2

5.4K 713 22
                                        

Vanilla Atanaya Raharja POV

Malam ini aku memeluk Papa, Mama dan saudara kembarku erat erat sebelum aku memasuki pesawat. Ya, kini aku akan meninggalkan tanah air tercinta selama dua tahun kedepan untuk tinggal di Italia. Walau aku masih bisa pulang jika libur Natal atau mungkin keluargaku yang datang mengunjungiku, tetap saja aku merasa berat harus berpisah dengan mereka.

Aku masih ingat pesan Papaku untuk menjaga diriku baik baik karena aku tinggal di negri orang yang jauh dari keluarga. Walau di sana masih ada teman dekat sepupuku beserta suami dan anaknya.

Di dalam penerbangan first class ini aku rebahkan tubuhku dan sebisa mungkin aku tidur. Perjalanan yang cukup panjang dari Jakarta ke Roma selama 16 jam aku lalui sendiri hingga akhirnya aku telah sampai di  Bandara Internasional Leonardo Da Vinci.

Setelah sampai di sana aku telah di jemput oleh kak Salma, teman Mbak Nada

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Setelah sampai di sana aku telah di jemput oleh kak Salma, teman Mbak Nada. Ia datang bersama suaminya. Aku tersenyum dan memeluknya. Karena aku dan dirinya cukup dekat ketika ia masih tinggal di Jogja. Ia sering datang ke rumah Pakdhe dan Budhe.

"Welcome to Roma," kata kak Salma sambil memelukku.

"Iya kak, semoga aku betah ya disini?"

"Pasti betah lah, siapa tau dapat jodoh sekalian," kata Kak Salma kepadaku.

Aku juga bersalaman dengan suaminya, tidak lama setelahnya ia mengajakku untuk masuk ke mobil dan mengantarkanku ke apartemen yang sudah di siapkan oleh Papa di Roma.

Pertama kali aku melihat apartemen yang di siapkan Papa untukku aku sedikit mengernyitkan kening

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Pertama kali aku melihat apartemen yang di siapkan Papa untukku aku sedikit mengernyitkan kening. Apa tidak ada yang lebih modern dari ini semua. Bagaimana kalo apartemen ini horror. Ah benar-benar Papaku ini istimewa.

"Kak, nggak ada yang lebih muda gitu bangunannya?" Tanyaku kepada kak Salma.

Dia hanya tertawa di sampingku.

"Ini salah satu apartemen terbaik di sini."

"Hah?" Hanya itu yang sanggup keluar dari mulutku.

"Iya, sudah ayo kita masuk."

#SteVanillaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang