Kebahagiaan Jake

99 8 0
                                        

Jake menatap bingung apa yang sedang Lily lakukan pasalnya gadis itu menariknya ke sebuah wahana yang tidak jauh dari taman tadi.

"Pilihlah wahana mana yang kau suka!" Jake terdiam.

"Aku tidak pernah kesini, tidak tau mana yang seru." Mendengar itu Lily menyeringai, lalu menarik Jake mereka menaiki satu wahana yang dinamai wahana Halilintar dimana kereta akan membawa mereka seperti melayang.

Segera mereka masuk setelah mendapatkan tiketnya. "Apa yang kita lakukan disini?" Tanya Jake.

"Teriak." Ucap Lily.

Setelah mengatakan itu kereta pun berjalan seketika Jake membulatkan mata saat melihat kereta seperti akan terjatuh dari atas. "KAU MEMBAWAKU KEMANA??" Tanya Jake dengan wajah marah.

"Tenanglah, ini akan sangat menyenangkan." Setelah itu kereta meluncur dengan sangat cepat membuat Jake berteriak karena merasa ketakutan dengan cara kereta itu berjalan di atas banyak orang di bawah yang menonton mereka.

"Waa...hahaha....aku suka!!"teriak Lily bahagia, namun wajah Jake sudah pucat.

"TERIAKLAH JAKE!!" Jake hanya melihat wajah bahagia Lily tanpa mengatakan apapun, Lily melihat wajah itu pucat segera ia meraih tangan Jake membuat pemuda itu sedikit bisa menghilangkan rasa kengeriannya.

Setelah berakhir Jake diam saja. "Apakah menyenangkan?" Tanya Lily.

"Apa kau gila!!" Lily tertawa melihat wajah pucat Jake namun pria itu langsung pergi begitu saja membuat Lily menggeleng tidak percaya apakah pria itu merajuk.

"Jake!!" Teriakan Lily tak di gubris sama sekali.

"Hey kau benar marah!!" Teriak Lily namun Jake terus berjalan tanpa menengok ke belakang.

Namun saat beberapa langkah tak terdengar lagi suara gadis cerewet itu alhasil Jake menengok kebelakang dan tidak mendapati gadis itu, sial ia akan dimarahi jika tidak mendapatinya. "Lily!!" Panggil Jake.

Ia pun memutar tempat disana mencari keberadaan gadis menyebalkan itu, hingga sebuah gulali berada di depan wajahnya.

"Sudah tidak perlu merajuk lagi, makan gulali ini agar manis ku menular pada mu." Jake berdecak dan hendak pergi namun Lily menahan tangannya.

"Kau ini tidak sopan hargailah pemberianku! Sekarang makan ini lalu kita nikmati permainan lain." Namun Jake menggeleng.

"MAKAN atau aku akan berteriak karena hendak di culik!" Mendapat ancaman itu Jake menghela nafas dan menarik Jake ke sebuah bianglala.

"Pak 2 tiket ya!"

"Ini pacarnya ya? Aduh cocok kalian yang satu cantik yang satu ganteng." Lily terkekeh dan membawa Jake masuk.

"Ah kau akan suka jika sudah disini lihat kita bisa melihat pemandangan kota dari atas, jika sudah di puncak orang bilang kamu bisa meminta satu permintaan semoga saja bisa terkabul." Jake melihat ucapan tulus Lily membuatnya sedikit terhunyuh pada perkataan gadis itu.

"Kamu pernah?"

"Saat kecil bersama Mama dan Papa."

Jake mengangguk ia pun memejamkan mata saat bianglala menuju puncak. "Aku ingin bianglala ini mati di puncak agar gadis ini tidak cerewet." Batinnya.

Drakk

"Arrgghhh...tolong." Jake membuka mata, benar saja bianglala ini tiba-tiba berhenti di atas dan tepatnya mereka sedang ada di puncak, Lily pun memeluk erat Jake.

"Sumpah Lily gak pernah ngalamin ini, ternyata mengerikan hwaa..." Ucapnya dengan sedikit tangisan.

Jake seketika menghangat saat gadis itu memeluknya entahlah, tapi ia suka akan hal ini, bisakah tetap berhenti.

"Hwa...kenapa kau diam saja apa kau tidak takut Jake?" Jake menggeleng kepala.

"Hiks...Mama...Papa..." Jake hampir tertawa mendengar wanita galak itu akhirnya ciut karena hanya masalah teknis.

Jake mengelus kepalanya. "Tidak akan lama berjalan lagi kok." Benar saja setelah mengatakan itu bianglala kembali berjalan membuat Lily melepas pelukan hangatnya mereka pun akhirnya turun.

"Cih wahana tidak layak!" Kesalnya membuat Jake hendak tertawa namun mendapatkan pelototan Lily ia akhirnya menahannya.

"Sekarang kita mau kemana lagi?" Tanya Jake.

"Mm....bagaimana jika naik komedi putar?" Jake kebingungan setelah mendapatkan jawaban itu.

"Memang komedi putar seru, apakah kita akan banyak tertawa?" Lily tertawa mendengar kepolosan Jake ia pun segera menarik tangan Jake untuk naik ke wahana tersebut, dan hasilnya Jake terkejut karena ternyata komedi putar adalah sebuah wahana yang disusun banyak patung kuda dan kursi.

"Ayo!"

Lily pun membeli tiket dan 2 ice cream disana mereka menghabiskan waktu, terlihat wajah senang Jake karena ini pertama kalinya ia mencoba wahana ini, sejak kecil orang tuanya tidak pernah membawanya kesini karena Jisoo maupun Jin masih sibuk mengurus perusahaan mereka yang masih perlu perkembangan.

"Apa kau senang?" Lily pun berjalan dengan perlahan dari kursinya dan naik kuda yang bersebalahan dengan Jake.

"Ya..Gomawo." ucap Jake.

"Aku yang harusnya berterimakasih, karena niat mu menolongku kemarin, seharusnya aku bukannya marah tapi karena kesal kau menggendongku dengan lancang itulah yang membuatku marah." Jake mengangguk mengerti.

"Mian." Lily mengangguk.

Saat itu Lily melihat lalat nampak mengelilingi wajahnya dan tak sadar ice cream nya jatuh mengenai tangan Jake.

"Ehh mian." Ucap Lily kaget.

"Kau!!" Dengan kesal Jake mengoles ice cream ke hidung Lily.

"Hornet!!" Lily pun membalas nya lagi di pipi Jake.

"Beruang!!" Jake pun membalasnya hingga mereka pun menghela nafas karena menjadi tontonan, namun saat telah sadar keduanya tertawa karena wajah mereka penuh dengan ice cream.

"Ahahaha wajahmu!!" Tunjuk Lily.

"Hahaha...kau...seperti anak TK!" Tawa Jake membuat keduanya tanpa sadar menjadi bahan tontonan orang banyak.

....

Jake nampak tersenyum setelah menghabiskan waktunya dengan Lily, tidak buruk dengan itu, justru dirinya merasa lepas saat dengan gadis itu.

"Hayo...anak mom lagi mikirin cewek kan senyum-senyum? Ngaku!" Jake memalingkan wajah.

"Mom terlalu ikut campur." Jisoo tertawa.

"Maafkan Mom ya jika sudah mengabaikan mu." Jake menatap bingung apa maksud Jisoo karena ia tidak pernah melihat pernyataan setulus itu dari Jisoo.

"Mom janji akan selalu ada dengan mu mulai saat ini, katakan apa yang menjadi beban mu, mom siap mendengarkan, jangan ragu mom akan selalu sayang pada kamu." Jisoo memeluknya erat.

Jisoo mendapati pesan dari Lily, gadis itu menjelaskan tentang putranya dan kini ia sadar jika memang ia terlalu mengabaikan putranya. "Mom sudah lama Jake tidak makan daging sapi panggang, apakah Mom bisa buatkan sesuai dengan saat Jake masih kecil?" Jisoo tersenyum mengelus kepala putranya.

"Tentu saja." Jake tersenyum senang ah hari ini ia sangat bahagia, setelah Lily memberikan apa yang saat kecil ia tidak rasakan, kini ia bahagia Mommy nya sudah kembali seperti dulu, mulai detik ini ia akan membuka hati nya untuk Lily, gadis itu sangat amat membantunya dalam keadaannya yang terpuruk, apakah ini yang dinamakan cinta? Ah ia tidak akan terburu-buru.

TBC.

Indeed Mate (Rookie)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang