Kini hari Minggu dimana mereka memutuskan untuk jogging, dan disana Jake sudah siap dengan jaket dan celana training, sedangkan Lily dengan baju berlengan pendek dan lazing.
"Apakah kau ingat saat kita kesini, bertemu dalam keadaan yang saling tidak menyukai." Lily terdiam dan kembali mengangguk.
"Sekarang kita sudah saling suka, Indeed mate." Mendengarnya Lily menatap Jake malas.
"Terlalu percaya diri, memang kau tau aku mencintaimu?" Jake terkekeh.
"Tentu, jika memang sekarang belum aku yakin nanti kau akan merasakannya." Lily menghela nafas.
"Sullyoon??" Sollyoon yang merasa di panggil ia pun menengok dan mendapati Lily sedang datang dengan Jake.
"Kau...Jay?? Kalian." Sullyoon menundukkan wajah, ia sangat malu apakah sekarang ia akan ketahuan, astaga ia sangat takut.
"Jay, kau salah target, Sullyoon gadis baik jika hanya kau jadikan yang ke seribu kali maka lebih baik kau berbicara dengannya sebelum ia sakit hati." Ucap Jake.
"Sialan, aku memang playboy tapi jika sudah mendapatkan pujaan hati yang sesungguhnya ia akan tetap memilih yang pasti." Jake berdecih, mana ucapan temannya yang patut di percaya.
"Kau akan mendapat sesuatu yang berat jika sampai Sullyoon kau sakiti!" Ucap Lily.
"Ini bukan sinetron tentang gadis disakiti tapi disayangi, kau percayakan gadis manis ini padaku!" Ucap Jay memeluk Sullyoon dari pinggir.
"Kau jangan membuat gadisku merasa cemburu dengan tingkah mu!" Jake langsung meraih pinggang Lily dan mengecup pelipisnya.
"Kyaa!!! Apa kau gila??" Pekik Lily dan dibalas tawa oleh Jake.
"Ya aku gila karena mu, apakah kau masih belum percaya? Mari menikah." Lily menatap tatapan tajam pada Jake dan dibalas wajah memelas pemuda itu.
"Gadis mu sungguh galak, apakah kau tidak berniat mencari yang selugu kekasihku?" Tanya Jay.
"Tidak menarik, tunangan ku berbeda dari gadis manapun dan aku tidak akan melepasnya!" Dengan menekan kata terakhir membuat mereka merinding.
"La...la..." Mereka menoleh.
"Jinni, kau datang sendiri?" Tanya Lily.
"Tadi bersama Bae, tapi dia malah dijemput oleh Sunoo, yahh mereka sudah jadian, menyebalkan bukan?" Lily sungguh bingung mengapa baru ia tau teman-temannya sudah memiliki pasangan.
"Lalu kau kapan?" Tanya Jay dibalas pelototan tajam Jinni.
"Hai, ouh maaf Jinni aku tadi meninggalkanmu, Sunoo sangat ingin membeli beberapa minuman dingin." Jinni mengangguk.
"Tidak apa, untungnya aku tadi bertemu dengan Hyunsuk, tapi dia bilang mau ke toilet dulu." Ucap Jinni.
"Jiwoo sedang patah hati, apakah kalian tidak tau?" Tanya Bae.
"Hiks...hiks...apakah disini hanya aku yang jomblo?" Tanya Jiwoo.
"Kyujin datang bersama Jungwon!" Pekik keras Jiwoo melihat keduanya saling memegang bando kelinci.
"Astaga, apakah mereka bersama? Sejak kapan?" Tanya Lily.
"Sebenarnya Kyujin pernah memberikan surat cinta pada Jungwon, aku sendiri yang menyimpan di bawah mejanya." Ucap Sullyoon.
"Kau tidak bercerita padaku?" Ucap Jiwoo kesal dibalas tawa oleh Sullyoon.
"Lalu Haewon dimana dia?" Tanya Lily.
"Dia sedang kencan dengan Sunghoon mereka berdua sedang melatih anak-anak didiknya biasa pelatihan taekwondo, aku merasa bingung dengan kita, apakah tidak ada pria lain?" Ucap Jiwoo.
KAMU SEDANG MEMBACA
Indeed Mate (Rookie)
FanfictionJeon Lily anak keluarga Jeon yang pindah dari negara A ke negara K,ia mulai bersekolah lagi di SMA yang terkenal di negara itu,ia gadis yang sedikit tomboi,terkadang Papa nya bersikap posesif semata untuk menjaga putri semata wayangnya. suatu ketika...
