Budayakan vote sebelum membaca agar dapat mendukung cerita ini.
Happy reading...
***
"Dia seorang...." Jawan Chaeyoung gantung yang membuat JenChuLi sangat penasaran akan kelanjutan perkataan darinya.
"Yak kenapa kalian sangat penasaran sekali" Heran Chaeyoung kepada ketiga temannya itu.
"Cepat katakan saja Chae" Desak Jisoo pada Chaeyoung.
"Ani, aku tidak akan mengatakannya. Makanan sudah datang dari tadi nanti keburu dingin lebih baik kita makan" Kata Chaeyoung yang mengalihkan topik pembicaraan.
"Haih jinjja kau tidak asik sekali Rosie" Kesal Jennie pada Chaeyoung.
"Tahu gitu aku tidak akan menunggu jawaban mu Chae" Kata Jisoo.
"Menyebalkan" cicit Lisa pada Chaeyoung.
Melihat reaksi teman-temannya yang seperti itu Chaeyoung terkekeh karena mereka sangat penasaran dengan seorang yang dia sukai. Setelah menyelesaikan sesi pergibahan itu mereka memutuskan untuk makan makanan yang sudah disajikan oleh pelayan.
***
Chaeyoung POV
Sejujurnya topik pembicaraan seperti itu aku sangat menghindarinya, karena menurut ku itu privasi ku. Entah kenapa mereka terlihat begitu penasaran akan seseorang yang aku sukai. Mungkin karena memang banyak dari namja dan youja yang mendekatiku, tapi aku sangat dekat dengan seorang youja bahkan rata-rata temanku adalah seorang youja dan itu pun aku hanya menganggap mereka sekedar teman biasa.
Oh ya, aku memang sedang menyukai seseorang, tapi aku tidak bisa mendefinisikan apakah itu rasa suka atau hanya sekedar rasa nyaman. Karena diperlakukan spesial oleh seseorang jujur itu membuatku nyaman dan terasa seperti dicintai olehnya. Pasti kalianpun tau siapa pelakunya itu.
Ya dia Lalisa Manoban, aku tidak tahu perasaan seperti apa yang sebenarnya aku rasakan terhadapnya. Dia seperti seorang namja wajahnya perpaduan cantik dan ganteng menjadi satu, memperlakukan ku seperti seorang ratu, dia memanjakanku, melindungiku bahkan aku tahu dengan pasti dia juga menyayangiku namun aku tidak tahu perasaan nya sendiri. Mengkin dia memang menganggapku hanya sekedar teman dekatnya tidak lebih.
Bahkan dengan jelas dia bebeerapa kali mengelak perkataan orang-orang bahwa kita tidak memiliki hubungan spesial dan entah kenapa setiap mendengar jawaban darinya itu membuat ku sedih. Apakah mungkin aku mengharapkan hubungan yang lebih? Molla, aku tidak mau memikirkannya.
Selesai dari cafe kami memutuskan untuk pulang, Lisa berniat untuk mengantarkan ku pulang kerumah. Mengingat arah rumah kita beda arah aku melarangnya, namun dia kekeh tetap ingin mengantarkan ku pulang ke rumah jadi aku pasrahkan saja dengan mengikuti kemauannya itu. Sekarang kami sedang jalan bersebelahan dengan dia yang sambil menggandeng tanganku, kami berjalan di trotoar namun entah kenapa tiba-tiba ada sebuah motor yang melaju kencang ke arah kami, motor itu bisa saja menyerempetku.
Dengan cepat Lisa menarik tanganku dan memelukku dengan erat, jujur aku kaget dengan keduanya kaget akan motor yang akan menyerempetku dan kaget dengan tiba-tiba Lisa menarik tanganku dan memeluk ku dengan erat. Dipeluk seperti itu membuat jantungku berdebar dengan kencang, ku harap dia tidak merasakannya.
"Chaeng gwuenchana? apa ada yang terluka?" Khawatir Lisa kepada ku, aku masih terdiam akibat shock.
"Hais shibal awas saja jika ketemu" umpat Lisa pada pengendara motor tersebut.
KAMU SEDANG MEMBACA
More Than Friends | Chaelisa [END]
Fanfiction"Kumohon, maafkanlah cinta kita ini yang tak terkabul" Chaeyoung. "Jikalau dahulu aku tidak terlahir seperti ini, kita tak akan pernah berpisah dan kita berdua kan terikat" Lisa. Rank #2 - Rosé Rank #3 - Chaelisa Rank #2 - Chaennie
![More Than Friends | Chaelisa [END]](https://img.wattpad.com/cover/320798222-64-k453913.jpg)