12.Pulang

2.1K 156 1
                                    

Assalamualaikum, hallow hallowwww. Apakabar? Semoga selalu dalam lindungan Allah, aamiin 😊



Selamat Membaca


Satu bulan telah berlalu, kini saatnya Dilla dan Mbak Ning akan kembali ke tanah air.

"Mbak, mas firman ndak nganter tah? " Tanya Dilla pada Mbak Ning

"Katanya sih Lagi dijalan ,nok" Jawab Mbak Ning Tapi matanya masih fokus pada layar pipih yang digenggamnya.

Waktu sudah menunjukkan 07.30 , 30 menit sebelum take off tapi Mas Firman tak kunjung menampakan wujudnya, sedangkan Mbak Ning sudah senewen.

"Mbak, itu Mas Firman lagi lari-lari "  ucap Dilla memberitahu sambil menepuk pundak Mbak Ning yang otomatis membuat Mbak Ning terperanjat .

"Mas, astagfirullah lama banget sih kan udah mau boarding nih" keluh Mbak Ning sambil menangis dipelaukan sang suami.

"Maaf yah "  ujar Mas Firman seraya menciumi puncak kepala istrinya itu.

Sepasang suami istri yang akan Long Distance Relationship untuk beberapa bulan itu saling mengungkapkan rasa cintanya masing-masing.

Sedangkan Dilla kemana?. Jangan khawatir dia ada, menjadi penonton yang iri melihat keromantisan di depan mata.

"Maap maap ni yeh, pesawat kagak mau nunggu kite nih. Kalau ketinggal rugi ane" Ujar Dilla sok-sokan pakai logat Betawi padahal tidak ada turunan Betawi sama sekali dan tentunya itu mengacaukan keromantisan kakak angkatnya itu ,

Setelah perpisahan dengan orang-orang yang pernah hadir menemani Dilla selama di Formosa, akhirnya Dilla dan Mbak Ning duduk santai didalam pesawat China airlines.

Perajalanan Taiwan - Indonesia memakan waktu rata-rata 5 jam 25 menit . Dan selama perjalanan Dilla dan Mbak Ning hanya tidur .

Pukul 13.30 , pesawat yang ditumpangi Dilla dan Mbak Ning mendarat dengan mulus di Bandara Internasional Soekarno-hatta . Dan melanjutkan perjalanan menggunakan bus damri untuk pergi ke stasiun Gambir, Jakarta . Setelah itu akan pergi ke Cirebon menggunakan Kereta Api sebagaj alat transportasi mereka.

Sebenarnya, biasanya para pekerja migran akan dijemput oleh keluarga sesampainya di bandara soetta, tapi Dilla tidak ingin merepotkan emaknya, jadilah dia memilih untuk pulang menggunakan kereta.

Dilla dan Mbak Ning sampai di Stasiun Parujakan, Cirebon sekitar pukul 17.47 . Dan akan melanjutkan perjalanan kerumah Dilla menggunakan angkot.

"Nok, angkot apa? " Tanya Mbak Ning

"Angkot itu Mbak " Jawab Dilla sambil menujuk angkot yang akan lewat didepannya itu.

Saat angkotnya berenti, Dilla mempersilakan Mbak Ning masuk lebih dulu.

"Ayoh mbak, masuk dulu " Perintah Dilla yang langsung di angguki Mbak Ning.

"Nok Dilla dudu sih coh, kayo kenal raie( nok Dilla bukan yah, kaya kenal mukanya) " Tanya pak sopir

"Iyo mang, isun Dilla. Sampean kenal ning isun toh? ( iyah mang, saya Dilla. Anda kenal sama yah?) " tanya Dilla balik

"Lah yoh kenal isun bapane alif batur MTs nok bengen ( lah yah kenal saya kan bapaknya Alif, temen Mts mu dulu) " Jawabnya yang membuat Dilla sedikit tak enak hati.

"Oh, YahAllah. Nyuwun pangapurane yoh mang klalen (minta maaf yah mang ,lupa) " Jawab Dilla sembari menangkup kedua tangannya seolah meminta maaf.

"Iyo blipapo. Lawas nok oro ketemu, mendi bae (iyah gapapa. lama gak ketemu ,kemana aja)" Kata Pak Sopir

Tentang Cinta , Waktu & Allah ( Penantian Cinta )Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang