[18.4]

5.3K 899 145
                                        

Tengah malam yang sunyi tidak membuat Haechan gentar, bersama dengan Shotaro, Renjun, Yangyang dan para pengawal lainnya Haechan merasa sedikit tenang walau pun ia sedikit gundah

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Tengah malam yang sunyi tidak membuat Haechan gentar, bersama dengan Shotaro, Renjun, Yangyang dan para pengawal lainnya Haechan merasa sedikit tenang walau pun ia sedikit gundah.

Tanda jodoh miliknya sedari tadi terasa kesemutan, renyam kulit yang ia rasakan membuat Haechan terus memikirkan kondisi Mark saat ini. Haechan sudah mendapatkan kabar juga jika pasukan Mark kini tengah menghadapi pasukan keluarga Wong.

Dan saat informasi tersebut di sampaikan oleh salah satu prajurit wanita bernama Karina tersebut, Haechan tidak bisa berhenti memikirkan kondisi Mark.

Yangyang tahu apa yang di rasakan oleh Haechan, maka dari itu ia terus menguatkan Haechan dan semakin mempercepat laju mereka menuju medan perang tempat Mark menghadapi pasukan Wong.

Nyuuut!

Seketika Haechan merasakan perih di tandanya, ia menghentikan larinya tiba-tiba, membuat para prajurit lainnya ikut berhenti karena khawatir pada Haechan yang tiba-tiba berhenti.

"Haechan?! Kau kenapa?!" Seru Renjun, ia langsung membantu Haechan untuk berdiri kala tubuhnya hampir merosot ke dalam tumpukan salju tersebut.

Haechan hanya diam, ia menahan ringisan perihnya sendirian. Tanda lehernya yang berbentuk bulan sabit itu terus berdenyut perih, membuat Haechan menggigit bibir bagian bawahnya.

Shotaro tahu jika Haechan merasakan sakit pada bagian lehernya, ia pun menghampiri Haechan dan membuka telapak tangan Haechan yang menutup tanda miliknya. Shotaro mengusapkan tangannya pada permukaan tanda Haechan dan menutup matanya.

Cahaya kecil berwarna biru itu perlahan mulai memancar.

"Kau bisa mengobati?" Tanya Yangyang, Shotaro hanya mengangguk kemudian tersenyum.

"Tentu, Bunda ku yang mengajarinya." Ucapnya.

"Baik kalau begitu, kita diam dulu disini sampai Haechan membaik—"

"Tidak, ayo pergi sekarang!" Ucap Haechan, ia memotong kalimat Yangyang dan menatap anak Raja tersebut dengan serius.

Yangyang menggelengkan kepalanya, "Tidak, kita juga istirahat dahulu disini. Lokasi Mark sudah cukup jauh dari kita. Kau sembuhkan saja dulu tandamu, itu pasti sangat perih, kan?"

Haechan menggelengkan kepalanya, "Tidak mau, jika kalian ingin beristirahat ya silahkan. Aku akan pergi sendirian, firasatku buruk sekali..."

Renjun mengusap bahu Haechan perlahan, "Yangyang benar, Haechan. Kita disini dulu sampai kau membaik dan kita akan kembali kesana."

Haechan pun terdiam, ia menatap Renjun sebentar sebelum menundukkan kepalanya dan meremat jarinya dengan kuat.

Sebenarnya bukan tanpa alasan Yangyang meminta mereka untuk berhenti, ia bisa saja menyuruh Shotaro menyembuhkannya sebari mereka terus berjalan. Namun entah kenapa ia memiliki firasat yang buruk juga, apalagi saat ini Haechan tengah merasakan sakit pada tandanya, itu artinya suasana di tempat Mark sedang tidak mendukung.

The Jungs Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang