"Saat kematian seorang figuran yang bernama syakila putri,Sem menjadi depresi bukan karna gagal membunuh Maura tapi dia merasa bersalah telah membunuh gadis yang tidak memiliki sangkut paut tentang masalah nya,,, Sem terus mendatangi kuburan gadis itu diakhiri dia menangis di depan makam nya,hingga Sania pun tidak dia hirau kan bahkan Sem depresi selama 2 tahun,kerap kali dia meraung menangis di kamar sampai beberapa bulan kejahatan Sania terungkap, dia mendekati Sem cuma ingin harta nya saja dan Sania berakhir di penjara sedang kan Sem menjadi gila dia meninggal bunuh diri di ruangan RSJ" jelas Ani

"Ka-kau serius ??" Tanya putri syok ia tidak tau jika cerita asli nya sangat menyedih kan seperti ini.

"Iya... Besar kemungkinan cerita ini tidak mencapai happy ending dan kau datang merubah hidup pemeran di dalam novel ini" ucap Ani tersenyum manis.

Syakila Putri P. (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang