Beberapa bulan kemudian...
"Ma,Pa disekolah Lily dapat pengumuman akan mengadakan camping satu angkatan."Jungkook berhenti makan.
"Tidak,papa tidak izinkan!"Lily cemberut.
"Ma boleh ya..."Pinta Lily.
"Boleh baby."Lily bahagia sedangkan Jungkook menatap istrinya,sudah berani menentang keputusan nya rupanya.
Lisa melirik suaminya yang nampak menatap dingin,ia pun berkata."Bukannya kamu mau anak kamu jadi aktif camping juga pasti ada nilai tambahannya,kamu dulu larang aku waktu ada camping di kampus terus berakhir apa nilai aku sama Zana beda sedikit karena gak ada nilai tambahan."Jungkook terdiam.
"Itu beda Honey bahkan aku juga gak ikut tapi aku tetap jadi mahasiswa dengan nilai terbaik."Lisa memutar bola mata malas.
Lisa menatap putrinya."Udah persiapkan aja kamu boleh ikut."Jungkook menatap istrinya dan Lisa kembali menatap tanpa takut."Apa??kalau kamu takut putriku hilang besok aku akan ikut dengannya!"Jungkook menggelengkan kepala.
"Makasih Ma...I love you."Lisa mengangguk,tau begitu dari dulu ia akan selalu menggunakan Mama nya untuk menjadi ancaman.
...
Disekolah
"Belajar yang baik pulang nanti Papa yang jemput!"ucap Jungkook diangguki Lily dan Heesung.
"Heesung setelah Ajeossi liat satu semester ini perkembangan kamu,ternyata kamu cukup bisa dibanggakan tetap pertahankan!"Heesung mengangguk.
"Lily, jangan nakal kemarin Heesung bilang kamu makan makanan pedas dan diare jangan diulang!"Lily mengangguk.
Mereka berjalan berdampingan seketika Lily menginjak kaki Heesung sampai pemuda itu kesakitan."Rasain! ngapain ngadu Papa sih Hee, gak tau apa dirumah makanan pedas gak pernah ada."kesal Lily.
"Maaf mana bisa aku berbohong pada Ajeossi, lagian memang aku juga akan melarang kamu ikutan taruhan begitu,bukannya tinggal minta sepatu unlimited tinggal minta Papa kamu?"Lily menggeleng.
Ia menyilang kan kedua tangannya."Enak aja,beda lah Hee kalau taruhan tuh kita mainnya bareng terus ketauan deh siapa yang mampu memenangkannya kalau beli udah biasa gak ada penasarannya!" Heesung menggeleng tidak mengerti, Lily memang berbeda biasanya gadis kaya selalu manja tapi gadis seperti Lily selalu saja menyukai hal sederhana yang belum pernah ia coba.
"Lily...Heesung!!" Mereka menoleh dan ternyata Jinni berlari mendekati mereka.
"Astaga hampir saja gerbang ditutup jika saja lari ku tidak secepat cheetah." Lily menatap Heesung yang kembali menatapnya,lalu Lily menyodorkan air mineralnya.
"Minum saja,kau pasti lelah karena yang kutahu jarak dari gerbang sekolah kedalam itu lumayan jadi setidaknya kau tidak dehidrasi."Jinni mengangguk dan meminumnya dengan rakus.
Di kelas.
Guru yang baru saja datang segera membahas mengenai kegiatan Camping. "Baik anak-anak tolong beri tahu Ssaem siapa saja disini yang ikut dan tidak ikut camping."mereka pun menulis secara bergiliran.
"Sunoo kamu tidak ikut?"tanya guru itu.
"Tidak Sseam, Mommy melarang katanya pasti disana banyak serangga."semua kelas tertawa mendengarnya.
"Hey sudah-sudah, baiklah Sunoo jika memang orang tuamu tidak mengizinkan kami tidak memaksa."Sunoo mengangguk.
"Baiklah Bae kenapa kamu tidak ikut?"tanyanya lagi.
"Ah saya mempunya penyakit asma sedangkan sepertinya kegiatan camping cukup padat Sseam jadi saya tidak diizinkan orang tua."guru itupun mengerti.
"Baik,sekedar info jika sudah disana jangan kaget jika kalian bercampuran dengan kelas lain karena memang pihak sekolah sengaja melakukannya agar kalian saling mengenal."mereka mengangguk paham.
...
Keesokan harinya...
"Baik disini siapa yang sudah ambil kursi tolong bergeser ke kanan agar terlihat bangku kosongnya!" teriak pemandu mereka.
"Lily kamu duduk disana ya!" Lily menatap seorang gadis berkacamata dan ia segera berniat untuk mendekat namun di serobot oleh seorang gadis.
"Kau pindah saja, aku ingin disini!" ucapnya.
"Maaf tapi Sseam bilang kalau kursi ku disini."ucap Lily.
"Heh belagu banget ya jadi cewek, makannya jangan lelet."ucapnya ketus.
Mendengar ada keributan guru itu pun meminta salah satu siswa bergeser ke sebelah kanan."Lily kamu bisa duduk disini!"Lily menatap gadis itu dan memberikan jari tengahnya membuat gadis itu melotot.
Ia pun duduk di kursi yang sebelahnya seorang siswa dengan topi hitam dan masker hitam,sudah seperti buronan saja tapi ia tidak ambil pusing dan segera menyimpan tasnya di atas segera memutar musik sebelum bus jalan.pemuda itu menoleh dan terkejut siapa yang duduk disebelahnya,ia menggeleng dan segera berganti posisi membelakangi gadis itu,Lily yang merasa penasaran dengan tingkah pemuda itu ia membalikkan badan pemuda itu dan..
Deg
"Ka..."belum selesai ia menutup mulutnya,untung ia ingat dan segera membalikkan badan,kenapa juga harus bertemu lelaki itu lagi,ia menjadi tidak mood sekali.
"Tolong dibagikan ya satu bangku satu,baca dengan teliti apa saja yang akan kalian lakukan disana dan kegiatan apa saja yang akan kalian hadapi."ucap pemandu.
Lily membuka beberapa lembar kertas dan membacanya,Jake sepertinya acuh namun karena Lily terlalu lama membaca segera ia rebut membuat Lily menatap dengan Nyalang.
Jake langsung membacanya tanpa beban,dan ternyata sudah 30 menit pemuda itu membaca Lily hendak mengambil karena belum membaca lembar terakhir namun pemuda itu tidak melepasnya hingga mereka saling menarik kertas itu,jika tidak ada perjanjian sudah pasti ia akan berteriak kesal hingga...
Brekkk
Kertas pun terbelah menjadi dua,semua menatap kekursi mereka karena keadaan tadi sedang hening,setelah itu pemandu datang kekursi mereka."Kalian ada masalah apa sehingga seperti anak kecil hah?"Lily mendongkak.
"Itu Sunbae kami kekurangan kertas jadi terbelah jadi dua."Yeji yang menjadi pemandu menggeleng kepala.
"Kan sudah diberi tahu bahwa kertas harus dibaca 1 berdua jadi tidak ada alasan kalian kekurangan,waktu membaca masih lama tidak seharusnya kalian berebutan."Lily menatap tajam pada Jake yang tidak melakukan apapun.
"Tapi Sunbae dia gadis kasar mana bisa saya berbagi."Lily menganga bisa-bisanya pria itu mengatakan Hal seperti itu.
"Kalian tidak lihat yang lain tidak ada masalah,kenapa kalian membuat masalah,inget ya nanti disana kalian berdua harus dihukum karena tidak mengikuti aturan panitia!"Lily dan Jake saling membuang muka karena merasa tidak suka dengan keadaan yang ada.
Sesampainya mereka disana semua siswa segera turun namun Lily nampak kesulitan mengambilnya."CK,kau lama sekali siput!"ucap Jake.
"Heh pemuda batu pergi saja sana jalan masih ada,kenapa repot mengomentari orang!"ucap Lily.
Jake hendak berdiri namun sialnya ia tidak tau jika tinggi tempat penyimpanan barang hanya sebatas hidungnya hingga ia langsung berhadapan dengan wajah gadis itu yang masih berusaha melepas tasnya yang terjepit.
Suasana hening saat mereka saling menatap dalam keheningan hingga Heesung datang membuat keduanya menoleh."Lily kau kenapa?"Lily pun menjauhkan tubuhnya segera Jake pergi dengan wajah datarnya.
"Tas ku terjepit."Heesung mengangguk dan membantu Lily melepaskan tasnya itu hingga berhasil."Khamsahamnida Hee."ucap Lily dengan senyum tulusnya membuat Heesung nampak merona.
TBC.
KAMU SEDANG MEMBACA
Indeed Mate (Rookie)
Fiksi PenggemarJeon Lily anak keluarga Jeon yang pindah dari negara A ke negara K,ia mulai bersekolah lagi di SMA yang terkenal di negara itu,ia gadis yang sedikit tomboi,terkadang Papa nya bersikap posesif semata untuk menjaga putri semata wayangnya. suatu ketika...
