HAPPY READING ( ◜‿◝ )♡
°°°
Hiks hiks hiks
Samar-samar Bira mendengar suara tangisan seseorang. Gadis yang sudah mengantuk berat itu pun berusaha membuka matanya kembali, ingin melihat siapa orang yang menangis.
"Siapa si orang yang nangis malam-malam begini?"Gerutunya.
"Tolonggg...."
Memposisikan diri duduk, pandangannya mulai mengedar.
Dilihatnya sosok wanita dengan tubuh seperti hangus terbakar.
"Tolong saya...."
Sosok itu berdiri di depan dekat jendela kamar Bira. Tangisnya terdengar begitu pilu, tanpa rasa takut gadis itu menghampirinya.
"Mbak kenapa nangis?"
"Tolong saya..."
Wajahnya hitam seperti arang, bau gosong menyengat di indra penciuman.
"Bi-bi Mumu?"Mata Bira mebulat ketika ia berhasil mengenali sosok itu dari wajah hingga postur tubuh ibu kantin di sekolahnya yang meninggal karena menjadi korban kebakaran kantin beberapa hari yang lalu.
Bi Mumu menanggapi dengan tangisan. Ternyata arwahnya tidak tenang, mungkin ada sesuatu yang masih berat bi Mumu tinggalkan.
"Tolong saya...."
"Bira pasti bantu bibi kok, tapi sekarang Bira ngantuk. Bira mau tidur dulu ya? Bibi jangan nangis, kalo bibi ngantuk bobo aja di sofa."Setelah mengatakan itu Bira kembali terjun ke tempat tidurnya.
Dengan susah payah gadis itu pergi
ke alam mimpi, meski Indra pendengarannya terus mendengar tangisan hantu bi Mumu.
°°°•••
Aril membuka kedua matanya dengan deru nafas yang tak beraturan. Mimpi yang sama, seperti sebelumnya.
Ia bermimpi berada di sebuah tempat yang ditinggali berbagai makhluk mengerikan dalam wujud berbeda.
Mahkluk itu terus mengerjakannya meski Aril sudah berlari begitu lama.
Dalam mimpinya juga terdapat sosok wanita yang pernah ia temui tujuh tahun lalu, namun dengan anehnya wanita itu memanggilnya "EARL"
Aril meraih segelas air di atas nakas, lalu di minumnya air itu hingga habis tak tersisa. "Mimpi itu lagi."
Pintu kamar tiba-tiba terbuka membuat Aril terkejut, spontan ia melemparkan bantal di dekatnya.
"Ar--"
Bira mencebik ketika bantal yang di lempar Aril tepat mengenai wajahnya.
"Kok ngelempar Bira pake bantal?!"
"Eh-"
"M-maaf"
Berjalan menghampiri kembarannya lalu duduk di tepi ranjang. "Kenapa?"
"Mimpi itu lagi."
Bira menghela nafas panjang, kembarannya ini tidak sama dengannya dalam mengontrol kemampuan diri sendiri.
"Bira tau kok sulit menghadapi rasa takut yang selalu Aril alami. Tapi, apa Aril gak mau nyoba menghadapinya?"
KAMU SEDANG MEMBACA
SALBIRA
Overig∆Mohon jangan Plagiat!. [Sequel •Istri kampung ku•!] Alan dan Salbia tidak pernah menyangka jika anak-anak mereka memiliki kemampuan istimewa yang membuat mereka di incar oleh para pemuja ilmu hitam untuk membangkitkan ratu mereka yang telah lama me...
