PART 54

441 55 7
                                        

Happy reading!






Seorang gadis duduk berdiam diri di dalam kamarnya. Terhitung sudah 2 minggu lamanya dia seperti itu.

Tatapannya kosong tak memancarkan cahaya. Ya kini cahayanya telah pergi meninggalkan nya. Tubuhnya semakin mengurus, keadaanya jauh lebih buruk dari sebelumnya.

Ibunya sudah tidak bisa melakukan apapun untuknya. Bahkan ia tak menyangka kehidupan percintaan putrinya akan seburuk itu. Chitip hanya bisa berharap suatu hari nanti putrinya bisa mendapatkan pengganti yang lebih baik.

Ya, Lisa kini tengah berada di rumahnya. Tepatnya di Thailand sejak kedatangannya 2 minggu lalu dengan keadaan yang sangat berantakan dan tak membawa apapun.

Dia datang dengan mata yang sembab dan memerah. Dia juga menceritakan semuanya pada Chitip. Tentang cintanya yang kini pergi meninggalkan nya.


Tok tok tok


"Lisa, mommy membawakan mu makan siang"

Tidak ada jawaban dari Lisa, mommy chitip pun langsung masuk kedalam kamar sang putri. Saat masuk ia tak melihat keberadaan putrinya, ia melihat nampan yang tadi pagi ia bawakan tak tersentuh sama sekali.

Ia menoleh untuk mencari keberadaan putrinya ke arah kamar mandi namun kosong. Lalu ia melihat pintu balkon yang sedikit terbuka dan memunculkan kepulan asap.

Buru-buru ia melangkah, kemudian dengan cepat ia merebut rokok yang terselip dikedua hari putrinya.

"MAU SAMPAI KAPAN KAU BEGINI?" Bentak Chitip.

Lisa hanya terdiam dan menatap kosong kedepan.

"Lisa! Jawab mommy!"

"Sampai ku mati"

Deg


Air mata turun begitu saja diwajah Chitip. Ia tak habis pikir dengan pemikiran putrinya.

"Kau egois Lisa. Bagaimana dengan mommy? Bagaimana dengan mommy yang selalu menyayangi dan mencintaimu tanpa henti?"

"Apa kamu tidak memikirkan mommy?"

"Kau tahu? Melihatmu begini hati mommy sangat sakit"

"Lisa, ingat, dia mungkin segalanya untuk mu. Tapi dirimu bagi mommy adalah segalanya nak. Jangan seperti ini, pikirkan orang-orang yang menyayangimu"

"Jangan pernah berpikir untuk mati nak. Mommy melahirkan mu antara mati dan hidup, berjuang untuk kau hidup dan bisa ada di dunia ini. Tapi sekarang kau menginginkan untuk mati? Apa begini balasanmu? "

Lisa ikut menangis tanpa melihat kearah mommy Chitip.

"Setidaknya jika kau masih mencintai nya, maka berjuanglah nak, berjuang untuk tahklukan hati orang tuanya, yakin kan mereka bahwa memang kau yang terbaik untuknya, untuk putrinya"

"Itu sulit mom, hikss sangat sulit"

"KAU BELUM MENCOBANYA LISA"

"Tapi dia sudah meminta ku untuk pergi mom, dia juga tidak mau berjuang dengan ku. Aku harus apa?"

Chitip langsung memeluk dengan erat putrinya, mengelus punggung putrinya. Sementara Lisa, ia menangis dengan kencang.

.

.

.


Tak jauh berbeda dengan keadaan Chaeyoung sejak hari dimana ia terakhir kali bertemu dan menghabiskan hari dengan Lisa.

More Than Friends | Chaelisa [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang