34

44 5 1
                                        

Bismillahirrahmanirrahim
Haiii update lagiii

Jangan sampai kalian bosen yaaa

Hati-hati ya jangan nahan senyum haha

Jangan lupa votmennya ya bestiii

Happy reading































___________________________________

Jadian
___________________________________


Setelah kegiatan ekstrakurikuler mereka berencana akan langsung pulang ke rumah masing-masing. Sekarang mereka sudah berkumpul di parkiran motor Raka dkk.

"Rere lo hari ini kerja?" Tanya Maura tiba-tiba.

"Iya, kenapa?"

"Lo hari ini gausah berangkat deh, ijin atau alasan apa gitu kek"

"Lah emang kenapa?" Tanya Raka.

"Asal kalian tau, perasaan gue gak enak banget ini" Maura memberitahu apa yang dirasakannya sekarang. Dia merasa akan terjadi sesuatu kepada Rere, entah itu benar atau tidak tapi Maura kali ini bisa merasakannya.

"Gak bisa, gue harus kerja ini Ra"

"Gue gak maksa lo kok re, gue cuman ngasih tau perasaan gue aja tapi lo tetep harus hati-hati ya"

"Iya makasih ya"

"Kalian mau pulang kapan ini?" Tanya Maura.

"Ini mau pulang" jawab Lidya.

"Kalo gitu gue duluan ya, udah dijemput gue bye" pamit Maura saat melihat sopir pribadinya sudah menunggunya didepan gerbang.

"Bye"

Sekarang tersisa Rere, Lidya, Raka, David, dan Alvaro.

"Pulang sekarang atau nanti?" Tanya Raka pada Rere.

"Terserah kamu aja"

"Lidya lo pulang sama siapa?" Tanya Rere.

"Sama gue" jawab David singkat.

Tanpa memperdulikan orang-orang disekitarnya David memasangkan helm yang dipakainya tadi pagi kepada Lidya. Hal itu mengambil perhatian dari Raka dan Alvaro seperti ada yang aneh dengan David kali ini.

"Tumben lo mau bareng sama ni curut" celetuk Alvaro.

"Terserah gue dong, gue kan pacarnya" ucap David menyombong ke Alvaro.

"What the fuck" ucap Raka spontan.

"Huss mulutnya" ingat Rere.

"Hehe"

"Serius Lo pacaran sama ni curut?" Tanya Alvaro memastikan.

"Iya" jawab David santai.

David tidak tahu bagaimana Lidya sekarang yang sedang menahan senyumnya dibalik helm fullface yang dipakaikan oleh David tadi. Entah darimana helm ini didapat. Lidya yakin kedua pipinya sudah memerah seperti kepiting rebus. Untung saja tidak bisa dilihat.

"Kapan lo pacarannya?" Tanya Raka.

"Baru aja tadi"

Memang benar yang dikatakan oleh David kali ini. Dia baru saja berubah status menjadi pacar Lidya saat Lidya menemaninya ekskul tadi.

I'M REINARATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang