Sudah sepuluh hari sejak kepergian Seungwan dari rumah ini. Dan sejak itu pula, Taehyung tak bisa untuk berhenti memikirkan keadaan wanita tersebut. Sesekali dia menangis tanpa sebab karena teringat Seungwan. Taehyung merindukan wanita itu. Taehyung rindu masakannya, Taehyung ingin memeluk wanita itu. Dia ingin Seungwan tetap berada disampingnya. Tapi Taehyung sadar, bahwa semua kesalahannya tidak bisa diampuni. Bahkan untuk selamanya.
Taehyung berjalan ke arah dapur untuk menghampiri Joohyun yang sudah menyiapkan makan siang hari ini. Dia meraih lengan kecil itu. Terlihat Joohyun yang kaget atas tindakan Taehyung "Ada apa Tae?"
Pria itu tak berucap. Dia hanya diam dengan memilih menggeret Joohyun untuk duduk di kursi meja makan. Taehyung menatap Joohyun yang hanya mampu berkedip beberapa kali, seperti mengisyaratkan ada apa tanpa bertanya "Aku ingin bicara.." terdengar nada berat dan lesu dari pria bernetra hitam pekat itu.
"Ya?"
Taehyung kembali menghela napasnya tanpa sabar. Dia ragu untuk berucap "Jo.. Aku.. " kalimat itu terputus beberapa saat kemudian. Joohyun yang heran dan bingung memilih menggenggam tangan Taehyung dan mengelusnya perlahan "Bicaralah Tae.... Aku disini...." ujar Joohyun dengan meyakinkan Taehyung melalui tatapan matanya.
"Aku tidak bisa meneruskan hubungan kita.." bagai disambar petir di siang hari. Joohyun kaget seketika, dia langsung melepas genggaman itu. Ada apa dengan Taehyung-nya sekarang? Pria itu mencintai dirinya, dan Joohyun yakin akan itu.
"K-kau bercanda Tae?" tanya Joohyun dengan tertawa tak percaya. Dia merasa tak bisa meninggalkan pria didepannya. Mereka saling mencintai sejak dulu dan itu pasti.
Taehyung menggeleng "Tidak. Sama sekali tidak"
"Lalu?"
"Noona?" seketika pandangan Joohyun naik menatap manik hitam itu. Taehyung tak pernah memanggilnya seperti ini, ya, dia pernah menyebutkan panggilan itu dulu, saat keduanya awal bertemu. Memang benar jika pria itu memanggilnya demikian karena memang Joohyun berada tiga tahun diatas Taehyung.
"Atas nama Tuhan dan Bapak, aku menceraikan mu sebagai istriku. Dan memutus--"
Plak
Tamparan keras langsung mendarat di pipi kiri Taehyung tanpa bisa dicegah. Joohyun menatapnya nyalang dengan mata memerah menahan tangis "Kau gila?! Kau kenapa?! Taehyung!" teriakan itu menggema di penjuru ruang makan rumah ini.
"Kita harus bercerai! Aku sudah tak mencintaimu sekarang..."
"Sebercanda itu dirimu?" Joohyun sudah tak bisa menahan tangis kesedihan. Air matanya sudah menganak sungai di kedua pipinya "Kau mencintai Seungwan?"
Taehyung hanya diam.
"Taehyung!? Jawab aku!? Kau mencintai pembantu udik itu?!" Joohyun bertanya, karena dia merasa ada keanehan diantara mereka berdua. Sejak tatapan yang bisa dia baca dari netra Seungwan beberapa hari yang lalu, saat wanita itu pamit untuk pergi dari rumah ini. Joohyun menyadari akan semuanya.
"Dia bukan pembantu disini. Dia istriku Noona, dia istri sahku. Dimata Tuhan dan negara dia istriku satu-satunya..." Taehyung berkata dengan menundukkan kepalanya dalam. Ingatan kejahatan dan semua hal buruk yang dilakukan pada wanita tak bersalah itu muncul kembali satu persatu.
Joohyun tertawa, tak menyangka akan hal mengejutkan seperti ini "Aku istrimu Taehyung! Kau lupa saat mengikrarkan suci---"
"Kita menikah karena sebab Joo... Mengertilah! Aku menikahinya karena ingin membalas dendam atas kepergian Jiho. Dan setelah kepergian putra kita, kau memilih untuk mengejar mimpimu. Kau lupa? Kita tak pernah lagi bertemu dan hanya saling memberi kabar lewat ponsel. Kau lupa lagi? Saat aku dengan tangis nelangsa memintamu untuk tetap tinggal disini? Lalu apa pilihanmu?"
KAMU SEDANG MEMBACA
MISTAKE ✔
Fiksi PenggemarBisakah seorang Kim Taehyung mendapatkan kesempatan untuk kedua kalinya? Kurasa Tidak. 03072021- 14062022. Hellothere, 2021.
