사라지지 마 항상 머물러
내 심술로 널 깨뜨려
화내고 보채도
없어질까 봐 (종일 종일) 조바심 내고
보석처럼 널 아끼는
그 사람 나란걸
Don't go away, always stay by my side
Even when I break you
Make you mad and push you with my bad temper
I'm so cautious in case you disappear
The person who values you
Like a jewel is me
Red Velvet's Candy
*****
Dokter Kim menutup pintu kamar Chaeyun. Membuat Jaehyun maupun Yeri segera berdiri dari duduknya dan segera menghampiri Dokter Kim.
Melihat bagaimana Dokter Kim memperhatikan penampilannya disusul suara helaan napas membuat Yeri hampir saja menjatuhkan air matanya sebab takut. Yeri melirik Jaehyun yang dari tadi menunjukkan ekspresi tidak bersahabat, membuatnya semakin takut sekarang.
"Nona Chaeyun harus di rawat inap lagi. Mengingat kejadian sebelumnya, nona Chaeyun belum mendapatkan pemulihan penuh. Paru parunya masih sangat lemah, hingga menjadi semakin lemah sekarang." jelas Dokter Kim yang semakin membuat Yeri menggigit bibirnya gugup.
"Kami, pihak rumah sakit juga akan secepatnya mencarikan pendonor buat nona Chaeyun." sambung Dokter Kim lagi.
"Baiklah dokter, terima kasih telah datang kemari. Maaf mengganggu waktu anda." ujar Jaehyun seraya menyalami tangan Dokter Kim.
Setelah itu Jaehyun mengambil langkah untuk mengantar Dokter Kim ke pintu utama. Meninggalkan Yeri yang menatap kosong angin di depannya.
Tentu saja Yeri menyesal. Ia yang tadi menyarankan untuk membuat kue. Padahal tadi di video yang ia pilih jelas membutuhkan tepung. Ia membuat Chaeyun dalam bahaya. Dan ia benar benar menyesal.
Bahkan Jaehyun sekarang tampak tak sudi untuk menatapnya.
"Oppa.. Ma-maafkan aku." berkata begini saja Yeri butuh keberanian yang sangat besar.
Hingga akhirnya ia menyesal karena berusaha menghentikan langkah Jaehyun hanya untuk sekedar mempertemukan manik keduanya. Sorot mata Jaehyun menyeramkan. Yeri tidak bercanda akan itu. Apalagi saat tangan kekar Jaehyun perlahan menurunkan genggaman Yeri di lengannya.
Sekarang tubuh yang awalnya menyamping itu kini menghadap pada Yeri. Semakin meruntuhkan nyali perempuan itu saja.
"Harusnya kau sudah tahu bagaimana penyakit Chaeyun. Selama ini apa aku menuntutmu untuk bisa memasak? Dan kalau kau ingin memasak, jangan ajak Chaeyun. Aku tidak masalah rumahku berantakan karena mainan Chaeyun, tapi tidak dengan hal yang membahayakan Chaeyun begini.
Kau hampir membunuh putriku, Yeri-ssi"
Ucapan Jaehyun begitu tajam sampai Yeri rasa bisa menusuk dalam telinga dan dadanya. Tanpa izin air matanya berkumpul di pelupuk mata. Ia menunduk dalam, guna menyembunyikan air matanya dari Jaehyun yang sepertinya tidak peduli.
Detik berikutnya Yeri cepat cepat menghapus air matanya saat melihat Jaehyun sudah memasuki kamar Chaeyun. Ia segera mengikuti langkah Jaehyun menuju kamar Chaeyun, tidak peduli bagaimana rasa takutnya begitu besar sekarang.
"Aku akan membantu-- kau belum sepenuhnya puli--"
Tangannya di hempaskan begitu saja saat baru menyentuh kaki Chaeyun. Kemudian tatapan tajam Jaehyun kembali menyerangnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Unrequited, Jaeri (END)
Fanfiction"Maukah kau mengisi posisi ibu untuk Chaeyun, Yeri-ssi?" Yeri menolehkan kepalanya menatap pria itu. Ia terdiam begitu lama. Otak dan hatinya masih sangat tidak tenang sekarang. Membuatnya hanya bisa menatap wajah Jaehyun dalam diam karena tak tahu...
