36

30 5 1
                                    

_______________________________

Kecelakaan
_______________________________

Setelah pulang sekolah tadi Rere langsung berangkat kerja karena sudah jam 4 sore. Dan entah kenapa ucapan Maura tadi saat akan pulang sekolah tadi sangat melekat di kepalanya membuat perasaannya tidak tenang.

Dan aneh sekali tadi Damar tidak mengijinkan Rere pergi bekerja naik motor sendiri. Awalnya Rere menolaknya karena pastinya ayahnya yang akan mengantar dan menjemputnya nanti. Dan itu sangat merepotkan baginya dan juga ayahnya.

Tapi Damar memaksa Rere agar mau diantar olehnya. Rere hanya bisa pasrah tapi dia juga senang karena jarang sekali bisa kerja diantar oleh ayahnya.

Hari ini sedikit melelahkan, restoran cukup ramai pengunjung membuat para pekerja sedikit kewalahan. Tapi mereka juga senang mendapat banyak pelanggan hari ini.

Selama kurang lebih 5 jam sudah Rere bekerja hari ini dan itupun dia lakukan setiap harinya kecuali hari Minggu karena memang hari libur. Restoran tempat Rere bekerja sudah tutup 5 menit yang lalu dan kini Rere sedang menunggu ayahnya menjemputnya.

Karena dia harus menunggu ayahnya, Rere memutuskan untuk membeli jajanan yang ada di seberang jalan.

"Mang ciloknya lima ribu ya"

"Pedes gak neng?"

"Iya mang, pedes"

"Tunggu sebentar ya neng"

"Iya mang"

"Ini neng ciloknya" penjual cilok itu memberikan pesanan Rere setelah beberapa menit menunggu.

"Ini uangnya mang, makasih ya" Rere memberikan uangnya kepada mamang penjual cilok itu.

Ketika Rere baru berjalan beberapa langkah, tiba-tiba hp Rere yang berada di dalam tasnya berdering. Tangan kanan yang memegang sebungkus cilok yang baru saja ia beli dan tak lupa di tangan kiri ada tas yang disampirkan.

Rere heran melihat siapa yang menelponnya di malam seperti ini. Ternyata yang menelponnya di malam ini adalah Maura. Tak menunggu lama Rere mengangkat panggilan dari Maura tersebut.

"Halo Ra"

"Halo re"

"Ada apa?"

"Lo udah pulang?" Tanya Maura diseberang sana.

"Belom, kenapa?"

"Tapi udah waktunya pulang kan?"

"Iya, kenapa sih?"

"Lo sekarang cepetan pulang, tapi Lo hati-hati ya" suruh Maura di sana.

Bukan tanpa alasan Maura menyuruh Rere agar cepat pulang. Tapi dia baru saja mendapat kabar dari orang suruhannya, jika Michelle dan Angel akan bersekongkol menyakiti Rere bahkan mereka berniat ingin membunuh Rere.

"Lo kenapa sih Ra dari tadi sore pulang sekolah gak jelas banget" Rere mulai melanjutkan jalannya yang tertunda tadi.

"Gue khawatir sama lo ogeb, perasaan gue gak enak dari tadi pulang sekolah"

"Iya tapi apasih yang lo pikirin? Orang gue biasanya juga begini"

"Enggak re, gue rasa malem ini tuh gak kayak biasanya"

"Kok gitu"

"Lo jangan pernah lupain Michelle re" Maura menjeda ucapannya dan Rere yang mendengar nama itu langsung menghentikan jalannya. Dan posisinya sekarang berada di tengah jalan karena Rere baru saja menyeberangi jalan.

"Dia bisa lakuin apa saja buat celakain lo. Tadi gue dapet laporan dari anak buah gue, malem ini dia bakal melancarkan rencana yang dibuatnya. Dan tadi gue lihat dia keluar naik mobil sama Angel gue gak tau dia mau kemana" Rere mendengarkan Maura sembari melanjutkan jalannya dengan santai.

"Lo tenang aja Ra gue bisa jaga diri, gausah khawatir lagi oke"

Baru saja Rere mengucapkan kata-kata agar Maura tidak lagi khawatir dengannya. Tiba-tiba ada cahaya yang sangat terang mendekat ke arahnya dengan sangat kencang.

Rere yang shock tidak bisa melakukan apa-apa. Dia hanya bisa diam tak bergerak. Karena kepanikannya itu mendadak Rere menjadi diam membisu.

Sedetik kemudian dia bisa melihat ayahnya yang sudah berada di depan restoran tempat kerjanya tadi sebelum dia terpental jauh.

Brraaakkkkk

"Halo"

"Re" panggil Maura yang semakin khawatir dengan Rere. Pasalnya dia mendengar suara yang tidak diinginkan.

"Rere lo dengerin gue gak?" Maura terdengar sedikit berteriak agar Rere bisa mendengarnya.

"Re lo gapapa kan?" Tanya Maura dengan suara bergetar walaupun tidak ada sahutan dari Rere.

"Halo Rere"

"Re jawab dong" panggil Maura dengan nafas memburu.

"Sial" umpat Maura.

"Halo mbak" baru saja Maura akan mematikan sambungannya tiba-tiba ada suara asing yang masuk kedalam pendengarannya.

"Siapa ini? Rerenya mana? Kok suara cowok sih, ngaku Lo ini siapa? Yang punya hp ini kemana?" Sentak Maura beruntun dan tidak memberi celah orang itu menjawab pertanyaan Maura.

"Maaf mbak disini baru saja ada kecelakaan yang terjadi kepada teman mbak, dan saya melihat ada panggilan yang masih tersambung, jadi saya angkat saja. Sebentar lagi teman mbak akan dibawa ke Rumah Sakit Atmaja. Mbak tolong kabari keluarganya ya mbak"

"Terimakasih ya mas" Maura langsung mematikan sambungannya kemudian mengabari Lidya dan juga teman-teman yang lain jika Rere sekarang kecelakaan.

"Terjadi kecelakaan di jalan Sudirman, tolong segera datang kesini sekarang juga" ucap seseorang yang melihat kejadian itu dan langsung menelpon ambulans.

"A-ay-aahh" rintih Rere yang menahan sakit di seluruh badannya sebelum hilang kesadarannya.

___________________________________

See u next up

I'M REINARATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang