Assalamualaikum, apa kabar? "
Jangan lupa vote dan komen 😊
Tandain yang typo-typo 😂
Selamat membaca!
Hari berganti tanpa memperdulikan dua insan yang disebut manusia dalam keadaan gunda, yang satu tidur dalam keadaan bingung bagaimana cara memberitahu istrinya tentang ustadzah pengganti itu, yang satu lagi tidur dalam keadaan banyak sekali pertanyaaan yang ia pendam sendirian.
Dilla dan Gus Nauzan saling berpamitan, Gus Nauzan pergi mengajar di pesantren dan Dilla mengajar di TK. Lokasinya tak jauh karena sekolah TK itu hanya terletak di luar pondok pesantren, tepat di depanya.
*
Selesei mengajar Gus Nauzan kembali kerumahnya, namun tak sengaja ia berpapasan dengan seseorang yang baru saja keluar dari lingkungan rumah Ummi.
"Assalamualaikum, Gus" sapa seseorang.
"Wa'alaikumsalam warohmatullahi wabarokatuh, ada apa Ustadzah? " Tanya Gus Nauzan pada perempuan dihadapannya itu.
"Aku senang mengajar disini, Gus. Minta bimbingannya yah, Gus." ucapnya
"Silakan hubungi Ustadzah Sarah jika ustadzah Hifza membutuhkan bantuan."
"Kenapa sih, kan aku maunya sama Gus Nauzan. "
"Saya permisi ,as-"
"Kenapa Gus Nauzan terus menghindari Hifza sih? " ia berbicara memotong ucapan Gus Nauzan.
"Hifza, saya mohon maaf sebelumnya. Jika kamu datang kesini untuk mengajar, silakan! Tapi kalau urusan lain, maka berhentilah. "
"Kenapa? Apa yang kurang dari Hifza, bahkan Hifza bisa kasih anak ke Gus Nauzan, gak seperti Mbak Dilla."
"Hifza!! Jaga ucapanmu! "
"Kenapa? Kan fakta. Berpoligami itu gak dosa kok, atau Hifza perlu bicara dengan Mbak Dilla? Aku yakin kalau Mbak Dilla sadar diri, dia pasti merelakan Gus Nauzan menikah lagi."
"Saya yang ndak mau! Mengajarlah dengan baik, kubur dalam-dalam obsesi mu. Assalamualaikum."
Gus Nauzan langsung pergi meninggalkan Hifza, malas sekali rasanya meladeni perempuan itu, pikirnya.
"Aku pasti bisa buat kamu nikahin aku, Gus. Lihat saja! "Gumamnya pelan.
Sedangkan Dilla, ia mendengar semua pembicaraan tadi. Sebab ia sudah pulang lebih dulu dibandingkan suaminya.
Jangan tanya bagaimana keadaan hatinya, karena jawabannya sudah pasti terluka. Saat melihat Gus Nauzan memasuki rumah mereka, Dilla langsung masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan sisa air matanya , agar tak di lihat oleh Gus Nauzan.
Dua minggu berlalu, Gus Nauzan dan Dilla bersikap seolah tak terjadi apa-apa. Saling menyimpan semuanya sendiri, tak ingin saling melukai lebih banyak lagi. Namun faktanya justru saling menyakiti dengan tak saling jujur satu sama lain.
Hifza yang tak menyerah dan terus mendekati Gus Nauzan . Bahkan secara terang-terangan menyindir Dilla, atau sekedar memberinya kode saat tak sengaja bertemu. Atau dengan sengaja datang ke rumah Ummi dengan dalih berlajar memasak untuk mengisi waktu luangnya, padahal yang ia pelajari hanya masakan-masakan yang disukai Gus Nauzan.

KAMU SEDANG MEMBACA
Tentang Cinta , Waktu & Allah ( Penantian Cinta )
Spiritual( Spiritual - Romance ) "Kalau ntar Dilla ndak bisa kasih anak gimana? " ucapnya sembari terisak pilu. "Bagaimana kalau sebaliknya? Bagaimana kalau Mas yang ndak bisa? " balas Gus Nauzan yang membuat Dilla diam dan semakin menunduk . "Denger mas ya...