눈 감으면 사라질까
단 일초도 아쉬워 난 이대로 있어 줘
What if you disappear if I close my eyes?
Each second is precious, just stay like this
-Red Velvet's Time To Love-
*****
Jaehyun sudah mulai membaik kondisinya. Namun waktu memang tidak pernah memihak pada kondisi Jaehyun dan Yeri yang mulai renggang. Jaehyun sadar sebenarnya. Makanya saat ia membuka mata dan mendapati Yeri tidur dengan posisi duduk dilantai sembari tangannya yang berada di pipi Jaehyun segera membuatnya bangun perlahan.
Jaehyun pelan-pelan bangkit dan segera memindahkan Yeri untuk tidur di ranjang mereka dengan sangat hati-hati. Ia melirik jam setelah itu. 2.17 am. Ia kemudian kembali merebahkan diri di sebelah Yeri. Saat ia baru mencoba menata tempat tiba-tiba Yeri bergerak dalam tidurnya membuat Jaehyun terdiam seketika. Namun saat Jaehyun kembali mencoba bergerak Yeri malah membuka mata yang membuat Jaehyun buru-buru tidur seraya menyentuh pipi Yeri lembut.
"Maaf aku membangunkanmu sayang. Tidurlah lagi." kata Jaehyun hangat seraya mengusap-usap lembut pipi serta surai Yeri.
Yeri terdiam beberapa detik, sebelum akhirnya mengangkat tangannya guna menyentuh kening Jaehyun. Setelah tahu kalau suhu Jaehyun sudah turun ia pun mengangguk dan menjauhkan tangannya. Ia kemudian menjauhkan tangan Jaehyun darinya, Yeri hendak bangkit yang langsung ditahan oleh Jaehyun.
"Mau kemana?" tanya Jaehyun.
"Ke dapur." jawab Yeri seraya bangkit dari tidurnya.
Jaehyun ikut mendudukkan diri. Ia teringat kalau di tidur panjangnya sepertinya ia melihat Yeri juga begini. Yeri seperti menjauhinya. Dan itu membuat Jaehyun segera mengikuti langkah Yeri.
"Sayang kau kenapa?" tanya Jaehyun seraya memeluk Yeri dari belakang setelah sampai di dapur. Ia menyandarkan kepalanya pada bahu Yeri.
Yeri menggeleng pelan. Tangannya menurunkan tangan Jaehyun dari perutnya. "Oppa tunggu saja di kamar. Aku tidak akan lama." kata Yeri.
Bukannya melakukan apa yang Yeri ucapkan. Jaehyun malah berdiri mematung menatap Yeri heran. Detik berikutnya ia kembali mendekati Yeri dan segera menyentuh tangan perempuan itu. "Yerim-a, aku yakin aku melakukan kesalahan. Kenapa?"
Yeri kembali menurunkan tangan Jaehyun. "Kembalilah ke kamar. Nanti orang-orang bangun kalau kau ramai disini." ucapnya.
Yeri bukannya bisa membuat bubur. Ia ini hanya membuat bubur yang sangat mudah. Lewat microwave seperti yang dicontohkan Kim Ahjumma tadi.
Jaehyun sendiri masih setia di tempatnya berdiri. Namun ia tidak banyak berbicara. Hanya berdiri sembari memperhatikan Yeri yang susah payah menghindari kontak mata dengannya. Sampai setelah Yeri selesai, Jaehyun kembali mengikuti perempuan itu. Berjalan beriringan menuju kamar mereka. Ia membiarkan Yeri memasuki kamar lebih dulu sebab dia harus mengunci pintu dulu.
"Bilang ada apa? Aku tidak mau nanti setelah berangkat masalah kita ini belum selesai." tanya Jaehyun serius setelah mendekat.
Yeri diam. Ia tidak bisa berhadapan dengan Jaehyun begini. Seperti dugaannya, perasaannya memaksa untuk tidak menjauhi Jaehyun. Padahal di otaknya ia masih merekam momen saat Jaehyun mengigau masih tidak sadar kemarin.
"Bukan apa-apa." dan Yeri kini hanya menunduk.
"Sayang," panggil Jaehyun lagi seraya menggenggam tangan Yeri.
KAMU SEDANG MEMBACA
Unrequited, Jaeri (END)
Fanfiction"Maukah kau mengisi posisi ibu untuk Chaeyun, Yeri-ssi?" Yeri menolehkan kepalanya menatap pria itu. Ia terdiam begitu lama. Otak dan hatinya masih sangat tidak tenang sekarang. Membuatnya hanya bisa menatap wajah Jaehyun dalam diam karena tak tahu...
