Disclaimer:
Cerita ini mengandung banyak hal-hal yang bertolak belakang dengan norma dan aturan moral masyarakat umum. Ini sekali lagi hanya karya fiksi, mungkin pola pikir yang menyimpang (LGBT, Freesex, kekerasan verbal/unverbal, dll) akan lebih m...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Seluas cara berpikir manusia. Tidak sekalipun aku pernah berpikir, kalau suatu hari sesuatu akan membuatku tenggelam.
Selain bertahan hidup, ku kira tidak akan ada lagi yang perlu di perjuangkan.
Hah, nyatanya aku keliru!
Shakinawa, seseorang yang membuatku jatuh cinta tapi tak membuatku berpikir ingin mati. Ku pikir ia satu-satunya.
Hingga kemudian, gadis asing dengan sejuta keanehannya tiba-tiba hadir dan membuatku bersimpuh dan teringin menyerahkan nyawaku untuknya.
Wanita bengis yang ku kira tak memiliki hati.
Dia yang ku kira tak bisa bersikap manis.
Dan ku kira tak memiliki kesedihan untuk di tumpahkan.
Aku kacau di kakinya. Tak memiliki harga diri sama sekali. Memujanya seperti jutaan raja yang menggilai Cleopatra.
Kau cantik, meskipun kebiasaanmu tidak.
Kau tetap berada di puncak segala hal yang ku inginkan, Lalisa.
Meskipun aku tau, resiko menggilaimu adalah sebuah ketololan yang merelakan kenormalanku untuk mengakhiri hidup di dalam seluruh genggaman jemari lentikmu.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Jaehyun menutup bukunya, tepat ketika sketsa indah itu ia selesaikan. Oh, lagi-lagi Lalisa. Mungkin kalimatnya benar, tentang manusia penggila uang.
Ya, Jaehyun mengakuinya, kalau dirinya dulu memang seperti itu. Saat perasaannya belum sematang sekarang.
"Arrrggghhh!" Jaehyun melempar kasar tubuhnya di atas ranjang. Memandangi lamat langit-langit kamar tidurnya. Kembali bayangan Lisa yang bersikap manis dengan Taeyong pun ikut mengusik pikirannya.