15. Cause It's You

264 42 21
                                        

(rindu ga ama update?)

悩んで泣いた日々も
他愛ないジョークも
ぜんぶの瞬間 大事な Memories
‘Cause baby it’s you
た会いたいね


Even the days I worried and cried

Even the silly jokes
Every moment is a precious memory
‘Cause baby it’s you
I want to meet you again

Red Velvet's Cause It's You (Japan)

*****

Untuk kesekian kali, Yeri mencoba melirik Jaehyun. Namun, dengan cepat kembali mengalihkan pandangan. Jaehyun masih sama seperti tadi. Masih dingin. Membuat Yeri akhirnya mengurungkan niat untuk bertanya. Padahal sejuta pertanyaan sudah melayang layang di atas kepalanya.

Lampu lalu lintas di depan menunjukkan untuk berdiri. Yeri menggigit bibir bagian dalamnya. Pasti sebentar lagi hening akan merajarela. Sudahlah, Yeri lebih baik diam saja dan mencoba untuk biasa saja.

"Ini."

Jaehyun mendahului berkata. Tangannya memberikan sebuah benda persegi panjang yang terlihat mewah. Ini.. Undangan?

"Acaranya satu bulan lagi. Jungkook tak mau memberinya langsung padamu. Dia tidak mau membuatmu terganggu."

Ah, benar undangan ternyata. Yeri memperhatikan bagian luar undangan. Telinganya masih menyimak suara Jaehyun.

"Maaf, untuk makan malam yang sudah kurencanakan tadi, tidak jadi. Aku ada urusan mendadak." Untuk penjelasan yang ini, Yeri mulai mengalihkan pandangannya dari undangan di pangkuannya.

Jaehyun ada urusan mendadak? Apa karena Jennie?

Astaga. Sudah lupakan Yeri. Untuk privasi Jaehyun, harus kau hargai juga. Jaehyun selalu menghargaimu dari awal. Huh, kenapa Yeri jadi sepenasaran ini dengan hidup Jaehyun? Sudahlah, mungkin urusan pekerjaan yang mendadak.

"Baiklah, tidak apa apa."

Terakhir. Yeri menatap Jaehyun. Ya, masih sama. Sudahlah, Yeri tidak peduli. Ia lebih baik kini mengalihkan pandangan, mencoba baik baik saja dan hanya menatap luar jendela. Toh, Jaehyun sedari tadi juga tak mau menoleh, tidak guna bagi Yeri yang terus mencari perhatian agar tetapannya terjawab oleh pria itu.

*****

💬Putra Pertama Nyonya Kim.

Maaf Nyonya.
Selamat malam.
Jaehyun sepertinya akan pulang larut. Jaehyun sedang bersama teman teman dia. Jadi, lebih baik kau tidak perlu menunggu.

Yeri menghela napas menatap pesan masuk yang kini terpampang jelas di layar ponselnya. Sudah satu minggu semenjak hari itu, Jaehyun menghindari Yeri. Dan sekarang, tahu tahu memberi kabar seperti ini. Itu saja yang mengirim Doyoung, putra Nyonya Kim.

Terima kasih infonya.

Send.

Ya meskipun begitu, Yeri masih harus membalas pesan Doyoung yang berbaik hati memberinya kabar.

"Imo kenapa? Apa appa akan pulang malam lagi?" Bahkan Chaeyun yang kini duduk di depan Yeri pun paham dengan ekspresi Yeri.

Jaehyun jarang pulang memang. Tapi kali ini Yeri yakin pria itu menghindarinya. Karena memang selalu saja, pagi berpapasan sebentar, tidak menegur sapa dan selalu pulang malam.

Unrequited, Jaeri (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang