((Extra part))

1.8K 168 22
                                    

22mei2022;sunday

.

.

_________________________________________

Suara derap langkah kaki memenuhi kebisingan di sebuah ruang tamu

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Suara derap langkah kaki memenuhi kebisingan di sebuah ruang tamu. Seorang remaja cantik baru saja berjalan masuk dari pintu utama menuju area dapur demi menemui seseorang yang sedang ia cari.

"MOM! MOMMY!!!" Pekiknya kencang. Hingga wanita dewasa dengan celemek di lehernya pun berbalik. "Ya ampun Liz? Kenapa kau selalu berteriak saat pulang sekolah seperti sekarang? Apa kau tidak sadar kalau suaramu itu sangat memekakkan telinga?"

Gadis remaja cantik berlesung pipi itu terduduk kesal di salah satu kursi. "Mom, apa mommy bisa menebak sesuatu apa yang sedang ku bawa sekarang?" Tanyanya pada sang ibu, yang beberapa detik kemudian langsung di respon dengan sebuah gelengan kepala.

"Kau harus melihatnya, Mom!"

Dengan cepat Liz meletakkan sebuah amplop berlogo resmi di atas meja makan.

"Kejutan! Prestasi baru dari Jake!"

Lisa menghela napas berat. Ia tau benar kalimat sarkas yang baru saja terlontar dari mulut putrinya. Entah ulah apa lagi yang di lakukan anak bungsunya. Ia pun lekas mengambil surat itu.

"Apa Jake memukul orang lagi?"

"Ku rasa telinga Jake belum sepenuhnya tuli kan, Mom?" Sindir Liz, yang baru saja menatap sinis pada sosok remaja pria yang sedang berjalan melewati area dapur. Sementara sang pelaku berusaha terlihat santai dan hendak kabur dari ibunya. Namun, terlambat!

Sedetik setelah Jake melintasinya, Lisa lekas menarik lengan anak lelakinya itu. Dan membawanya duduk di salah satu kursi meja makan yang tersedia. Liz lantas menatapnya dengan ekspresi mengejek.

Tidak, tapi itu benar-benar membuat Jake kesal!

"Oh ya ampun, Mom! Aku sangat lelah!" Rengeknya, mencoba terlihat lesu agar Lisa lekas mengizinkannya pergi.

"Selesaikan dengan singkat, jika kau ingin cepat-cepat istirahat!"

Jake sang tertuduh pun menghela napas. "Ok Mom, begini! Aku berkelahi bukan untuk memamerkan seberapa hebatnya ilmu beladiriku. Aku hanya—"

"Cemburu pada seorang pria yang meneriaki gadisnya dengan kalimat, oouuhhh... Yepputa! Benar kan?" Potong Liz cepat. Sambil memberikan senyum meledek pada Jake—adik kembarnya yang hanya berbeda umur beberapa menit dengannya.

L FOR J  ? ✔Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang